avatar Tidak diketahui

SUBJEK DAN OBJEK HUKUM

BAB II

SUBJEK DAN OBJEK HUKUM

Orang atau person adalah pembawa hak dan kewajiban atau setiap makhluk yang berwenang untuk memiliki, memperoleh, dan menggunakan hak dan kewajiban dalam lalu lintas hukum disebut sebagai subjek hukum. Subjek hukum terdiri dari dua, yakni manusia biasa dan badan hukum.

Manusia Biasa

Manusia biasa (natuurlijke persoon) manusia sebagai subyek hukum telah mempunyai hak dan mampu menjalankan haknya dan dijamin oleh hukum yang berlaku dalam hal itu menurut pasal 1 KUH Perdata menyatakan bahwa menikmati hak kewarganegaraan tidak tergantung pada hak kewarganegaraan.

Badan Hukum

Badan hukum merupakan badan-badan atau perkumpulan. Badan hukum yakni orang yang diciptakan oleh hukum. Oleh karena itu, badan hukum sebagai subjek hukum dapat bertindak hukum (melakukan perbuatan hukum) seperti manusia.

Dengan demikian, badan hukum dapat melakukan persetujuan-persetujuan, memiliki kekayaan yang sama sekali terlepas dari kekayaan anggota-anggotanya. Oleh karena itu, badan hukum dapat bertindak dengan perantaraan pengurus-pengurusnya.

Badan hukum dibedakan dalam dua bentuk, yakni badan hukum publik dan badan hukum privat.

Obyek Hukum

Obyek hukum menurut pasal 499 KUH Perdata, yakni benda. Benda adalah segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum atau segala sesuatu yang menjadi pokok permasalahan dan kepentingan bagi para subyek hukum atau segala sesuatu yang dapat menjadi obyek hak milik.

Hukum Benda

Hukum benda adalah peraturan-peraturan yang mengatur hak dan kewajiban manusia yang bernilai uang. Hak kebendaan merupakan hak mutlak.

Hak Kebeahan Yang Bersifat Sebagai Pelunasan Utang

Hak kebendaan yang bersifat sebagai pelunasan hutang (hak jaminan) adalah hak jaminan yang melekat pada kreditor yang memberikan kewenangan untuk melakukan eksekusi kepada benda yang dijadikan jaminan jika debitur melakukan wansprestasi terhadap suatu prestasi (perjanjian).

Dengan demikian hak jaminan tidak dapat berdiri karena hak jaminan merupakan perjanjian yang bersifat tambahan (accessoir) dari perjanjian pokoknya, yakni perjanjian hutang piutang (perjanjian kredit).

Perjanjian hutang piutang dalam KUH Perdata tidak diatur secara terperinci, namun bersirat dalam pasal 1754 KUH Perdata tentang perjanjian pinjaman pengganti yakni dikatakan bahwa bagi mereka yang meminjam harus mengembalikan dengan bentuk dan kualitas yang sama.

Macam-Macam Pelunasan Hutang

Dalam pelunasan hutang adalah terdiri dari pelunasan bagi jaminan yang bersifat umum dan jaminan yang bersifat khusus,seperti gadai,hipotik hak tanggungan,dan fidusia

Gadai

Dalam pasal 1150 KUH perdata disebutkan bahwa gadai adalah hak yang diperoleh kreditur atas suatu barang bergerak yang diberikan kepadanya oleh debitur atau orang lain atas namanya untuk menjamin suatu hutang.

Selain itu memberikan kewenangan kepada kreditur untuk mendapatkan pelunasan dari barang tersebut lebih dahulu dari kreditur-kreditur lainnya terkecuali biaya-biaya untuk melelang barang dan biaya yang telah di keluarkan untuk memelihara benda itu dan biaya-biaya itu didahulukan

Hipotik                                   

Hipotik berdasarkan pasal 1162 KUH perdata adalah suatu hak kebendaan atas benda tidak bergerak untuk mengambil pengantian dari padanya bagi pelunasan suatu perhutangan (verbintenis).

Perbedaan Gadai Dan Hipotik

Perbedaan gadai dan hipotik :

a.Gadai harus disertai dengan pernyataan kekuasaan atas barang yang digadaikan, sedangkan hipotik tidak.

b.Gadai hapus jika barang yang digadaikan berpindah tangan ke orang lain, sedangkan hipotik tidak, tetapi teap mengikuti bendanya walaupun bendanya dipindahtangankan ke orang lain.

c.Satu barang tidak pernah dibebani lebih dari satu gadai walaupun tidak dilarang, tetapi beberapa hipotik yang bersama-sama dibebankan diatas satu benda adalah sudah merupakan keadaan biasa.

d.Adanya gadai dapat dibuktikan dengan segala macam pembuktian yang dapat dipakai untuk membuktikan perjanjian pokok sedangkan adanya perjanjian hipotik dibuktikan dengan akta otentik.

Hak Tanggungan

Berdasarkan pasal 1 ayat 1 undang-undang hak tanggungan (UUTH), hak tanggungan merupakan hak jaminan atas tanah yang dibebankan berikut benda-benda lain yang merupakan suatu satu kesatuan dengan tanah itu untuk pelunasan hutang dan memberikan kedudukan yang diutamakan kepada kreditur tertentu terhadap kreditur-kreditur yang lain.

Firdusia

Fidusia yang lazim dikenal dengan nama FEO (Fiduciare Eigendoms Overdracht) yang dasarnya merupakan suatu perjanjian accesor antara debitor dan kreditor yang isinya penyerahan hak milik secara kepercayaan atau benda bergerak milik debitor kepada kreditur.

Namun, benda tersebut masih dikuasai oleh debitor sebagai peminjam pakai sehingga yang diserahkan kepada kreditor adalah hak miliknya. Penyerahan demikian di namakan penyerahan secara constitutum possesorim yang artinya hak milik (bezit) dari barang di mana barang tersebut tetap pada orang yang mengalihkan (pengalihan pura-pura).

Dengan demikian, hubungan hukum antara pemberi fidusia (kreditor) merupakan hubungan hukum yang berdasarkan kepercayaan. Namun, dengan di keluarkannya Undang-Undang nomor 42 tahun 1999 tentang Fidusia maka penyerahan hak milik suatu barang debitor atau pihak ketiga kepada debitor secara kepercayaan sebagai jaminan utang.

Fidusia merupakan suatu proses pengalihan hak kepemilikan, sedangkan jaminan fidusia adalah jaminan yang diberikan dalam

 

avatar Tidak diketahui

PENGERTIAN HUKUM DAN HUKUM EKONOMI

BAB I
PENGERTIAN HUKUM DAN HUKUM EKONOMI
1. Pengertian Hukum
Hukum ialah semua aturan yang mengandung pertimbangan ke susilaan, ditujukan kepada tingkah laku manusia dalam masyarakat. Dan yang menjadi pedoman bagi Penguasa-penguasa Negeri dalam melakukan tugas-nya”.

2. Tujuan Hukum
Dalam pergaulan masyarakat terdapat aneka macam hubungan antara anggota masyarakat, yakni hubungan yang ditimbulkan oleh kepentingan-kepentingan anggota masyarakat itu. Dengan banyak aneka ragamnya hubungna itu, para anggota masyarakat memerlukan aturan-aturan yang dapat menjamin keseimbangan agar dalam hubungan-hubungan itu tidak terjadi kekacauan dalam masyarakat. Untuk menjamin kelangsungan keseimbangan dalam hubungan antara anggota masyarakat, diperlukan aturan-aturan hukum yang diadakan atas kehendak dan kesadaran tiap-tiap anggota masyarakat itu.

Peraturan-peraturan hukum yang bersifat mengatur dan memaksa anggota masyarakat untuk patuh mentaatinya, menyebabkan terdapatnya keseimbangan dalam tiap perhubungan dalam masyarakat. Setiap pelanggar hukum yang ada, akan dikenakan sanksi berupa hukuman sebagai reaksi terhadap perbuatan yang melanggar hukum yang dilakukan.

3. SUMBER-SUMBER HUKUM
Adapun yang dimaksud dengan sumber hukum ialah: segala apa saja yang menimbulkan aturan-aturan yang mempunyai kekutan yang bersifat memaksa,yakni aturan-aturan yang kalau dilanggar mengakibatkan sanksi yang tegas dan nyata.

Sumber hukum itu dapat kita tinjau dari segi material dan segi formal:
1. Sumber-sumber hukum material, dapat ditinjau lagi dari berbagai sudut, misalnya dari sudut ekonomi, sejarah sosiologi, filsafat dan sebagainya.
Contoh: Seorang ahli ekonomi akan mengatakan, bahwa kebutuhan-kebutuhan ekonomi dalam masyarakat itulah yang menyebabkan timbulnya hukum.

2. Sumber-sumber hukum formal antara lain ialah:
a. Undang-undang
Undang-undang ialah suatu peraturan negara yang mempunyai kekuatan hukum yang mengikat diadakan dan dipelihara oleh penguasa negara.
b. Kebiasaan
Kebiasaan ialah perbuatan manusia yang tetap dilakukan berulang-ulang dalam hal sama.
c. Keputusan-keputusan Hakim
Keputusan Hakim ialah keputusan hakim yang terjadi karena rangkaian keputusan serupa yang menjadi dasar bagi pengadilan (Standart-arresten) untuk mengambil keputusan.
d. Traktat
Traktat yaitu perjanjian mengikat antara kedua belah pihak yang terkait tentang suatu hal.
e. Pendapat Sarjana Hukum
Doktrin yaitu pendapat sarjana hukum yang ternama juga mempunyai kekuasaan dan pengaruh dalam pengambilan keputusan oleh hakim.

4. KODEFIKASI HUKUM
Menurut bentuknya, Hukum itu dapat dibedakan antara:
1. Hukum Tertulis (Statute Law = Written Law), yakni Hukum yang dicantumkan dalam berbagai peraturan-peraturan.
2. Hukum Tak Tertulis (unstatutery law = unwritten law), yaitu Hukum yang masih hidup dalam keyakinan masyarakat, tetapi tidak tertulis namun berlakunya ditaati seperti suatu peraturan-pereaturan (disebut juga hukum kebiasaan).
Mengenai Hukum Tertulis, ada yang dikodefikasikan, dan yang belum dikodefikasikan.
KODEFIKASI ialah pembukuan jenis-jenis hukum tertentu dalam kitab undang-undang secara sistematis dan lengkap.
Unsur-unsur kodifikasi ialah: a. Jenis-jenis hukum tertentu (misalnya Hukum Perdata); b. sistematis; c. lengakap.
Adapun tujuan kodifikasi daripada hukum tertulis ialah untuk memperoleh: a. kepastian hukum; b. penyederhanaan hukum; c. kesatuan hukum.

5. NORMA HUKUM DALAM EKONOMI
Norma merupakan ukuran yang digunakan oleh masyarakat untuk mengukur apakah tindakan yang dilakukan merupakan tindakan yang wajar dan dapat diterima atau tindakan yang menyimpang.Norma dibangun atas nilai sosial dan norma sosial diciptakan untuk mempertahankan nilai sosial.

Hukum Ekonomi di bedakan menjadi 2,yaitu :

1. Hukum ekonomi pembangunan, adalah yang meliputi pengaturan dan pemikiran hukum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi Indonesia secara Nasional.
2. Hukum Ekonomi social, adalah yang menyangkut pengaturan pemikiran hukum mengenai cara-cara pembangian hasil pembangunan ekonomi nasional secara adil dan martabat kemanusiaan (hak asasi manusia) manusia Indonesia.
Asas-asas hukum ekonomi indonesia :
a. Asas manfaat
b. Asas keadilan dan pemerataan yang berperikemanusiaan.
c. Asas keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam perikehidupan.
d. Asas kemandirian yang berwawasan kebangsaan.
e. Asas usaha bersama atau kekeluargaan
f. Asas demokrasi ekonomi.
g. Asas membangun tanpa merusak lingkungan.

Dasar hukum ekonomi Indonesia :
a. Uud 1945
b. Tap mpr
c. Undang-undang
d. Peraturan pemerintah
e. Keputusan presiden
f. Sk menteri
g. Peraturan daerah

Ruang lingkup hukum ekonomi :

Ruang lingkup hukum ekonomi jika didasarkan pada klasifikasi internasional pembagiannya sbb:
1. Hukum ekonomi pertanian atau agraria, yg di dalamnya termasuk norma-norma mengenai pertanian, perburuan, peternakan, perikanan dan kehutanan.
2. Hukum ekonomi pertambangan.
3. Hukum ekonomi industri, industri pengolahan
4. Hukum ekonomi bangunan.
5. Hukum ekonomi perdagangan, termasuk juga norma-norma mengenai perhotelan dan pariwisata.
6. Hukum ekonomi prasarana termasuk gas, listrik air, jalan.
7. Hukum ekonomi jasa-jasa, profesi dokter, advokad, pembantu rumah tangga, tenaga kerja.
8. Hukum ekonomi angkutan.
9. Hukum ekonomi pemerintahan termasuk juga pertahanan dan keamanan (hankam) dll.

Sumber Hukum Ekonomi :
a. Meliputi : perundang-undangan; perjanjian; traktat;jurisprudensi; kebiasaan dan pendapat sarjana (doktrin)
b. Tingkat kepentingan dan penggunaan sumber-sumber hukum. Hal ini sangat tergantung pada kekhususan masing-masing masalah hukum atau sistem hukum yang dianut di suatu negara.

Fungsi Hukum Ekonomi dalam Pembangunan :
a. Sebagai sarana pemeliharaan ketertiban dan keamanan
b. Sebagai sarana pembangunan
c. Sebagai sarana penegak keadilan
d. Sebagai sarana pendidikan masyarakat
Keempat fungsi tersebut dapat diterapkan dalam hukum ekonomi yang merupakan suatu sistem hukum nasional yang berorientasi kepada kesejahteraan rakyat .

Tugas Hukum Ekonomi :
a. Membentuk dan menyediakan sarana dan prasarana hukum bagi
b. Peningkatan pembangunan ekonomi
c. Perlindungan kepentingan ekonomi warga
d. Peningkatan kesejahteraan masyarakat
e. Menyusun & menerapkan sanksi bagi pelanggar
f. Membantu terwujudnya tata ekonomi internasional baru melalui sarana & pranata hukum.

avatar Tidak diketahui

TUGAS 1 Manajemen Sumber Daya Manusia

LOWONGAN KERJA ADMIN GUDANG & LOGISTIC (Bandung)
Selama lebih dari seperempat abad, kami telah mengolah bahan-bahan dari sumber alam menjadi produk perlengkapan tempat tidur yang berkualitas. Berawal dari tahun 1980, KBT Group memulai memproduksi produk-produk sprei dengan cara traditional. Tahun demi tahun kami berhasil berkembang dan memperbanyak produk line menjadi beraneka ragam produk dan distribusi kita tersebar di seluruh Indonesia. Informasi tentang perusahaan kami : www.kbtrosanna.com
Saat ini kami sedang membutuhkan posisi sebagai berikut :
 
Job Specification
 
·         Laki-laki/Perempuan, usia maksimal 40 tahun,
·         Pendidikan min S1 dengan IPK min 3.00 diutamakan dari jurusan Statistik atau Teknik dari Universitas terkemuka
 
o   Job Description
 
o    Memastikan keakuratan antara data computer dengan real stock barang di gudang
o    Pemenuhan kebutuhan warehouse beserta infrastruktur dan Man powernya
o    Membuat Budget Tahunan
o    Menyiapkan Matriks Training yang dibutuhkan dalam pengembangan SDM Warehouse
o    Bertanggung jawab pada project Improvement
o    Membuat dan Mengembangkan SOP dan Memo Internal berhubungan dengan Warehouse
 
o   Softskill
 
o   Memiliki pengalaman dibidang administrasi gudang min. 1 tahun
o   Menguasai aplikasi computer (Ms.Office)
o   Memiliki kemampuan analisa yang baik, Inisiatif dan Leadership yang baik
o   Mampu bernegosiasi dengan pihak internal atau eksternal
 

http://id.jobsdb.com/id/id/jobs/admin-hrd/1?JSSRC=HPJC

avatar Tidak diketahui

Lowongan Kerja PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Manulife Financial merupakan grup penyedia layanan keuangan terdepan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Para nasabah melihat Manulife sebagai penyedia solusi keuangan yang kuat, andal, terpercaya dan terdepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan mereka. Jaringan internasional para karyawan, agen, dan mitra distribusi kami menawarkan produk dan jasa perlindungan keuangan dan wealth management kepada jutaan nasabah. Kami juga menyediakan jasa manajemen aset kepada nasabah institusi di seluruh dunia. Dana yang dikelola oleh Manulife Financial dan seluruh anak perusahaannya mencapai C$555 milyar (US$547 milyar) per 31 Maret 2013. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat.

Saat ini Manulife Financial membutuhkan :

Actuary Supervisor

Job Description :

– Deliver high quality reporting on Monthly, quarterly and annual basis
– Check correctness and reason ability of reports before they are sent
– Deliver reports on deadline
– Provide accurate and timely responses to inquiries from the regional team in regards to reports provided
– Keep him/herself informed of market trends and developments, especially related to financial products, technical
reporting and regulatory requirements.

Requirement :

– Minimum Bachelor Degree/S1 of Actuarial, Mathematics, Statistics or other related field
– Having experience in actuarial role is an advantage
– Fresh graduate is also welcome to apply
– Computer literate (Ms. Excel, Ms. Word or Ms. Access)
– Fluent in English both spoken and Written
– Passing PAI or SOA exam(s)

Closing date: 06 September 2013

Referensi :

avatar Tidak diketahui

Lowongan Kerja PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

Lowongan Kerja PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia

 

Manulife Financial merupakan grup penyedia layanan keuangan terdepan dari Kanada yang beroperasi di Asia, Kanada dan Amerika Serikat. Para nasabah melihat Manulife sebagai penyedia solusi keuangan yang kuat, andal, terpercaya dan terdepan untuk keputusan-keputusan penting keuangan mereka. Jaringan internasional para karyawan, agen, dan mitra distribusi kami menawarkan produk dan jasa perlindungan keuangan dan wealth management kepada jutaan nasabah. Kami juga menyediakan jasa manajemen aset kepada nasabah institusi di seluruh dunia. Dana yang dikelola oleh Manulife Financial dan seluruh anak perusahaannya mencapai C$555 milyar (US$547 milyar) per 31 Maret 2013. Perusahaan beroperasi sebagai Manulife Financial di Kanada dan Asia dan sebagai John Hancock di Amerika Serikat.

Saat ini Manulife Financial membutuhkan :

Actuary Supervisor

Job Description :

– Deliver high quality reporting on Monthly, quarterly and annual basis
– Check correctness and reason ability of reports before they are sent
– Deliver reports on deadline
– Provide accurate and timely responses to inquiries from the regional team in regards to reports provided
– Keep him/herself informed of market trends and developments, especially related to financial products, technical
reporting and regulatory requirements.

Requirement :

– Minimum Bachelor Degree/S1 of Actuarial, Mathematics, Statistics or other related field
– Having experience in actuarial role is an advantage
– Fresh graduate is also welcome to apply
– Computer literate (Ms. Excel, Ms. Word or Ms. Access)
– Fluent in English both spoken and Written
– Passing PAI or SOA exam(s)

Closing date: 06 September 2013

Referensi :

http://kerjawa.blogspot.com/2013/09/lowongan-kerja-pt-asuransi-jiwa.html#.UlesVtlWlrA

avatar Tidak diketahui

EKONOMI KOPERASI

EKONOMI KOPERASI

KUNJUNGAN KOPERASI PURNAMA ABADI

Universitas Gunadarma Fakultas Ekonomi

Akuntansi ( S1 )

 Gambar

 

 

Anggota :

  • Akbar Muhammad               20212536
  • Doddy Prayogo                     22212237
  • Ikhwan Bowo .S                    23212589
  • Muhammad Syidiq               25212109
  • M. Rezky Pratama                24212332
  • Tanbar Maulana                   27212285

 

 

 

PENDAHULUAN

 

 

  1. 1.      LATAR BELAKANG

Makalah koperasi ini dibuat dengan adanya tugas dari Dosen Softskill Ekonomi Koperasi, Bpk. Sriyanto. Makalah ini membahas tentang ruang lingkup Koperasi Purnama Abadi.

  1. 2.      TUJUAN
  • Menambah wawasan tentang pengertian Koperasi
  • Mengetahui Ruang lingkup yang ada di Koperasi
  1. 3.      RUMUSAN MASALAH
    1. Apa pengertian dari sejarah, prinsip dan tujuan koperasi Purnama Abadi?
    2. Apa peranan Koperasi Purnama Abadi Di Bukit Cengkeh 1, Depok?
    3. Bagaimanakah Koperasi Purnama Abadi mendapatkan sumber dana?

II. ISI

1. Sejarah Koperasi Purnama Abadi

Koperasi Purnama Abadi merupakan Koperasi yang berbentuk usaha simpan pinjam. Systemnya sendiri memakai system Drop Potong ( DP ). Kantor pusatnya sendiri berada di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang dibentuk oleh Bpk. Poltak Napitupulu .BBA, yang sekaligus memiliki jabatan Pimpinan Pusat. Koperasi Purnama Abadi sudah berdiri sejak tahun 2007. Dan hingga saat ini telah memiliki cabang sebanyak 21/unit yang tersebar di berbagai daerah Provinsi Sulawesi Selatan.

2. Prinsip Koperasi Purnama Abadi

  • Memiliki rasa kepedulian dan kemauan kerja untuk meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja dan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan keluarga dan perusahaan.
  • Memiliki kesadaran dan patuh terhadap ketentuan yang telah ditetapkan.
  • Memiliki kemampuan untuk dapat memenuhi target minimal bahkan target prestasi untuk menambah nilai kualitas dan kesejahteraan.

3. Manajemen Koperasi

Dalam koperasi purnama abadi menerapkan tingkatan manajemen sesuai Job Desk yaitu:

  • Struktur pengurus
  • Struktur pengawas
  • Struktur pengelola
  • Konsultan hukum

4. Tujuan & Fungsi Koperasi Purnama Abadi

Koperasi ini bertujuan untuk mengembangkan atau membangun Ekonomi Kerakyatan atau Anggota terutama anggota pengusaha kecil hingga menengah dan bertujuan mensejahterakan anggotanya.

5. Sistem Penyaluran Pinjaman Koperasi Purnama Abadi

Droping merupakan dana yang diberikan kepada anggota atau nasabah sebagai pinjaman atau hutang yang digunakan untuk menambah modal usaha. Jenis-jenisnya yaitu:

a. Drop langsung         :           Dana yang diberikan langsung kepada anggota atau nasabah ditempat tinggalnya setelah diperhitungkan melalui survey kelayakan atas kemampuan nasabah tersebut.

b. Drop potong            :           Memberikan penyambungan kredit pinjaman sebelum saldo kreditnya lunas dan angsuran kredit pinjaman tersebut telah berjalan sebanyak enam puluh persen.

6. Permodalan Koperasi

            Dalam permodalan koperasi purnama abadi didapat dari anggota koperasi dan modal dari luar. Dari sumber dana itu koperasi mengelola demi kepentingan kesejahteraan anggotanya dan nasabah. Sumber dana tersebut yaitu:

1)    Modal dari dalam ( modal yang di kirimkan oleh kantor pusat, biasanya di gunakan untuk modal awal )

2)    Modal dari luar ( yaitu suatu hasil dari proses uang yang dipinjam dan disimpan dari koperasi tersebut )

7.Keberhasilan yang di peroleh Koperasi Purnama Abadi

1)    Kebutuhan akan modal kerja untuk koperasi maupun nasabah terpenuhi

2)    Memberikan pengalaman survey yang mendidik untuk masa depan koperasi maupun anggota yang melakukan survey.

Laporan keungan koperasi ini di buat secara manual dan dibuat secara harian, bulanan dan pada akhir tahun. Pada akhirnya secara keseleruhannya laporan yang di buat  oleh cabang akan di laporkan ke Koperasi Pusat di Makassar.

8. Peranan Untuk Anggota dan Lingkungan

            Koperasi Purnama Abadi berperan penting pada anggotanya yaitu :

1)    Memberikan layanan yang memadai dalam setiap kegiatan

2)    Mensejahterakan para anggota.

Peranan untuk lingkungan sendiri yaitu sebagai perantara masyarakat agar ikut berorganisasi dan mendapatkan keuntungan dari modal yang mereka setor ke koperasi. Minimal modal yang harus mereka setor sebagai nasabah yaitu sebesar Rp 5.000.000.

9. Struktur Kepengurusan Koperasi

 Gambar

 

 

 GambarGambarGambar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

avatar Tidak diketahui

Pertumbuhan-Ekonomi

 
BAB I
PENDAHULUAN
 
A.  Latar Belakang Masalah
 
Karena ternyata antara pertumbuhan ekonomi dengan pembangunan ekonomi itu memang berbeda maka, . hal yang akan dibahas di sini adalah
apa sajakah yangdapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara dan upaya apa yang bisadilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara tersebut.
 
 
BAB II
ISI
 
B.  PENGERTIAN
Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunanekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya outputagregat per kapita.Menurut Boediono : Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapitayang terus-menerus dalam jangka panjang.
 
C.  TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI
 
Teori pertumbuhan ekonomi dapat dibagi menjadi 2 :
 
1.   Teori Pertumbuhan Ekonomi Historisa. Frederich list (1789-1846)
 
Tahap-tahap pertumbuhan ekonomi menurut frederich listber adalah tingkat-tingkatyang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga).Adapun tahapan-tahapan pertumbuhan ekonomi dibagi 4 sebagai berikut :
1)  Masa berburu dan mengembaraPada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangatmengantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri
 
2) Masa berternak dan bertanam
Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehinggamereka bermata pencaharian bertanam
 
3) Masa Bertani dan kerajinan
  Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yangmereka tanam kerajinan hanya mengajar usaha sampingan.
4) Masa kerajinan, Industri, dan perdagangan.Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagaikebutuhan untuk di jual ke pasar, sehingga industri berkembang dari industrikerajinan menjadi industri besar.
 
2.  Karu Bucher (1847-1930)
 
Tahap Perekonomian dapat dibagi menjadi 4 :
1) Rumah tangga tertutup
2) Rumah tangga kota
3) Rumah tangga bangsa
4) Rumah tangga dunia
 
3.  Werner sombart (1863-1947)
 
Tahap Perekonomian dapat dibagi menjadi 4 :
1) Prakapitalisme (Varkapitalisme)
2) Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
3) Zaman kapitalai Raya (Hachkapitalismus)
4) Zaman kapitalis akhir (spetkapitalismus)
 
4.  Walt Whitmen Rosfow (1916-1979)
 
1) Masyakart tradisional (Teh Traditional Society)
2) Persyaratan untuk lepas landas (Precondition for take off)
3) Lepas landas cake off)
4) Perekonomian yang matang / dewasa (Matarty of economic)
5) Masa ekonomi konsumsi tinggi (high mass consumption)
 
.
D.  UKURAN PERTUMBUHAN EKONOMI
 
Apakah alat yang bisa digunakan untuk mengetahui adanya pertumbuhan ekonomi suatunegara? Menurut M. Suparko dan Maria R. Suparko ada beberapa macam alat yang dapatdigunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu :
 
1.Produk Domestik Bruto
 
PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam harga pasar. KelemahanPDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.
 
2.PDB per Kapita atau Pendapatan Perkapita
 
PDB per kapita merupakan ukuran yang elbih tepat karean telah memperhitungkan jumlah penduduk. Jadi ukuran pendapatn perkapita dapat diketahui dengan membagiPDB dengan jumlah penduduk.
 
3.Pendapatan Per jam Kerja
 
Suatu negara dapat dikatakan lebih maju dibandingkan negara lain bila mempunyaitingkat pendapatan atau upah per jam kerja yang lebih tinggi daripada upah per jam kerjadi negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.
 
E.  MODEL – MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI
 
·         Harrord DomarKeadaan “ Steady – State Growth
 
Model pertumbuhan ekonomi Harrod-Domar adalah model pertumbuhan yang mengacu pada pertumbuhan ekonomi negara-negara maju, model itu merupakan perkembanganlangsung teori ekonomi makro Keynes yang merupakan teori jangka pendek yangmenjadi teori jangka panjang.Pada model Harrod-Domar investasi diberikan peranan yang sangat penting. Dalam jangka panjang investasi mempunyai pengaruh kembar. Di satu sisi investasimempengaruhi permintaan agregat di sisi lain investasi mempengaruhi kapasitas produksinasional dengan menambah stok modal yang tersedia.Harrod menyimpulkan agar suatu ekonomi nasional selalu tumbuh dengan kapasitas produksi penuh (kesempatan kerja penuh) yang disebutnya sebagai
“ Pertumbuhanekonomi yang mantap (  steady-state growth) “ 
 efek permintaan yang ditimbulkan dari penambahan investasi harus selalu diimbangi oleh efek penawarannya tanpa terkecuali.Tetapi investasi dilakukan oleh pengusaha yang mempunyai pengharapan yang tidak selalu sama dari waktu ke waktu, karena itu keseimbangan ekonomi jangka panjang yangmantap hanya dapat dicapai secara mantap pula apabila pengharapan para pengusahastabil dan kemungkinan terjadinya hal itu sangat kecil, seperti yang dikemukakan olehJoan Robinson (golden age).Di samping itu Harrod mengemukakan bahwa sekali keseimbangan itu terganggu, makagangguan itu akan mendorong ekonomi nasional menuju ke arah depresi atau inflasisekular. Karena itu Harrod melambangkan keseimbangan ekonomi tersebut sebagaikeseimbangan mata pisau, mudah sekali tergelincir dan sekali tergelincir semuanya akanmenjadi hancur (jadi keseimbangan yang tidak stabil).
 
Model pertumbuhan ekonomi Domar hampir mirip dengan model Harrod walaupun ada beberapa perbedaan yang esensial pula antara kedua model itu. Perbedaan itu khususnyamenyangkut mengenai tiadanya fungsi investasi pada model Domar, sehingga investasiyang sebenarnya tidak ditentukan di dalam modelnya. Karena itu kesulitan pencapaiankeseimbangan ekonomi jangka panjang yang mantap bagi Harrod, disebabkan olehsulitnya kesamaan v dan vr atau laju pertumbuhan yang disyaratkan dengan laju pertumbuhan natural, sedang bagi Domar kesulitan itu timbul karena adanyakecenderungan masyarakat untuk melakukan investasi yang relatif terlalu rendah(underinvestment).Model Neo-Klasik sebagaimana dikemukakan oleh Solow (juga Swan) mencobamemperbaiki kelemahan model Harrod-Domar dengan mengolah asumsi yang mengenaifungsi produksi yang digunakan, dari fungsi produksi dengan proporsi tetap, menjadifungsi produksi dengan proporsi yang variabel.Berbeda dengan visi Harrod-Domar yang suram dan menakutkan visi teori Neo-Klasik adalah visi yang menggembirakan dan serasi dengan proses ekonomi yang otomatik danmekanistik. Kelemahan pokok teori Neo-Klasik adalah dihilangkannya peranan pengharapan para pengusaha yang dalam teori Keynes menduduki peranan sentral.
 
BAB III
HASIL DAN PEMBAHASANA.HAL-HAL YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI
 
1.Akumulasi Modal
 
Akumulasi modal (capital accumulation)
terjadi apabila sebagian dari pendapatanditabung dan diinvestasikan kembali dengan tujuan memperbesar output dan pendapatan di kemudian hari. Pengadaan pabrik baru, mesin-mesin, peralatan, dan bahan baku meningkatkan stock modal (
capital stock)
fisik suatu negara (yakni, totalnilai riil “neto” atas seluruh barangmodal produktif secara fisik) dan hal itu jelasmemungkinkan terjadinya peningkatan output di masa-masa mendatang. Investasi produktif yang bersifat langsung tersebut harus dilengkapi dengan berbagai investasi penunjang yang disebut investasi “infrastuktur” ekonomi dan social. Di sampinginvestasi yang bersifat langsung banyak cara yang bersifat tidak langsung untuk menginvestasikan dana dalam berbagai jenis sumber daya. Di samping itu ada jugaInvestasi dalam pembinaan sumber daya manusia dapat meningkatkan kualitas modalmanusia, sehingga pada akhirnya akan membawa dampak posiyif yang sama terhadapmanusia.Segenap kegiatan yang dijelaskan di atas merupakan bentuk-bentuk investasi yangmenjurus ke akumulasi modal.
 
2.Pertumbuhan Penduduk dan Angkatan Kerja
 
Pertumbuhan penduduk da pertumbuhan angkatan kerja (yang terjadi beberapa tahunkemudian setelah pertumbuhan pendududuk) secara tradisional dianggap sebagaisalah satu factor positif yang memacu pertumbuhan ekonomi. Jumlah tenaga kerjayang lebih besar berarti akan menambah jumlah tenaga produktif, sedangkan pertumbuhan penduduk yang lebih besar berarti meningkatkan ukuran pasar domesticnya. Meskipun demikian, kita masih mempertanyakan apakah begitucepatnya pertumbuhan penawaran angkatan kerja di Negara-negara berkembang(sehingga banyak diantara mereka yang mengalami kelebihan tenaga kerja) benar- benar akan memberikan dampak positif, atau justru negatif, terhadap pembangunan
 
ekonominya. Sebenarnya, hal tersebut (positif atau negativenya pertambahan penduduk bagi upaya pembangunan ekonomi) sepenuhnya tergantung padakemampuan sistem perekonimian yang bersangkutan untuk menyerap dan secara produktif memanfaatkan tambahan tenaga kerja tersebut. Adapun kemampuan itusendiri lebih lanjut dipengaruhi oleh tingkat jenis akumulasi modal dan tersedianyainput atau factor_faktor penunjang, seperti kecakapan manajerial dan administrasi.
 
3.Kemajuan TeknologiKemajuan teknologi (technological progress)
 
bagi kebanyakan ekonom merupakansumber pertumbuhan ekonomi yang paling penting. Dalam pengertiannya yang palingsederhana, kemajuan teknologi terjadi karena ditemukannya cara baru atau perbaikanatas cara-cara lamadalam menangani pekerjaan-pekerjaan tradisional seperti kegiatanmenanam jagung, membuat pakaian, atau membangun rumah. Kita mengenal tigaklasifikasi kemajuan teknologi, yaitu: kemajuan teknologi yang bersifat netral(neutral technological progress), kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor- saving technological progress), dan kemajuan teknologi yang hemat modal (capital- saving technological progress).
Kemajuan teknologi yang netral (neutral technolohical progress) terjadi apabilateknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggidengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama. Inovasi yangsederhana, seperti pembagian tenaga kerja (semacam spesialisasi) yang dapatmendorong peningkatan output dan kenaikan konsumsi masyarakat adalah contohnya.Sementara itu, kemajuan teknologi dapat berlangsung sedemikian rupa sehinggamenghemat pemakaian modal atau tenaga kerja (artinya, penggunaan teknologitersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah inputtenaga kerja atau modal yang sama). Penggunaan komputer, mesin tekstil otomatis, bor listrik berkecepatan tinggi, traktor dan mesin pembajak tanah, dan banyak lagi jenios mesin serta peralatan modern lainnya, dapat diklasifikasikan sebagai kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja (labor-saving technological progress).Sedangkan kemajuan teknologi hemat modal (capital-saving technological  progress)
merupakan fenomena yang langka. Hal ini dikarenakan hamper semua
 penelitian dalam dunia ilmu pengetahuan dan teknologi dilakukan di Negara-negaramaju dengan tujuan utama menghemat pekerja, dan bukan menghemat modal. Di Negara-negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal,kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan.Kemajuan teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja.
Kemajaunteknologi yang meningkatkan pekerja (labor-augmenting technological progress) terjadi apabila penerapan teknologi tersebut mampu meningkatkan mutu atauketrampilan angkatan kerja secara umum. Misalnya, dengan menggunakan videotape,televise, dan media komunikasi elektronik lainnya di dalam kelas, proses belajar biaslebih lancar sehingga tingkat penyerapan bahan pelajaran juga menjadi lebih baik.Demikian pula halnya dengan
kemajuan teknologi yang meningkatkan modal (capital-augmenting technological progress) jenis kemajuan ini terjadi jika penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memanfaatkan barang modal yangada secara lebih produktif. Misalnya, penggunaan bajak kayu dengan bajak bajadalam produksi pertanian.
 
 
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
 
Pertumbuhan Ekonomi di setiap negara berbeda – beda tergantung dari tingkat pendapatan per kapita suatu negara tersebut dan tergantung dari berapa besar  pendapatan / penghasilan dari penduudknya. Jika pendapatan Negara itu tinggi maka pertumbuhan ekonominya juga cepat tetapi sebaliknya jika pendapatan suatu negaraitu di bawah rata – rata maka pertumbuhna ekonominya juga rendah.Beberapa ahli ekonomi mengemukakan pertumbuhan ekonomi dengan persepsi yang berbeda – beda. Seperti pada alitan klasik an Neo klasik. Sebagai contoh nya :Robert Solow mengemukakan pertumbuhan ekonomi merupakan rangkaian kegiatanyang bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian tekonologi modern danhasil / output. Dan masih banyak lagi tokoh – tokoh yang mengemukakan pertumbuhan ekonomi dalam arti yang berbeda – beda.Pertumbuhan ekonomi pada zaman sekarang ini berdampak pada kehidupan penduduk suatu negara. Semuanya ini berpengaruh pada kesejahteran rakyat banyak.Oleh karena itu negara terus memajukan pendapatan negara dengan menaikkan harga – harga kebutuhan pokok seperti minyak yang katanya bisa menjadikan lebih baik tingkat perekonomian kita.
 
B.Saran
 
Dengan demikian dapat kita sarankan kepada pemerintah dengan penjelasan sebagai berikut :1.Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik,dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi.Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanandan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor  pertumbuhan ekonomi.
 
2.Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsientreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital danmengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.
 
3.Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yangdilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung olehadanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan,dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
 
4.Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat ataufaktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhanekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dankarena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara majuolah kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.
 
5.Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat.Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana danmelaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaanyang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaanmenuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis,dan ekonomi.
 
6.Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembanganfaktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitusumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi;tetapi juga factor  
 permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapatdirealisasikan.
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
 
Pengantar Ekonomi  (Bambang Sutrisno )                        

http://www.scribd.com/doc/13055175/TUGAS-Makalah-Pertumbuhan-Ekonomi

avatar Tidak diketahui

Tugas makalah perekonomian indonesia

PEMBANGUNAN EKONOMI INDONEISA
“Masalah Kemiskinan”

Disusun :

NAMA : TANBAR MAULANA
NPM : 27212285
KELAS : 1EB03

UNIVERSITAS GUNADARMA
2011

KATA PENGANTAR

Alhamdulilah penulis panjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena rahmat-Nya penyusun dapat menyelesaikan makalah pembangunan ekonomi indonesia. Selain sebagai tugas, makalah yang penulis buat ini bertujuan memberi informasi kepada para pembaca tentang masalah pokok pembangunan ekonomi Indonesia antara lain masalah kemiskinan, dampaknya serta upaya pengentasan masalah kemiskinan.
Banyak sekali hambatan dalam penyusunan makalah ini, oleh karena itu ,selesainya makalah ini bukan semata karena kemampuan penulis, banyak pihak yang mendukung dan membantu. Dalam kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih banyak kepada pihak-pihak yang telah membantu.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini terdapat banyak kesalahan. Oleh sebab itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami butuhkan agar kedepannya kami mampu lebih baik lagi.

Bekasi, April 2011

Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
A. LATAR BELAKANG……………..………………………………………. 1
B. MASALAH………………………………………………………………………………… 1
C. LANDASAN TEORI…………………………………………………………………… 1
D. PEMBAHASAN
1. Kemiskinan Di Indonesia………………………………………………………… 2
2. Dampak Kemiskinan………………………………………………………………. 2
3. Upaya Pengentasan Kemiskinan………………………………………………. 3
E. PENUTUP………………………………………………………………………………….. 6
LAMPIRAN…………………………………………………………………………………….. 7
DAFTAR PUSTAKA 10

A. LATAR BELAKANG
Latar belakang pembuatan makalah ini adalah adanya tugas yang diberikan oleh dosen mata kuliah Perekonomian Indonesia. Makalah ini di buat sebagai salah satu syarat untuk kelulusan mata kuliah tersebut.
Tema Pembangunan Ekonomi Indonesia di pilih karena menurut penulis masih banyak masalah yang perlu di soroti dalam hal ini. Masalah kemiskinan, dampaknya serta upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan yang dari tahun ke tahun tak kunjung memberikan hasil yang menggembirakan membuat semakin menariknya masalah ini untuk di bahas. selain itu mekalah ini di buat sebagai pembelajaran bagi para pembaca terutama bagi penulis. Maka dengan alasan-alasan tersebutlah makalah ini di buat.

B. MASALAH
Makalah ini akan membahas tentang masalah-masalah :
1. Kemiskinan Di Indonesia
2. dampak dari kemiskinan
3. upaya pngentasan kemiskinan
Masalah-masalah ini diangkat dengan asumsi bahwa nyatanya di jaman globalisasi seperti sekarang ini, kemiskinan di Indonesia masih saja merajalela dan seperti tak kunjung usai. masalah ini menimbulkan masalah-masalah baru seperti pengangguran, dan kekerasan yang belakangan ini sering terjadi di Indonesia dan akhirnya pembangunan ekonomi Indonesia tidak berjalan lancar.

C. LANDASAN TEORI
1. Lingkaran Kemiskinan
Konsep lingkaran kemiskinan (vicious circle of proverty) ini pertama kali dikenalkan oleh Ragnar Nurkse dalam bukunya yang berjudul Problems Of Capital Formation In Underdeveloped Countries (1953).
Lingkaran kemiskinan didefinisikan sebagai suatu rangkaian kekuatan yang saling mempengaruhi satu sama lain sehingga menimbulkan suatu kondisi di mana sebuah Negara akan tetap miskin dan akan mengalami banyak kesulitan untuk mencapai tingkat pembangunan yang lebih tinggi. Menurut Nurkse, kemiskinan bukan hanya disebabkan oleh tidak adanya pembangunan masa lalu, tetapi kemiskinan juga dapat menjadi faktor penghamabat dalam pembangunan di masa mendatang. Sehubungan dengan hal itu, lahirlah suatu ungkapan nurkse yang sangat terkenal yaitu “a country is poor because it is poor”.
Pada hakikatnya konsep lingkaran kemiskinan menganggap bahwa : 1) ketidakmampuan untuk mengerahkan tabungan yang cukup, 2) kurangnya faktor pendorong untuk kegiatan penanaman modal, dan 3) tingkat pendidikan dan keahlian masyarakat yang relatif masih rendah , merupakan tiga faktor utama yang menghambat proses pembentukan modal dan pembangunan ekonomi di berbagai Negara yanga sedang berkembang.
Gambar 1.1 lingkaran kemiskinan (terlampir) akan memperjelas bagaimana konsep ini mampu menjelaskan dengan baik tentang penyebab kemiskinan yang tidak berkesudahan dan faktor-faktor yang dinilai menjadi penghambat pembangunan di Negara sedang berkembang.

D. PEMBAHASAN
1. Kemiskinan Di Indonesia
Kemiskinan menurut Wikipedia bahasa Indonesia adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
Masalah kemiskinan adalah masalah yang kompleks dan global. di Indonesia masalah kemiskinan seperti tak kunjung usai. masih banyak kita dapati para pengemis dan gelandangan berkeliaran tidak hanya di pedesaan bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta pun pemandangan seperti ini menjadi tontonan setiap hari.
Kini di Indonesia jerat kemiskinan semakin parah. Jumlah kemiskinan di Indonesia pada Maret 2009 saja mencapai 32,53 juta atau 14,15 persen (www.bps.go.id). Kemiskinan bukan semata-mata persoalan ekonomi melainkan kemiskinan kultural dan struktural.
Hari Susanto (2006) mengatakan umumnya instrumen yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang atau sekelompok orang dalam masyarakat tersebut miskin atau tidak bisa dipantau dengan memakai ukuran peningkatan pendapatan atau tingkat konsumsi seseorang atau sekelompok orang. Padahal hakikat kemiskinan dapat dilihat dari berbagai faktor. Apakah itu sosial-budaya, ekonomi, politik, maupun hukum.
Menurut Koerniatmanto Soetoprawiryo menyebut dalam Bahasa Latin ada istilah esse (to be) atau (martabat manusia) dan habere (to have) atau (harta atau kepemilikan). Oleh sebagian besar orang persoalan kemiskinan lebih dipahami dalam konteks habere. Orang miskin adalah orang yang tidak menguasai dan memiliki sesuatu. Urusan kemiskinan urusan bersifat ekonomis semata.
Bila kita cermati kondisi masyarakat dewasa ini. Banyak dari mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Bahkan, hanya untuk mempertahankan hak-hak dasarnya serta bertahan hidup saja tidak mampu. Apalagi mengembangkan hidup yang terhormat dan bermartabat.
Krisis ekonomi yang berkepanjangan menambah panjang deret persoalan yang membuat negeri ini semakin sulit keluar dari jeratan kemiskinan. Hal ini dapat kita buktikan dari tingginya tingkat putus sekolah dan buta huruf. Belum lagi tingkat pengangguran yang meningkat “signifikan.” Jumlah pengangguran terbuka tahun 2007 di Indonesia sebanyak 12,7 juta orang. Ditambah lagi kasus gizi buruk yang tinggi, kelaparan/busung lapar, dan terakhir, masyarakat yang makan “Nasi Aking.”
2. Dampak Kemiskinan
Dampak dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks, diantaranya :
1. Pengangguran.
Dengan banyaknya pengangguran berarti banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan karena tidak bekerja. Karena tidak bekerja dan tidak memiliki penghasilan mereka tidak mampu memenuhi kebutuhan pangannya. Secara otomatis pengangguran telah menurunkan daya saing dan beli masyarakat. Sehingga, akan memberikan dampak secara langsung terhadap tingkat pendapatan, nutrisi, dan tingkat pengeluaran rata-rata.
2. Kekerasan.
Kekerasan-kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini merupakan efek dari pengangguran. Karena seseorang tidak mampu lagi mencari nafkah melalui jalan yang benar dan halal. Ketika tak ada lagi jaminan bagi seseorang dapat bertahan dan menjaga keberlangsungan hidupnya maka jalan pintas pun dilakukan. Misalnya, merampok, menodong, mencuri, atau menipu. belakangan banyak oknum-oknum yang menggunakan modus penipuan melalui sms.
3. Pendidikan
Tingkat putus sekolah yang tinggi merupakan fenomena yang terjadi dewasa ini. Mahalnya biaya pendidikan membuat masyarakat miskin tidak dapat lagi menjangkau dunia sekolah atau pendidikan. Karena untuk makan satu kali sehari saja mereka sudah kesulitan.
Kondisi seperti ini membuat masyarakat miskin semakin terpuruk lebih dalam. Tingginya tingkat putus sekola berdampak pada rendahya tingkat pendidikan seseorang. Dengan begitu akan mengurangi kesempatan seseorang mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Ini akan menyebabkan bertambahnya pengangguran akibat tidak mampu bersaing di era globalisasi yang menuntut keterampilan di segala bidang.
4. Kesehatan
Seperti kita ketahui, biaya pengobatan sekarang sangat mahal. Hampir setiap klinik pengobatan apalagi rumah sakit swasta besar menerapkan tarif atau ongkos pengobatan yang biayanya melangit. Sehingga, biayanya tak terjangkau oleh kalangan miskin.

3. Upaya Pengentasan Kemiskinan Di Indonesia
Seperti telah disinggung di atas bahwa kemiskinan merupakan suatu masalah yang kompleks dan multidimensional yang tak terpisahkan dari pembangunan mekanisme ekonomi, sosial dan politik yang berlaku. Oleh karena itu setiap upaya pengentasan kemiskinan secara tuntas menuntut peninjauan sampai keakar masalah. Jadi, memang tak ada jalan pintas untuk mengentaskan masalah kemiskinan ini. Penanggulanganya tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.
Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009 yang disusun berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK). Disamping turut menandatangani Tujuan Pembangunan Milenium (atau Millennium Development Goals) untuk tahun 2015, dalam RPJM-nya pemerintah telah menyusun tujuan-tujuan pokok dalam pengentasan kemiskinan untuk tahun 2009, termasuk target ambisius untuk mengurangi angka kemiskinan dari 18,2 persen pada tahun 2002 menjadi 8,2 persen pada tahun 2009.
Dalam pelaksanaan program pengentasan nasib orang miskin, keberhasilannya bergantung pada langkah awal dari formulasi kebijakan, yaitu mengidentifikasikan siapa sebenarnya “si miskin” tersebut dan dimana ia berada. Kedua pertanyaan tersebut dapat dijawab dengan melihat profil dari si miskin.
Ada tiga ciri yang menonjol dari kemiskinan di Indonesia. Pertama, banyak rumah tangga yang berada disekitar garis kemiskinan nasional, yang setara dengan PPP AS$1,55-per hari, sehingga banyak penduduk yang meskipun tergolong tidak miskin tetapi rentan terhadap kemiskinan. Kedua, ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan, sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. Banyak orang yang mungkin tidak tergolong miskin dari segi pendapatan dapat dikategorikan sebagai miskin atas dasar kurangnya akses terhadap pelayanan dasar serta rendahnya indikator-indikator pembangunan manusia. Ketiga, mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah Indonesia, perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di Indonesia.
Tiga cara untuk membantu mengangkat diri dari kemiskinan adalah melalui pertumbuhan ekonomi, layanan masyarakat dan pengeluaran pemerintah. Masing-masing cara tersebut menangani minimal satu dari tiga ciri utama kemiskinan di Indonesia, yaitu: kerentanan, sifat multi-dimensi dan keragaman antar daerah (lihat Tabel 1). Dengan kata lain, strategi pengentasan kemiskinan yang efektif bagi Indonesia terdiri dari tiga komponen:
• Membuat Pertumbuhan Ekonomi Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Pertumbuhan ekonomi telah dan akan tetap menjadi landasan bagi pengentasan kemiskinan. Pertama, langkah membuat pertumbuhan bermanfaat bagi rakyat miskin merupakan kunci bagi upaya untuk mengkaitkan masyarakat miskin dengan proses pertumbuhan baik dalam konteks pedesaan-perkotaan ataupun dalam berbagai pengelompokan berdasarkan daerah dan pulau. Hal ini sangat mendasar dalam menangani aspek perbedaan antar daerah. Kedua, dalam menangani ciri kerentanan kemiskinan yang berkaitan dengan padatnya konsentrasi distribusi pendapatan di Indonesia, apapun yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat akan dapat dengan cepat mengurangi angka kemiskinan serta kerentanan kemiskinan.
Membuat pertumbuhan bermanfaat bagi masyarakat miskin memerlukan langkah untuk membawa mereka pada jalan yang efektif untuk keluar dari kemiskinan. Hal ini berarti memanfaatkan transformasi struktural yang sedang berlangsung di Indonesia yang ditandai oleh dua fenomena. Pertama, sedang terjadi pergeseran dari kegiatan yang berbasis pedesaan ke kegiatan yang berbasis perkotaan. Kedua, telah terjadi pergeseran yang menonjol dari kegiatan bertani (farm) ke kegiatan non-tani (non-farm). Transformasi ini menunjukan adanya dua jalan penting yang telah diambil oleh rumah tangga untuk keluar dari kemiskinan di Indonesia.
1. Peningkatan produktivitas pertanian.
2. Peningkatan produktivitas non-pertanian, baik di daerah perkotaan maupun di daerah pedesaan yang “dikotakan” dengan cepat.
• Membuat Layanan Sosial Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Penyediaan layanan sosial bagi rakyat miskin baik oleh sektor pemerintah ataupun sektor swasta-adalah mutlak dalam penanganan kemiskinan di Indonesia. Pertama, hal itu merupakan kunci dalam menyikapi dimensi non-pendapatan kemiskinan di Indonesia. Indikator pembangunan manusia yang kurang baik, misalnya Angka Kematian Ibu yang tinggi, harus diatasi dengan memperbaiki kualitas layanan yang tersedia untuk masyarakat miskin. Hal ini lebih dari sekedar persoalan yang bekaitan dengan pengeluaran pemerintah, karena berkaitan dengan perbaikan sistem pertanggungjawaban, mekanisme penyediaan layanan, dan bahkan proses kepemerintahan. Kedua, ciri keragaman antar daerah kebanyakan dicerminkan oleh perbedaan dalam akses terhadap layanan, yang pada akhirnya mengakibatkan adanya perbedaan dalam pencapaian indikator pembangunan manusia di berbagai daerah. Dengan demikian, membuat layanan masyarakat bermanfaat bagi rakyat miskin merupakan kunci dalam menangani masalah kemiskinan dalam konteks keragaman antar daerah.
Membuat layanan bermanfaat bagi masyarakat miskin memerlukan perbaikan sistem pertanggungjawaban kelembagaan dan memberikan insentif bagi perbaikan indikator pembangunan manusia. Saat ini, penyediaan layanan yang kurang baik merupakan inti persoalan rendahnya indikator pembangunan manusia, atau kemiskinan dalam dimensi non-pendapatan, seperti buruknya pelayanan kesehatan dan pendidikan. Bidang lain yang memerlukan perhatian adalah perbaikan akses bagi masyarakat miskin terhadap pelayanan untuk menekan kesenjangan antar daerah dalam hal indikator pembangunan manusia. Di bidang pendidikan, salah satu masalah kunci adalah tingginya angka putus sekolah di masyarakat miskin pada saat mereka melanjutkan pendidikan dari SD ke SMP. Dalam menyikapi aspek multidimensional kemiskinan, upaya-upaya hendaknya diarahkan pada perbaikan penyediaan layanan, khususnya perbaikan kualitas layanan itu sendiri. Upaya-upaya tersebut dapat di wujudkan dalam bentuk :
1. Meningkatkan tingkat partisipasi sekolah menengah pertama
2. Layanan kesehatan dasar yang lebih baik untuk masyarakat miskin maupun untuk penyedia layanan.
3. Memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat miskin dalam mengakses air bersih dan sanitasi.
4. Perjelas tanggungjawab fungsional dalam penyediaan layanan.
5. Perbaiki penempatan dan manajemen PNS.
6. Berikan insentif lebih besar untuk para penyedia layanan.
• Membuat Pengeluaran Pemerintah Bermanfaat bagi Rakyat Miskin.
Di samping pertumbuhan ekonomi dan layanan sosial, dengan menentukan sasaran pengeluaran untuk rakyat miskin, pemerintah dapat membantu mereka dalam menghadapi kemiskinan (baik dari segi pendapatan maupun non-pendapatan). Pertama, pengeluaran pemerintah dapat digunakan untuk membantu mereka yang rentan terhadap kemiskinan dari segi pendapatan melalui suatu sistem perlindungan sosial modern yang meningkatkan kemampuan mereka sendiri untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi. Kedua, pengeluaran pemerintah dapat digunakan untuk memperbaiki indikator-indikator pembangunan manusia, sehingga dapat mengatasi kemiskinan dari aspek non-pendapatan. Membuat pengeluaran bermanfaat bagi masyarakat miskin sangat menentukan saat ini, terutama mengingat adanya peluang dari sisi fiscal yang ada di Indonesia saat kini.
Pengurangan subsidi BBM merupakan langkah besar ke arah pengeluaran publik pemerintah yang lebih berpihak pada masyarakat miskin. Sampai saat ini, pengeluaran pemerintah tidak selalu bisa secara efektif mengatasi kendala yang dihadapi masyarakat miskin untuk keluar dari kemiskinan. Ketika pemerintah memperoleh kelonggaran fiskal menyusul realokasi subsidi BBM yang regresif, penting untuk memastikan bahwa pengeluaran tersebut benar-benar berdampak positif bagi masyarakat miskin. Sekarang pemerintah mempunyai kesempatan untuk menangani masalah kerentanan tinggi masyarakat miskin di Indonesia dengan cara mengarahkan belanja pemerintah ke dalam sistem jaminan sosial yang mampu mengurangi kerentanan tersebut. Salah satu komponen penting dari realokasi pengeluaran pemerintah adalah memusatkan perhatian pada upaya peningkatan penghasilan masyarakat miskin. Pengeluaran pemerintah yang bisa berdampak langsung pada peningkatan penghasilan juga akan berdampak positif pada penanganan kemiskinan. Salah satu prioritas yang bisa dikedepankan-dan telah dimulai oleh pemerintah-ialah memperluas cakupan pembangunan berbasis masyarakat (community driven development atau CDD).

E. PENUTUP
1. Kesimpulan
• Kemiskinan menurut Wikipedia bahasa Indonesia adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan.
• Dampak dari kemiskinan terhadap masyarakat umumnya begitu banyak dan kompleks, diantaranya : pengangguran, kekerasan, masalah pendidikan dan masalah kesehatan.
• Komitmen pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2005-2009 yang disusun berdasarkan Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan (SNPK).
• Ada tiga ciri yang menonjol dari kemiskinan di Indonesia. Pertama, banyak rumah tangga yang berada disekitar garis kemiskinan nasional. Kedua, ukuran kemiskinan didasarkan pada pendapatan, sehingga tidak menggambarkan batas kemiskinan yang sebenarnya. Ketiga, mengingat sangat luas dan beragamnya wilayah Indonesia, perbedaan antar daerah merupakan ciri mendasar dari kemiskinan di Indonesia.
• Tiga cara untuk membantu mengangkat diri dari kemiskinan adalah melalui pertumbuhan ekonomi, layanan masyarakat dan pengeluaran pemerintah.

2. Saran
• Masalah kemiskinan hendaknya menjadi prioritas agar tidak menimbulkan masalah-maslah lain.
• Dalam hal pengentasan kemiskinan perlu diperhitungkan kebijakan-kebijakan apa yang cocok dengan profil kemiskinan yang sedang dihadapi.

LAMPIRAN

Gambar 1.1
Lingkaran Kemiskinan

(3)

(1)

(2)

Tabel 1 Pendekatan untuk menyikapi masalah-masalah kemiskinan di Indonesia

Dimensi kemiskinan Indonesia

Kerentanan Sifat multi-dimensi Keragaman antar daerah

Pertumbuhan ekonomi

Layanan sosial

Pengeluaran pemerintah

Catatan: Menunjukkan kaitan antara area tematik dengan aspek kemiskinan; menunjukkan kaitan penting/erat, menunjukkan kaitan yang kurang erat.

DAFTAR PUSTAKA
Basri, Faisal. 1995. Perekonomian Indonesia Menjelang Abad XXI. Erlangga : Jakarta.
http://www.bps.go.id
http://www.wikipedia.com

http://www.ekonomirakyat.org/index4.php

http://els.bappenas.go.id/upload/other/MDGs%20dan%20Masalah%20Kemiskinan%20di%20Indonesia.htm

 
avatar Tidak diketahui

tugas 15

Peta Perekonomian Indonesia

 

A.   Keadaan Geografis Indonesia
 
·         Indonesia terdiri dari berbagai pulau besar dan pulau kecil
 
Indonesia memiliki sekitar 17.504 pulau (menurut data tahun 2004). Indonesia adalah negara dengan iklim tropis.  Dan Indonesia merupakan Negara dengan letak geografis yang strategis karena diapit oleh 2 samudera (samudera pacific dan samudera hindia), serta juga diapit oleh 2 benua ( benua asia dan australia). Indonesia terdiri dari 5 pulau besar, yaitu: JawaSumatra,KalimantanSulawesi, dan Irian Jaya dan rangkaian pulau-pulau ini disebut pula sebagai kepulauan Nusantara atau kepulauan Indonesia.
 
Sebagian ahli membagi Indonesia atas tiga wilayah geografis utama yakni:
              –  Kepulauan Sunda Besar meliputi pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi.
                     Kepulauan Sunda Kecil meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur.
                   –   Kepulauan Maluku dan Irian
 
      Karena kondisi geografis Indonesia yang strategis itulah, dapat menjadi modal untuk expansi bisnis Indonesia ke dunia Internasional.
 
·         Indonesia terletak di daratan tropika dengan curah hujan yang tinggi dan hanya    dibedakan ke dalam 2 musim hujan setiap tahun
 
          Indonesia mempunyai iklim tropis basah yang dipengaruhi oleh angin monsun barat dan      monsun    timur. Dari bulan November hingga Mei, angin bertiup dari arah Utara Barat Laut           membawa banyak uap air dan hujan di kawasan Indonesia; dari Juni hingga Oktober angin          bertiup dari Selatan Tenggara kering, membawa sedikit uap air. Suhu udara di dataran rendah          Indonesia berkisar antara 23 derajat Celsius sampai 28 derajat Celsius sepanjang tahun.
Namun suhu juga sangat bevariasi; dari rata-rata mendekati 40 derajat Celsius pada musim kemarau di
lembah Palu – Sulawesi dan di pulau Timor sampai di bawah 0 derajat Celsius di Pegunungan
Jayawijaya – Irian. Terdapat salju abadi di puncak-puncak pegunungan di Irian:    Puncak Trikora
(Mt. Wilhelmina – 4730 m) dan Puncak Jaya (Mt. Carstenz, 5030 m).
 
Ada 2 musim di Indonesia yaitu musim hujan dan musim kemarau, pada beberapa tempat dikenal musim pancaroba, yaitu musim di antara perubahan kedua musim tersebut.
 
 
Curah hujan di Indonesia rata-rata 1.600 milimeter setahun, namun juga sangat bervariasi; dari lebih dari 7000 milimeter setahun sampai sekitar 500 milimeter setahun di daerah Palu dan Timor. Daerah yang curah hujannya rata-rata tinggi sepanjang tahun adalah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, sebagian Jawa barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara dan delta Mamberamo di Irian.
Setiap 3 sampai 5 tahun sekali sering terjadi El-Nino yaitu gejala penyimpangan cuaca yang menyebabkan musim kering yang panjang dan musim hujan yang singkat. Setelah El Nino biasanya diikuti oleh La Nina yang berakibat musim hujan yang lebat dan lebih panjang dari biasanya. Kekuatan El Nino berbeda-beda tergantung dari berbagai macam faktor, antara lain indeks Osilasi selatan atau Southern Oscillation.
 
·                  Indonesia mempunyai sumber pertambangan yang amat berharga
Berbagai sumber pertambangan yang amat berharga , seperti minyak-gas alam , batu bara , timah, tembaga, dan sumber tambang lainnya, merupakan kekayaan alam yang dimiliki Indonesia sebagaimana terlihat dalam tabel 1 meliputi lokasi serta jenis tambangnya , antara lain :
 
 
Jenis Bahan Tambang      Lokasi Tambang
 
Aspal Alam                –>Sulawesi Tenggara
Batu Bara                   –>Sum.Barat&Sum Selatan
Bauksit                       –>Riau
Nikel                          –>Sulawesi selatan, maluku
Timah                         –>Sum.selatan&riau
Mangan                      –>Jawa barat, D.I Yogyakarta
Tembaga                    –>Irian Jaya
Pasir Besi                   –>Jawa Tengah

B.       Mata Pencaharian
 
·         Indonesia adalah negara agraris
]
Indonesia juga dikatakan sebagai negara agraris, sebab negara kita begitu besar akan hasil pangannya contohnya beras dan umbi-umbian. Dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang bermata pencaharian di bidang pertanian dan luasnya lahan Indonesia untuk di jadikan lahan pertanian, tetapi tetap saja Indonesia masih mengimpor beras dari luar negri. Dengan ini bukan hanya saja petani di Indonesia yang dirugikan tetapi pengusaha yang bergelut dalam bidang ini juga akan merugi. Pemerintah harus bekerja keras untuk memajukan lagi pertanian di Indonesia, karena Indonesia termasuk negara penghasil pangan terbanyak. Dulunya pada tahun 80-an Indonesia bisa menjadi negara berswambada beras.
 
 
 
 
 
 
·         Sebagian besar penduduk Indonesia mata pencaharian pokoknya adalah bertani
 
Indonesia adalah salah satu negara yang dilintasi garis khatulistiwa dan berada diantara benua Asian dan Australia serta Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Indonesia juga merupakan negara kepulauan terbesar di dunia. Indonesia memiliki luas daratan 1.922.570 km² sedangkan luar perairannya 3.257.483 km². Dari luas daratan dan luas wilayah perairan tersebut maka mata pencaharian penduduk Indonesia pun beragam. Ada yang bermata pencaharian pertanian, perkebunan, perternakan, perikanan, dan ada pula yang bermata pencaharian sebagai pekerja kantoran seperti di kota-kota besar di Indonesia. Namun demikian, lebih kurang 70% mata pencaharian penduduk Indonesia adalah dalam bidang pertanian.
 
C.   Sumber Daya Manusia
·     
·      Laju pertumbuhan penduduk
 
       Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan “per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
 
       Pertumbuhan penduduk merupakan salah satu faktor yang penting dalam masalah sosial ekonomi umumnya dan masalah penduduk pada khususnya. Karena di samping berpengaruh terhadap jumlah dan komposisi penduduk juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi suatu daerah atau negara maupun dunia.
 
       Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan penduduk suatu wilayah atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu, dinyatakan dalam persentase.
Nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. Ini dapat dituliskan dalam rumus: P = Poekt
 
·      Penyebaran penduduk
 
       Penyebaran penduduk dapatlah diartikan pindahnya penduduk dari satu tempat ke tempat lain oleh apapun sebabnya, yang akan mengakibatkan terjadinya perubahan penduduk. Prosesnya dengan imigrasi atau emigrasi dan transmigrasi.
 
       Tidak meratanya penyebaran penduduk di Indonesia ini, sebagian besar penduduk terpusatkan di Pulau Jawa , ini membuktikan bahwa di satu pihak pula Jawa sudah kelebihan penduduk(over populated) , sedangkan dipihak lain artinya di Pulau luar Jawa justru kekurangan penduduk (under populated). Penyebaran Penduduk yang tidak merata ini menyebabkan akibat-akibat sebagai berikut :
Di Pulau Jawa
 
–        Karena terlalu banyaknya tenaga kerja , timbul persaingan sehingga upah cenderung rendah dan disamping itu jumlah pengangguran yang meningkat
–        Rendahnya upah serta meningkatnya pengangguran , merupakan salah satu penyebab meningkatnya gejala kriminalitas , hal ini mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat
 
Di luar Pulau Jawa
–        Kurangnya tenaga kerja sebagai akibat kurangnya penduduk telah menyebabkan upah tenaga kerja cenderung tinggi yang merupakan salah satu penyebab tingginya biaya produksi di daerah luar pulau Jawa , disamping masih tingginya biaya angkut melalui laut.
–        Kurangnya tenaga kerja yang dirasakan telah mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi di daerah yang disebabkan karena pertumbuhan industry yang lamban
 
·            Angkatan kerja
 
       Angkatan kerja adalah penduduk usia produktif yang berusia 15-64 tahun yang sudah mempunyai pekerjaan tetapi sementara tidak bekerja, maupun yang sedang aktif mencari pekerjaan. Angkatan kerja dikelompokkan menjadi 4 golongan, yaitu :
–   Mereka yang bekerja penuh adalah angkatan kerja yang aktif menyumbangkan tenaganya dalam kegiatan produksi.
–   Pengangguran terbuka atau open unemployment adalah mereka yang sama sekali tidak bekerja, tetapi sedang mencari pekerjaan (sewaktu-waktu siap bekerja)
–   Setengah menganggur atau under unemployment adalah mereka yang bekerja tidak sesuai dengan pendidikan/keahliannya atau tidak menggunakan sepenuh tenaganya karena kekurangan lapangan perkerjaan. Contoh : Seorang sarjana bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya.
–   Pengangguran tersembunyi/tersamar atau disebut disguise employment, artinya suatu pekerjaan dikerjakan oleh pekerja yang berlebihan sehingga mereka tidak bekerja maksimal.
 
·            Sistem pendidikan
 
       Pelaksanaan pendidikan nasional berlandaskan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.           

*Jalur Pendidikan
      
Jalur pendidikan terdiri atas:  
1. pendidikan formal, 
2. nonformal, dan       
3. informal.
Jalur Pendidikan Formal         
Jenjang pendidikan formal terdiri atas:          
1. pendidikan dasar,   
2. pendidikan menengah,      
3. dan pendidikan tinggi.
Jenis pendidikan mencakup:  
1. pendidikan umum, 
2. kejuruan,    
3. akademik,  
4. profesi,       
5. vokasi,        
6. keagamaan, dan    
7. khusus.
       Sistem pendidikan yang ada di Indonesia sudah di susun sedemikian rupa agar peserta didik yang tidak lain adalah anak bangsa bisa bersaing pada persaingan global yang makin lama makin ketat dalam persaingan terutama di bidang ilmu dan teknologi. Dari situlah system pendidikan di Indonesia perlu mendapatkan perhatian khusus agar bisa bersaing dengan Negara-negara berkembang bahkan denga dengan Negara maju.
 
 
D.   Investasi
 
       Untuk memperoleh suatu pertumbuhan ekonomi yang tinggi dalam proses pembangunan di Indonesia, terkumpulnya modal dan sumber daya sebagai investasi, menduduki peran yang sangat penting. Bagaimana kita dapat melakukan pembangunan jika dana yang diperlukan untuk itu tidak tersedia atau mencukupi ?
 
       Dalam kondisi tertentu masih sulit untuk menharapkan dana investasi dari masyarakat. Untuk itulah pemerintah memerlukan dana yang besar dari selisih penerimaan dan pengeluaran/biaya rutin pemerintah. Namun sayangnya pemerintahtidak dapat terus-menerus mengandalkan tabungan pemerintah tersebut. Perlu dilakukan upaya-upaya tambahan guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan. Upaya-upaya tersebut adalah :
·      Lebih mengembangkan ekspor komoditi non-migas, sehingga secara absolut dapat menigkatkan penerimaan pemerintah dari sektor luar negeri. Untuk menunjang langkah ini perlu diusahaan penigkatan nilai tambah dan kemampuan bersaing dari komoditi-komoditi yang akan diekspor tersebut.
·      Mengusahakan adanya pinjaman luar negeri yang memiliki syarat lunak, serta menggunakannya untuk kegiatan investasi yang menganut prinsip prioritas.
·      Menciptakan iklim investasi yang menarik dan aman bagi para penanam modal asing, sehingga makin banyak PMA yang masuk ke Indonesia
·      Lebih menggiatkan dan menyempurkan sistem perpajakan dan perkreditan, terutama kredit untuk golongan ekonomi lemah, agar mereka secepatnya dapat berjalan bersama dengan para pengusaha besar dalam rangka peningkatan produktifitas.        
                    Aris Budi Setyawan, 1997, Perekonomian Indonesia, LPFE Universitas Gunadarma, Jakarta       
avatar Tidak diketahui

STRUKTUR PRODUKSI, DISTRIBUSI PENDAPATAN DAN KEMISKINAN

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

 

Struktur Produksi
Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa   pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
Sejalan dengan perkembangan pembangunan ekonomi struktur produksi suatu perekonomian cenderung mengalami perubahan dari dominasi sektor primer menuju dominasi sektor sekunder dan tersier. Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
·         Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
·         Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
·         Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
 
Pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.

Konsep Perhitungan
Berikut adalah beberapa konsep perhitungan pendapatan nasional :
1) Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Produk (PDB/GDP)Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) yaitu jumlah suatu produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan dari GDP bersifat bruto/kotor.
2) Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
PNB = PDB + Pendapatan faktor produksi luar negeri – Pembayaran Faktor produksi luar negeri
3) Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi yang umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
NNP = GNP – Depresiasi
4) Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung( subsidi ).
NNI = NNP – Pajak Langsung

5) Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) yaitu pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahn ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan laba ditahan, dikurangi Pembayaran asuransi ditambah dengan pendapatan bunga personal dari pemerintah dan konsumen ditambah dari penerimaan bukan balas jasa.
PI = NNI – Laba ditahan – Pembayaran asuransi + Pendapatan bunga personal + Penerimaan Bukan balas jasa.

6) Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Disposable Income adalah pendapatan yang siap untuk membeli barang dan jasa. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak pendapatan personal (Pajak Langsung). Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI – Pajak pendapatan prsonal.

 
Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan
 
Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.
Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.
 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
 
Adapun secara umum penyebab kemiskinan diantaranya:
 
1.     Kemalasan.
2.     Kebodohan dan pemborosan.
3.     Bencana alam.
4.     Kejahatan, misalnya dirampok
5.     Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetika orang tua, tempat lahir, kondisi orang tua yang miskin
 
Definisi kemiskinan menurut beberapa ahli
– Menurut Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial.
– Menurut Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
– Menurut Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
– Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
– Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.
– Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin
– SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
1. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
2. gangguan dan tingginya risiko kesehatan,
3. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya,
4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak, dan
5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial,
 
Kesimpulan
Pengkontrolan dalam sruktur produksi, distribusi pendapatan dan kemiskinan sangatlah penting agar dlm praktik produksi tidak terjadi celah kecurangan ataupun kesalahan teknis karena struktur rantai produksi yg panjang serta bertingkat , sedangkan dlm distribusi pendapatan disini adalah kontrol bagaimana pendapatan di efisiensikan dlm pendistribusiannya, agar dpt mengetahui jumlah dr penjalan distribusi yg masih dlm kategori miskin/kekurangan Sehingga dpt mengukur dan menstatistikan jumlah masyarakat miskin ataupun besar jumlah arus distribusi dlm setiap strukturnya.
 
avatar Tidak diketahui

tugas 13

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

 

SUMBER DAYA MANUSIA
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan.
 
Ada dua hal penting menyangkut kondisi SDM Indonesia, yaitu:
 
  • Adanya ketimpangan antara jumlah kesempatan kerja dan angkatan kerja jumlah angkatan kerja nasional pada krisis ekonomi tahun pertama (1998).
  •  Tingkat pendidikan angkatan kerja yang ada masih relatif rendah. Struktur pendidikan angkatan kerja Indonesia masih didominasi pendidikan dasar yaitu sekitar 63,2 %. Kedua masalah tersebut menunjukkan bahwa ada kelangkaan kesempatan kerja dan rendahnya kualitas angkatan kerja secara nasional di berbagai sektor ekonomi.
Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan yang tinggi pula. Laju pertumbuhan penduduk Indonesia tahun 2000-2010 sebesar 1,48 persen pertahun. Artinya bahwa setiap tahunnya antara tahun 2000 sampai 2010 jumlah penduduk Indoneisa bertambah sebesar 1,48 persennya.
Dengan jumlah penduduk sebesar 237,6 juta jiwa tersebut, membuat Indonesia tetap sebagai negara berpenduduk terbanyak setelah RRC, India dan Amerika Serikat. Pada tingkat penyebaran penduduk di Indonesia pun belum seimbang di setiap wilayah. Masih belum jelas masalah pemerataan, penduduk yang berada di desa pun sebagian memilih urbanisasi. Tidak heran lagi karena jumlah penduduk tidak sama dengan jumlah lowongan pekerjaan yang ada, sehingga terjadinya pengangguran. Inilah alasan yang real mengapa urbanisasi masih terjadi secara berlebihan.
Perpindahan dari desa ke kota (urabanisasi) masih menggiurkan karena sebagian dari mereka beranggapan kehidupan di kota itu lebih layak daripada di desa. Pada kenyataanya tidak demikian, mungkin sebagian itu benar.  Ini pula yang memicu tingkat kemiskinan di Indonesia makin meningkat di setiap tahun. Faktor ini pula lah yang menyebabkan tingkat kriminalitas terjadi. Hanya demi sesuap nasi dan kesenangan semata mereka berani berbuat perbuatan tercela tersebut.
 
Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat. Secara garis besar penduduk suatu negara dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu tenaga kerja dan bukan tenaga kerja. Penduduk tergolong tenaga kerja jika penduduk tersebut telah memasuki usia kerja. Batas usia kerja yang berlaku di Indonesia adalah berumur 15 tahun – 64 tahun. 
 
Masalah ketenagakerjaan di Indonesia:

·  Rendahnya kualitas tenaga kerja
Kualitas tenaga kerja dalam suatu negara dapat ditentukan dengan melihat tingkat pendidikan negara tersebut. Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia, tingkat pendidikannya masih rendah. Hal ini menyebabkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi rendah. Minimnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menyebabkan rendahnya produktivitas tenaga kerja, sehingga hal ini akan berpengaruh terhadap rendahnya kualitas hasil produksi barang dan jasa.
 ·   Jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja

Meningkatnya jumlah angkatan kerja yang tidak diimbangi oleh perluasan lapangan kerja akan membawa beban tersendiri bagi perekonomian. Angkatan kerja yang tidak tertampung dalam lapangan kerja akan menyebabkan pengangguran. Padahal harapan pemerintah, semakin banyaknya jumlah angkatan kerja bisa menjadi pendorong pembangunan ekonomi.
·   Persebaran tenaga kerja yang tidak merata
Sebagian besar tenaga kerja di Indonesia berada di Pulau Jawa. Sementara di daerah lain masih kekurangan tenaga kerja, terutama untuk sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan.Dengan demikian di Pulau Jawa banyak terjadi pengangguran, sementara di daerah lain masih banyak sumber daya alam yang belum dikelola secara maksimal.
·   Pengangguran
Terjadinya krisis ekonomi di Indonesia banyak mengakibatkan industri di Indonesia mengalami gulung tikar. Akibatnya, banyak pula tenaga kerja yang berhenti bekerja. Selain itu, banyaknya perusahaan yang gulung tikar mengakibatkan semakin sempitnya lapangan kerja yang ada. Di sisi lain jumlah angkatan kerja terus meningkat. Dengan demikian pengangguran akan semakin banyak.
Sistem pendidikan
Indonesia menempati peringkat terendah di dunia, berada di posisi terbawah bersama Meksiko dan Brasil. Sedangkan Inggris menempati posisi keenam. Karena sistem pendidikan di Indonesia belum spesifik. Melihat dari sistem pendidikan yang berhasil, studi itu menyimpulkan bahwa mengeluarkan biaya adalah hal penting namun tidak sepenting memiliki budaya yang mendukung pendidikan.
Biaya adalah ukuran yang mudah tetapi yang lebih kompleks dampak yang lebih kompleks adalah perilaku masyarakat terhadap pendidikan, hal itu dapat membuat perbedaan besar.
 
Kesimpulan : Jumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dengan laju pertumbuhan yang tinggi pula. Penyebaran lowongan pekerjaan yang belum merata menyebabkan pengangguran dimana-mana. Pengangguran disebabkan karena skill yang dimiliki tidak sesuai dengan permintaan suatu lowongan kerja. Alangkah baiknya, kita mulai mengasah kemampuan diri agar tidak ada peningkatan pengangguran kelak nanti J
 
 Sumber :
avatar Tidak diketahui

tugas 12

STRUKTUR PRODUKSI

 

Struktur produksi adalah logika proses produksi, yang menyatakan hubungan antara beberapa   pekerjaan pembuatan komponen sampai menjadi produk akhir, yang biasanya ditunjukkan dengan menggunakan skema. Struktur produksi nasional dapat dilihat menurut lapangan usaha dan hasil produksi kegiatan ekonomi nasional. Berdasarkan lapangan usaha struktur produksi nasional terdiri dari sebelas lapangan usaha dan berdasarkan hasil produksi nasional terdiri dari 3 sektor, yakni sektor primer, sekunder, dan tersier.
 
Perubahan struktur produksi dapat terjadi karena :
·       Sifat manusia dalam perilaku konsumsinya yang cenderung berubah dari konsumsi barang barang pertanian menuju konsumsi lebih banyak barang-barang industri
·       Perubahan teknologi yang terus-menerus, dan
·       Semakin meningkatnya keuntungan komparatif dalam memproduksi barang-barang industri.
 
Struktur produksi nasional pada awal tahun pembangunan jangka panjang ditandai oleh peranan sektor primer, tersier, dan industri. Sejalan dengan semakin meningkatnya proses pembangunan ekonomi maka pada akhir Pelita V atau kedua, struktur produksi nasional telah bergeser dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder.
 
Pendapatan nasional
Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode,biasanya selama satu tahun.
 
Konsep Perhitungan
Berikut adalah beberapa konsep perhitungan pendapatan nasional :
1) Produk Domestik Bruto/Gross Domestik Produk (PDB/GDP)
Produk domestik bruto (Gross Domestic Product) yaitu jumlah suatu produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit-unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun. Barang-barang yang dihasilkan termasuk barang modal yang belum diperhitungkan penyusutannya, karena jumlah yang didapatkan dari GDP bersifat bruto/kotor.
2) Produk Nasional Bruto (GNP)
Produk Nasional Bruto (Gross National Product) atau PNB yaitu meliputi nilai-nilai produk yang berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk selama satu tahun, termasuk hasil-hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
PNB = PDB + Pendapatan faktor produksi luar negeri – Pembayaran Faktor produksi luar negeri
3) Produk Nasional Neto (NNP)
Produk Nasional Neto (Net National Product) adalah penggantian barang modal/penyusutan bagi peralatan produksi yang dipakai dalam proses produksi yang umumnya bersifat taksiran sehingga mungkin saja kurang tepat dan dapat menimbulkan kesalahan meskipun relatif kecil.
NNP = GNP – Depresiasi
4) Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Pendapatan Nasional Neto (Net National Income) adalah pendapatan yang dihitung berdasarkan jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakt sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurang pajak langsung( subsidi ).
NNI = NNP – Pajak Langsung

5) Pendapatan Perseorangan (PI)
Pendapatan perseorangan (Personal Income) yaitu pendapatan yang diterima oleh masyarakat. Pendapatan perseorangan juga menghitung pembayaran transfer (transfer payment). Transfer payment adalah penerimaan-penerimaan yang bukan merupakan balas jasa produksi tahn ini, melainkan diambil dari sebagian pendapatan nasional tahun lalu. Untuk mendapatkan jumlah pendapatan perseorangan, NNI harus dikurangi dengan laba ditahan, dikurangi Pembayaran asuransi ditambah dengan pendapatan bunga personal dari pemerintah dan konsumen ditambah dari penerimaan bukan balas jasa.
PI = NNI – Laba ditahan – Pembayaran asuransi + Pendapatan bunga personal + Penerimaan Bukan balas jasa.

6) Pendapatan yang siap dibelanjakan (DI)
Disposable Income adalah pendapatan yang siap untuk membeli barang dan jasa. Disposable income ini diperoleh dari personal income (PI) dikurangi dengan pajak pendapatan personal (Pajak Langsung). Pajak langsung (direct tax) adalah pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain, artinya harus langsung ditanggung oleh wajib pajak, contohnya pajak pendapatan. DI = PI – Pajak pendapatan prsonal.

 
Siklus Aliran Pendapatan (Circular Flow)
Siklus aliran pendapatan adalah sebuah model yang menggambarkan bagaimana interaksi antarpara pelaku ekonomi menghasilkan pendapatan yang digunakan sebagai pengeluaran dalam upaya maksimalkan nilai guna (utility) masing-masingh para pelaku ekonomi.
 
Model Circular Flow  membagi perekonomian menjadi 4 sektor :
1.     Sektor rumah tangga (households sector), yang terdiri atas sekumpulan individu yang dianggap homogen dan identik.
2.     Sektor perusahaan (Firms sector), yang terdiri atas sekumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa.
3.     Sektor pemerintah (Government sector), yang memiliki kewenangan politik untuk mengatur kegitan masyarakat dan perusahaan.
4.     Sektor luar negeri (foreign sector), yaitu sektor perekonomian dunia, dimana perekonomian melakukan transaksi ekspor-impor.
 
 
Sumber : Pengantar ekonomi edisi ketiga (Prathama Rhardja, Mandala Manurung)

               http://tantitrisetianingsih.blogspot.com/2012/04/struktur-produksi-distribusi-pendapatan.html

avatar Tidak diketahui

tugas 11

STRUKTUR PRODUKSI

 
Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan
 
Masalah besar yang dihadapi negara sedang berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan. Membiarkan kedua masalah tersebut berlarut-larut akan semakin memperparah keadaan, dan tidak jarang dapat menimbulkan konsekuensi negatif terhadap kondisi sosial dan politik.
Masalah kesenjangan pendapatan dan kemiskinan tidak hanya dihadapi oleh negara sedang berkembang, namun negara maju sekalipun tidak terlepas dari permasalahan ini. Perbedaannya terletak pada proporsi atau besar kecilnya tingkat kesenjangan dan angka kemiskinan yang terjadi, serta tingkat kesulitan mengatasinya yang dipengaruhi oleh luas wilayah dan jumlah penduduk suatu negara. Semakin besar angka kemiskinan, semakin tinggi pula tingkat kesulitan mengatasinya. Negara maju menunjukkan tingkat kesenjangan pendapatan dan angka kemiskinan yang relative kecil dibanding negara sedang berkembang, dan untuk mengatasinya tidak terlalu sulit mengingat GDP dan GNP mereka relative tinggi. Walaupun demikian, masalah ini bukan hanya menjadi masalah internal suatu negara, namun telah menjadi permasalahan bagi dunia internasional.
 
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.
 
Adapun secara umum penyebab kemiskinan diantaranya:
 
1.     Kemalasan.
2.     Kebodohan dan pemborosan.
3.     Bencana alam.
4.     Kejahatan, misalnya dirampok
5.     Genetik dan dikehendaki Tuhan, baik genetika orang tua, tempat lahir, kondisi orang tua yang miskin
 
Definisi kemiskinan menurut beberapa ahli
Menurut Sallatang (1986) kemiskinan adalah ketidakcukupan penerimaan pendapatan dan pemilikan kekayaan materi, tanpa mengabaikan standar atau ukuran-ukuran fisiologi, psikologi dan sosial.
Menurut Esmara (1986) mengartikan kemiskinan ekonomi sebagai keterbatasan sumber-sumber ekonomi untuk mempertahankan kehidupan yang layak. Fenomena kemiskinan umumnya dikaitkan dengan kekurangan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan hidup yang layak.
Menurut Basri (1995) bahwa kemiskinan pada dasarnya mengacu pada keadaan serba kekurangan dalam pemenuhan sejumlah kebutuhan, seperti sandang, pangan, papan,
pekerjaan, pendidikan, pengetahuan, dan lain sebagainya.
Menurut Badan Pusat Statistik (2000), kemiskinan didefinisikan sebagai pola konsumsi yang setara dengan beras 320 kg/kapita/tahun di pedesaan dan 480 kg/kapita/tahun di daerah perkotaan.
Poli (1993) menggambarkan kemiskinan sebagai keadaan ketidakterjaminan pendapatan, kurangnya kualitas kebutuhan dasar, rendahnya kualitas perumahan dan aset-aset produktif, ketidakmampuan memelihara kesehatan yang baik, ketergantungan dan ketiadaan bantuan, adanya perilaku antisosial (anti-social behavior), kurangnya dukungan jaringan untuk mendapatkan kehidupan yang baik, kurangnya infrastruktur dan keterpencilan, serta ketidakmampuan dan keterpisahan.
Bappenas dalam dokumen Strategi Nasional Penanggulangan Kemiskinan juga mendefinisikan masalah kemiskinan bukan hanya diukur dari pendapatan, tetapi juga masalah kerentanan dan kerawanan orang atau sekelompok orang, baik laki-laki maupun perempuan untuk menjadi miskin
SPECKER (1993) mengatakan bahwa kemiskinan mencakup beberapa hal yaitu :
1. kekurangan fasilitas fisik bagi kehidupan yang normal
2. gangguan dan tingginya risiko kesehatan,
3. risiko keamanan dan kerawanan kehidupan sosial ekonomi dan lingkungannya,
4. kekurangan pendapatan yang mengakibatkan tidak bisa hidup layak, dan
5. kekurangan dalam kehidupan sosial yang dapat ditunjukkan oleh ketersisihan sosial
 
 
avatar Tidak diketahui

tugas 10

PERTUMBUHAN EKONOMI

 
Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Cara Mengukur Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat diukur dengan cara membandingkan, misalnya untuk ukuran nasional, Gross National Product (GNP), tahun yang sedang berjalan dengan tahun sebelumnya.
Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi adalah:
 
  • Faktor Sumber Daya Manusia
Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
  • Faktor Sumber Daya Alam
Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
  • Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
 
  • Faktor Budaya
Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
 
  • Sumber Daya Modal
Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
 
avatar Tidak diketahui

tugas 9

Pengeluaran Publik

Kajian Pengeluaran Publik
Sejak krisis keuangan Asia pada akhir tahun 1990-an, yang memiliki andil atas jatuhnya rezim Suharto pada bulan Mei 1998, keuangan publik Indonesia telah mengalami transformasi besar. Krisis keuangan tersebut menyebabkan kontraksi ekonomi yang sangat besar dan penurunan yang sejalan dalam pengeluaran publik. Tidak mengherankan utang dan subsidi meningkat secara drastis, sementara belanja pembangunan dikurangi secara tajam.
Saat ini, satu dekade kemudian, Indonesia telah keluar dari krisis dan berada dalam situasi dimana sekali lagi negara ini mempunyai sumber daya keuangan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pembangunan. Perubahan ini terjadi karena kebijakan makroekonomi yang berhati-hati, dan yang paling penting defisit anggaran yang sangat rendah. Juga cara pemerintah membelanjakan dana telah mengalami transformasi melalui “perubahan besar” desentralisasi tahun 2001 yang menyebabkan lebih dari sepertiga dari keseluruhan anggaran belanja pemerintah beralih ke pemerintah daerah pada tahun 2006. Hal lain yang sama pentingnya, pada tahun 2005, harga minyak internasional yang terus meningkat menyebabkan subsidi minyak domestik Indonesia tidak bisa dikontrol, mengancam stabilitas makroekonomi yang telah susah payah dicapai. Walaupun terdapat risiko politik bahwa kenaikan harga minyak yang tinggi akan mendorong tingkat inflasi menjadi lebih besar, pemerintah mengambil keputusan yang berani untuk memotong subsidi minyak.
Keputusan tersebut memberikan US$10 miliar tambahan untuk pengeluaran bagi program pembangunan. Sementara itu, pada tahun 2006 tambahan US$5 miliar telah tersedia berkat kombinasi dari peningkatan pendapatan yang didorong oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil secara keseluruhan dan penurunan pembayaran utang, sisa dari krisis ekonomi. Ini berarti pada tahun 2006 pemerintah mempunyai US$15 miliar ekstra untuk dibelanjakan pada program pembangunan. Negara ini belum mengalami ‘ruang fiskal’ yang demikian besar sejak peningkatan pendapatan yang dialami ketika terjadi lonjakan minyak pada pertengahan tahun 1970an. Akan tetapi, perbedaan yang utama adalah peningkatan pendapatan yang besar dari minyak tahun 1970-an semata-mata hanya merupakan keberuntungan keuangan yang tak terduga. Sebaliknya, ruang fiskal saat ini tercapai sebagai hasil langsung dari keputusan kebijakan pemerintah yang hati hati dan tepat.
Walaupun demikian, sementara Indonesia telah mendapatkan kemajuan yang luar biasa dalam menyediakan sumber keuangan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan, dan situasi ini dipersiapkan untuk terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, subsidi tetap merupakan beban besar pada anggaran pemerintah. Walaupun terdapat pengurangan subsidi pada tahun 2005, total subsidi masih sekitar US$ 10 miliar dari belanja pemerintah tahun 2006 atau sebesar 15 persen dari anggaran total.
Berkat keputusan pemerintahan Habibie (Mei 1998 – Agustus 2001) untuk mendesentralisasikan wewenang pada pemerintah daerah pada tahun 2001, bagian besar dari belanja pemerintah yang meningkat disalurkan melalui pemerintah daerah. Hasilnya pemerintah propinsi dan kabupaten di Indonesia sekarang membelanjakan 37 persen  dari total dana publik, yang mencerminkan tingkat desentralisasi fiskal yang bahkan lebih tinggi daripada rata-rata OECD.
Dengan tingkat desentralisasi di Indonesia saat ini dan ruang fiskal yang kini tersedia, pemerintah Indonesia mempunyai kesempatan unik untuk memperbaiki pelayanan publiknya yang terabaikan. Jika dikelola dengan hati-hati, hal tersebut memungkinkan daerah-daerah tertinggal di bagian timur Indonesia untuk mengejar daerah-daerah lain di Indonesia yang lebih maju dalam hal indikator sosial. Hal ini juga memungkinkan masyarakat Indonesia untuk fokus ke generasi berikutnya dalam melakukan perubahan, seperti meningkatkan kualitas layanan publik dan penyediaan infrastruktur seperti yang ditargetkan. Karena itu, alokasi dana publik yang tepat dan pengelolaan yang hati-hati dari dana tersebut pada saat mereka dialokasikan telah menjadi isu utama untuk belanja publik di Indonesia kedepannya.
Sebagai contoh, sementara anggaran pendidikan telah mencapai 17.2 persen dari total belanja publik- mendapatkan alokasi tertinggi dibandingkan sektor lain dan mengambil sekitar 3.9 persen dari PDB pada tahun 2006, dibandingkan dengan hanya 2.0 persen dari PDB pada tahun 2001- sebaliknya total belanja kesehatan publik masih dibawah 1.0 persen dari PDB. Sementara itu, investasi infrastruktur publik masih belum sepenuhnya pulih dari titik terendah pasca krisis dan masih pada tingkat 3.4 persen dari PDB. Satu bidang lain yang menjadi perhatian saat ini adalah tingkat pengeluaran untuk administrasi yang luar biasa tinggi. Mencapai sebesar 15 persen pada tahun 2006 , menunjukkan suatu penghamburan yang signifikan atas sumber daya publik.
 
avatar Tidak diketahui

Harga bawang merah di Cirebon kembali naik

Cirebon (ANTARA News) – Harga bawang merah di sejumlah pasar tradisional Cirebon, Jawa Barat, pada Minggu kembali naik hingga Rp 45.000 per kilogram, padahal sempat turun di kisaran Rp33.000 per kilogram.

Rokiman, pedagang bumbu di pasar Jagasatru, mengatakan bahwa harga bawang merah kembali meroket kini dijual eceran tembus Rp 45 ribu per kilogram, akibat kekurangan pasokan dari petani setempat.

Harga bawang merah sebelumnya sempat mencapai Rp 60.000 per kilogram, kata dia, dan saat pasokan lancar sempat turun menjadi Rp 33.000 per kilogram. Namun, bawang kini harganya kembali melambung karena jumlah permintaan tidak sebanding dengan pasokan.

Haryati, pedagang lain, mengemukakan bahwa harga bawang merah di Cirebon masih belum stabil, kini dijual eceran Rp 45.000,  sedangkan harga grosir Rp40.000 per kilogram, dan kiriman dari petani belum bisa ditentukan.

Melambungnya harga bawang merah di Cirebon, kata dia, akibat gagal panen yang dialami sejumlah petani di saat kebutuhan pasar cukup tinggi.

Manajer Koperasi Nusantara Jaya yang menjadi salah satu pengelelola petani bawang merah di Cirebon, Mudatsir, mengatakan bahwa persediaan bawang merah dari petani berkurang karena hasil panen musim hujan menurun.

Harga bawang merah tingkat petani kini mencapai Rp32.000 per kilogram, katanya.

Namun, ia mengemukakan, untuk eceran bisa mencapai Rp45.000 per kilogram. Petani bawang diperkirakan mampu menambah produksi saat panen pada April 2013.

Bagi petani bawang merah di Cirebon, menurut dia, mahalnya harga bawang merah juga akan menyulitkan mereka membeli bibit yang kini sudah mencapai Rp 25.000 per kilogram.

Harga stabil, dinilainya, pada kisaran Rp10.000 di tingkat petani, karena petani lebih nyaman dibandingkan harga mahal juga menyulitkan konsumen dan melimpah bawang merah impor. Hal ini bisa mengakibatkan harga saat panen raya bawang menjadi jatuh di bawah biaya modal mereka.
(T.KR-EJS/Y006)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2013

avatar Tidak diketahui

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia 2012, 6,3 persen”

Jakarta (ANTARA News) – Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi sampai akhir tahun mencapai 6,3 persen didukung peningkatan ekonomi domestik yang tetap tinggi.

“Ekonomi Indonesia untuk keseluruhan tahun 2012 dan 2013 masing-masing diprakirakan tumbuh pada kisaran 6,1 – 6,5 persen dengan kecenderungan di tengah 6,3 persen. Sementara 2013 antara 6,3 – 6,7 persen,” kata Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution, di Jakarta, Kamis.

Dewan Gubernur menilai perekonomian domestik masih tumbuh cukup baik walaupun tidak setinggi prakiraan semula. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan III-2012 diprakirakan sebesar 6,3 persen, lebih rendah dari prakiraan sebelumnya akibat penurunan kinerja sektor eksternal.

Meskipun konsumsi dan investasi yang berorientasi permintaan domestik tetap tumbuh tinggi, penurunan ekspor telah berdampak pada penurunan produksi dan investasi yang berorientasi ekspor.

Ke depan, pertumbuhan ekonomi masih akan ditopang oleh permintaan domestik yang cukup kuat dan potensi membaiknya ekspor meskipun masih dibayangi oleh ketidakpastian perekonomian global.

Hal tersebut juga didukung oleh masih cukup kuatnya sumber pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Kawasan Timur Indonesia (KTI) dan Jawa.

Ke depan, Bank Indonesia akan terus mencermati dinamika perekonomian dan pasar keuangan global serta dampaknya pada perekonomian domestik. Fokus kebijakan tetap diarahkan untuk menjaga keseimbangan eksternal dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi domestik.

Berbagai kebijakan yang telah dilakukan akan terus dievaluasi dan disesuaikan dengan dinamika perekonomian tersebut. Bank Indonesia juga akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dalam mengelola permintaan domestik dan perbaikan neraca pembayaran agar tetap sejalan dengan upaya menjaga kestabilan ekonomi makro dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

avatar Tidak diketahui

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMBANGUNAN

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRATEGI PEMBANGUNAN
 
 
Ada 4 faktor yang memperngaruhi strategi pembangunan :
 
1.      Sumber daya alam.
2.      Jumlah dan kualitas penduduk.
3.      Modal.
4.      Sikap dan mental masyarakat.
 
 
 
 
SEJARAH STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA
 
 
1.      Sebelum Orde Baru
Strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
2.      Awal Orde Baru
Lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, yaitu usaha untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi.
 
Srategi-strategi tersebut kemudian dipertegaskan dengan ditetaokan saran-saran dan titik berat setiap replika, yaitu :
 
·         Repelita 1 : meletakan titik berat pada sektor pertanian dan idustri yang mendukung sektor pertanian meletakan landasan yang kuat bagi tahap selanjutnya.
·         Repelita 2 : meletakan titik berat pada sektor pertanian dengan meningkatkan industry yang mengolah bahan mentah menjadi bahan baku.
·         Repelita 3 : meletakan titik berat pada sektor pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industry yang mengolah bahan baku menjadi barang jadi.
·         Repelita 4 : meletakan titik berat pada sektor pertanian untuk melanjutkan usia-usia swasembada pangan dengan meningkatkan industry yang dapat menghasilkan mesin-mesin industry itu sendiri.
 
 
 
 
PERENCANAAN PEMBANGUNAN
 
 
Manfaat  Perencanaan Pembangunan :
 
1.      Standar pelaksanaan dan pengawasan.
2.      Pemilihan sebagai alternative terbaik.
3.      Penyusutan skala prioritas, baik sasaran maupun kegiatan.
4.      Menghemat pemanfaatan sumber daya organisasi.
5.      Membantu manajer  menyesuaikan diri dengan pertumbuhan lingkungan.
6.      Alat memudahkan dalam berkoordinasi dengan pihak terkait.
7.      Alat meminimalkan pekerjaan yang tidak pasti.
 
Periode Perencanaan Pembangunan :
 
1.      Periode 1966 sampai dengan periode stabilisasi dan rehabilitasi.
2.      Periode repelita 1 : 1969-1973
3.      Periode repelita  2 : 1974-1978
4.      Periode repelita 3 : 1979-1983
5.      Periode repelita 4 : 1984-1988

6.      Periode repelita 5 : 1989-1993

avatar Tidak diketahui

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA

 

PETA PEREKONOMIAN INDONESIA
 
 
o   Mata pencaharian Indonesia
Mata pencaharian penduduk yang memiliki corak sederhana biasanya sangat berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam. Contohnya pertanian, perkebunan, dan peternakan. Sementara, mata pencaharian penduduk yang memiliki corak modern biasanya lebih mendekati sektor-sektor yang tidak terlalu berhubungan dengan pemanfaatan lahan dan sumber daya alam seperti jasa, transportasi, dan pariwisata. Selanjutnya kita akan mempelajari beberapa pola kegiatan ekonomi penduduk di Indonesia yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan.
1. Pertanian
Pertanian merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan. Masyarakat agraris mengandalkan sektor pertanian sebagai mata pencaharian utamanya. Berdasarkan bentuknya, pertanian dapat dibedakan sebagai berikut :

a. Persawahan

Persawahan merupakan pertanian tetap (tidak berpindah) yang menggunakan lahan basah yang diairi secara teratur. Tanaman yang biasanya ditanam pada persawahan adalah padi. Berdasarkan cara pengairannya, persawahan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut.

1) Persawahan irigasi, yakni persawahan yang menggu-nakan sistem pengairan tetap dan teratur dengan membangun saluran pengairan yang mengambil sumber air dari sungai atau danau atau dikenal dengan istilah irigasi.

2) Persawahan lebak yaitu persawahan yang berada di kanan kiri sungai-sungai yang besar. Sistem pengairannya mengandalkan air sungai yang ada.

3) Persawahan tadah hujan, yakni persawahan yang sistem pengairannya mengandalkan air hujan atau tergantung pada curah hujan. Pada musim kemarau, biasanya lahan ditanami tanaman-tanaman palawija.

4) Persawahan pasang-surut, yakni persawahan yang sistem pengairannya memanfaatkan air muara atau rawa yang pasang. Oleh karena itu, persawahan ini biasanya ditemukan di kawasan pantai atau sungai besar yang landai dan memiliki lahan pasang surut.

b. Tegalan

Selain persawahan, usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dapat juga dilakukan dengan menggunakan lahan kering yang disebut dengan tegalan. Tegalan berlokasi pada lahan yang tetap, tidak berpindah-pindah. Tanaman-tanaman yang ditanam pada tegalan biasanya lebih beragam dibandingkan ladang.

c. Perladangan

Selain dilakukan secara menetap, pertanian juga bisa dilakukan secara berpindah-pindah yang disebut dengan perladangan. Perladangan merupakan usaha pengolahan tanah untuk pembudidayaan tanaman pangan dengan cara berpindah-pindah (nomaden) untuk mencari lahan-lahan kosong yang bertanah subur. Lahan yang digunakan dalam perladangan biasanya merupakan lahan kering. Selain berpindah-pindah, pertanian ladang juga belum mengenal sistem irigasi, pengolahan tanah, dan pemupukan. Perladangan biasanya dilakukan penduduk dengan cara membabat pepohonan pada lahan yang ada di hutan dan kemudian ditanami dengan tanaman-tanaman tertentu. Tanaman yang biasa ditanam di ladang antara lain tanamantanaman palawija, padi huma, umbi-umbian, dan lainnya.

Perladangan kurang baik bagi kelestarian hutan, bila berlangsung secara terus-menerus dapat membuat hutan menjadi gundul sehingga tanah mudah terkena erosi. Sistem pertanian ladang atau petani nomaden banyak dijumpai di daerah-daerah yang masih mempunyai kawasan hutan yang luas seperti Kalimantan, Sumatra, dan Papua.

2. Perkebunan
Pernahkah kamu mengunjungi atau melihat perkebunan the atau kelapa sawit? Bagaimana luas perkebunan itu menurutmu? Tanaman yang ditanam pada perkebunan tidak terbatas pada tanaman pangan utama, namun juga berbagai jenis tanaman pangan tambahan semacam buah-buahan dan sayur-sayuran. Beberapa jenis tanaman yang diperlukan dalam industri juga biasanya ditanam di perkebunan, misalnya kapas, kelapa sawit, tembakau, dan sebagainya.

Perkebunan dapat dijalankan pada lahan yang sempit seperti pekarangan rumah maupun luas yang memerlukan modal besar.

3. Peternakan
Usaha pembudidayaan hewan-hewan darat yang diperlukan oleh manusia, baik untuk dikonsumsi, maupun untuk tujuan lainnya dinamakan peternakan. Faktor-faktor yang mendorong usaha peternakan di Indonesia antara lain sebagai berikut.

a. Mempunyai padang rumput yang luas.

b. Iklimnya cocok untuk persyaratan hidup ternak.

c. Memperluas lapangan kerja di bidang peternakan.

d. Dapat diambil bermacam-macam manfaat, seperti dimanfaatkan tenaganya, daging, kulit, susu, dan kotorannya untuk pupuk pertanian.

Peternakan biasanya merupakan mata pencaharian sampingan dari penduduk yang menjalankan usaha pertanian. Berdasarkan jenis hewan yang diternakkan, peternakan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yakni peternakan hewan besar, peternakan hewan kecil, dan peternakan hewan unggas.

a. Peternakan Hewan Besar

Peternakan jenis ini membudidayakan hewan-hewan bertubuh besar, seperti sapi, kuda, dan kerbau. Ternak hewan-hewan bertubuh besar diambil manfaatnya dalam bentuk susu, daging, kulit, dan tenaganya sebagai alat transportasi. Selain itu, kotorannya dapat digunakan sebagai pupuk alamiah yang diperlukan dalam usaha pertanian dan perkebunan.

b. Peternakan Hewan Kecil

Peternakan hewan kecil membudidayakan hewan-hewan bertubuh kecil, seperti babi, kambing, domba, kelinci, dan lainnya. Manfaat beternak hewan-hewan kecil adalah untuk diambil susu, daging, dan kulitnya.

c. Peternakan Hewan Unggas

Ayam, bebek, angsa, itik, dan puyuh merupakan beberapa contoh hewan unggas yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Manfaat beternak hewan-hewan unggas adalah untuk diambil daging, telur, bulu, atau sebagai penghibur untuk dinikmati suara atau keindahannya.

4. Perikanan

Negara kita kaya akan potensi perikanan. Selain memiliki laut yang luas dan garis pantai yang panjang, Indonesia juga memiliki sumber air darat yang melimpah. Semua potensi tersebut dapat digunakan untuk mendukung sektor perikanan.

Berdasarkan jenis perairannya, usaha perikanan dapat dibedakan sebagai berikut.

a. Perikanan Darat

Perikanan darat merupakan usaha pembudidayaan atau penangkapan ikan yang dilakukan di daratan. Pembudidayaan perikanan darat dapat dilakukan di tambak, keramba, kolam, empang, dan lainnya. Perikanan darat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1) Perikanan air payau, dilakukan di tepi-tepi pantai yang datar dalam bentuk tambak atau empang. Jenis ikan yang diusahakan adalah udang dan bandeng.

2) Perikanan air tawar, meliputi perikanan di sawah, kolam, danau, sungai, dan keramba. Jenis-jenis ikan yang diusahakan adalah ikan mas, nila, lele, gurami.

b. Perikanan Laut

Usaha pembudidayaan atau penangkapan hewan-hewan laut disebut dengan perikanan laut. Penangkapan hewan-hewan laut biasanya dilakukan oleh penduduk yang tinggal di kawasan pesisir. Nelayan biasanya menangkap hewan-hewan laut di kawasan laut-laut dangkal atau zona neritik. Secara tradisional, para nelayan biasanya menggunakan perahuperahu kecil. Penangkapan besar-besaran biasanya menggunakan perahu motor yang besar. Jenis peralatan yang digunakan untuk menangkap ikan sangat beragam, misalnya pancing, jala, jaring, sero, dan lainnya. Potensi perikanan laut Indonesia sangat besar, karena hampir 60% wilayah Indonesia merupakan perairan laut. Jenis ikan yang dihasilkan antara lain tongkol, cucut, biawak, dan tuna.

Pusat perikanan laut di Indonesia adalah:

1) Bagan Siapi-api (Riau) merupakan pelabuhan ikan terbesar di Indonesia.

2) Cilacap dan Tegal (Jawa Tengah)

3) Muncar (Banyuwangi, Jawa Timur)

4) Airtembaga (Sulawesi Utara).

Hasil penangkapan ikan, baik perikanan darat atau laut perlu diawetkan agar dapat bertahan lama. Cara-cara yang bisa dilakukan antara lain pendinginan, penggaraman, pemindangan, pengasapan, dan pengalengan.

5. Kehutanan
Lebih dari 50% kawasan darat di Indonesia adalah hutan. Hutan merupakan kawasan yang ditumbuhi beragam jenis pohon. Di kawasan hutan, biasanya tinggal berbagai jenis binatang yang menggantungkan kehidupannya pada hasil-hasil hutan. Sebagai negara yang berada di lintang khatulistiwa, Indonesia memiliki banyak hutan karena curah hujan yang tinggi.

Hutan di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain sebagai berikut.

a. Berdasarkan Asalnya atau Terjadinya Hutan

1) Hutan alami, yaitu hutan yang tumbuh secara almiah. Contoh: hutan rimba.

2) Hutan buatan, yaitu hutan yang sengaja dibuat oleh manusia untuk diambil hasil kayunya untuk industri. Contoh: hutan karet dan hutan jati.

b. Berdasarkan Jenis Tanamannya

1) Hutan homogen, yaitu hutan yang hanya terdiri atas satu jenis tanaman saja. Contoh: hutan jati dan hutan pinus.

2) Hutan heterogen, yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis tanaman, biasanya merupakan hutan alami.

c. Berdasarkan Fungsi atau Manfaatnya

1) Hutan produksi, yaitu hutan yang ditanam untuk dimanfaatkan kayunya, getahnya, dan sebagainya. Contoh hutan jati, hutan pinus, dan hutan karet.

2) Hutan lindung, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi tanah dari erosi dan untuk konservasi hutan. Hutan ini banyak dijumpai di pegunungan atau lerenglereng bukit.

3) Hutan suaka, yaitu hutan yang difungsikan untuk melindungi jenis tumbuhan (cagar alam) dan jenis hewan tertentu (suaka margasatwa). Contoh: Kebun Raya Bogor dan Ujung Kulon (badak bercula satu).

4) Hutan wisata, yaitu hutan yang difungsikan untuk wisata dan rekreasi.

Secara umum fungsi dan manfaat hutan dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu sebagai berikut.

a. Fungsi hidrologis yaitu dapat menyimpan cadangan air.

b. Fungsi ekonomis yaitu dapat diambil hasilnya untuk kegiatan produksi sehingga mendatangkan devisa bagi negara.

c. Fungsi klimatologis yaitu dapat mengatur cuaca atau iklim dan menyegarkan udara.

d. Fungsi orologis yaitu untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidup.

Oleh karena begitu pentingnya fungsi hutan bagi kehidupan, maka kelestariannya perlu dijaga dari kerusakan, baik dari kebakaran hutan dan penebangan hutan secara liar (ilegal logging).

6. Pertambangan
Pertambangan dilakukan manusia dengan menggali, mengambil, dan mengolah sumber daya alam yang terdapat di perut bumi untuk memenuhi sebagian kebutuhan manusia. Kegiatan pertambangan tidak terbatas pada upaya penggalian dan pengambilan saja, namun juga meliputi upaya-upaya pengolahan sumber daya tersebut untuk dijadikan barang setengah jadi sebagai bahan dasar industri.

Secara garis besar barang tambang dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu sebagai berikut.

a. Berdasarkan manfaat atau kegunaannya, barang tambang dapat dibedakan ke dalam tiga golongan.

1) Golongan A, yaitu barang tambang strategis dan penting untuk perekonomian negara. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, bijih besi, tembaga, dan nikel.

2) Golongan B, yaitu barang tambang yang vital dan penting bagi kehidupan orang banyak atau penting untuk hajat hidup orang banyak. Contohnya emas, perak, belerang, fosfat, dan mangan.

3) Golongan C, yaitu barang tambang yang secara langsung digunakan untuk bahan keperluan industri. Contohnya batu gamping, kaolin, marmer, gips, dan batu apung.

b. Berdasarkan bentuknya, barang tambang dikelompokkan sebagai berikut.

1) Barang tambang berbentuk energi, yaitu barang tambang yang dapat menghasilkan tenaga atau energi yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya minyak bumi, batubara, gas alam, dan uranium.

2) Barang tambang berbentuk mineral logam. Contohnya timah, tembaga, bijih besi, emas, perak, dan nikel.

3) Barang tambang berbentuk mineral bukan logam. Contohnya intan, belerang, gamping, marmer, pasir kwarsa, dan fosfat.

Selain dari pengelompokan di atas, barang tambang dapat dikelompokkan berdasarkan bahan asal pembentukannya yaitu mineral organik dan mineral anorganik. Mineral organik yaitu mineral yang berasal dari sisa makhluk hidup misalnya gas alam, minyak bumi, dan batubara. Mineral anorganik yaitu mineral yang berasal dari sisa-sisa bahan anorganik misalnya kaolin,

batu, pasir kwarsa, yodium. Adapun mineral logam bukan berasal dari organik ataupun anorganik.

Untuk mendapatkan barang tambang yang masih terdapat di alam perlu dilakukan beberapa tahapan. Tahap pertama adalah eksplorasi yaitu melakukan kegiatan penyelidikan dan penelitian pada suatu daerah yang diperkirakan mengandung barang tambang tertentu. Tahap selanjutnya adalah eksploitasi yaitu tahap pengambilan atau penambangan barang tambang di dalam bumi. Wilayah Indonesia sangat kaya akan potensi sumber daya alam. Namun begitu, belum semua potensi yang dimiliki telah dipergunakan secara maksimal.

7. Perindustrian
Perindustrian merupakan usaha manusia untuk mengubah bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi. Bidang perindustrian merupakan bidang pencaharian yang terus meningkat. Pemerintah Indonesia berupaya untuk terus mendorong bidang perindustrian agar lebih maju, sehingga dapat menampung banyak tenaga kerja. Berdasarkan besaran proses produksinya, industri dapat digolongkan menjadi industri kecil, industri menengah, dan industri besar.

a. Industri Kecil

Industri kecil merupakan kegiatan industri dalam skala terbatas. Jenis industri ini biasanya berbasis pada rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya pun terbatas dan teknologi yang digunakan dalam industri ini tidak terlalu kompleks. Contohnya antara lain rumah batik, pembuatan makanan ringan, pembuatan anyam-anyaman, dan sebagainya.

b. Industri Menengah

Industri menengah merupakan kegiatan industri yang tidak berbasis pada rumah tangga. Jumlah tenaga kerjanya lebih banyak dari industri kecil dan teknologi yang digunakan dalam industri ini sudah mulai melibatkan mesin-mesin dalam jumlah terbatas. Contohnya antara lain industri percetakan, konfeksi, dan penggergajian kayu.

c. Industri Besar

Industri besar kegiatannya dalam skala besar. Jenis industri ini memerlukan modal besar, dengan jumlah tenaga kerja sangat banyak, dan teknologi yang digunakan sangat kompleks yaitu melibatkan mesin-mesin berukuran besar dalam jumlah banyak. Contohindustri besar adalah pembuatan mobil, pesawat terbang, dan pengolahan besi.

8. Pariwisata
Pariwisata dapat diartikan sebagai perjalanan dengan tujuan rekreasi. Mata pencaharian di sektor pariwisata beragam jenisnya, antara lain berupa penjualan jasa sebagai pemandu (guide), penyedia penginapan (akomodasi), hingga agen perjalanan. Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak kawasan dan potensi pariwisata. Keindahan alam Indonesia sangat terkenal hingga ke berbagai negara. Namun, masih sedikit penduduk Indonesia yang bekerja di bidang pariwisata.

9. Transportasi dan Jasa

Jasa merupakan usaha manusia untuk membantu manusia lainnya dalam mencapai atau melaksanakan sesuatu. Sementara itu, transportasi merupakan kegiatan pemindahan barang atau manusia dari suatu tempat ke tempat lainnya. Pencaharian penduduk dalam bidang ini pun sangat beragam. Bidang jasa dan transportasi terutama menjadi pilihan pencaharian masyarakat perkotaan. Beberapa contohnya antara lain adalah pekerjaan sebagai penerjemah, penyewaan barang, pengemudi, pilot, masinis, dan sebagainya.

10.Perdagangan
Perdagangan dilakukan untuk menyalurkan dan memasarkan barang jadi dari produsen pada konsumen. Perdagangan diperlukan karena adanya perbedaan jumlah barang atau komoditi tertentu antara suatu kawasan dengan kawasan lain. Berdasarkan besaran dan jenis barang, perdagangan dapat dikelompokkan menjadi perdagangan kecil, perdagangan menengah, dan perdagangan besar. Perdagangan kecil, kegiatannya berupa penyaluran barang langsung kepada pembeli (eceran). Perdagangan menengah kegiatannya berupa penyaluran barang dari pedagang besar pada pedagang kecil sehingga tidak melibatkan konsumen. Perdagangan besar kegiatan melibatkan produsen barang atau pemilik barang dalam jumlah besar dengan para pedagang menengah.

 
KESIMPULAN :
  1.                         Mata Pencaharian penduduk Indonesia sebagian besar masih berada di sektor pertanian (agraris)
  2. Kontribusi sektor pertanian terhadap GDP secara absolut masih dominan, namunjika dibandingkan dengan sektor-sektor diluar pertanian menampakan adanya penurunan dalam prosentase,
  3. yang harus diwaspadai dalam sektor pertanian ini adalah bahwa komoditi yang dihasilkan dari sektor ini relatif tidak memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga tidak dapat bersaing dengan komoditi yang dihasilkan sektor lain, sehingga sebagian masyarakat Indonesia yang memang bermata pencaharian di sektor pertanian semakin tertinggal dari rekannya yang bekerja dan memiliki akses di sektor industri.
Langkah-langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah tersebut diantaranya adalah :
  • Memperbaiki kehidupan penduduk/petani dengan pola pembinaan dan pembangunan sarana dan prasarananya bidang pertanian,
  • Meningkatkan nilai tambah komoditi pertanian, jika dimungkinkan tidak hanya pasar lokal saja,
  • Mencoba mengembangkan kegiatan agribisnis,
  • Menunjang kegiatan transmigrasi.
avatar Tidak diketahui

PEMBANGUNAN EKONOMI

 

 PEMBANGUNAN EKONOMI
 
Pembangunan ekonomi adalah suatu proses kenaikan pendapatan total dan pendapatan perkapita dengan memperhitungkan adanya pertambahan penduduk dan disertai dengan perubahan fundamental dalam struktur ekonomi suatu negara dan pemerataan pendapatan bagi penduduk suatu negara.
Pembangunan ekonomi tak dapat lepas dari pertumbuhan ekonomi (economic growth); pembangunan ekonomi mendorong pertumbuhan ekonomi, dan sebaliknya, pertumbuhan ekonomi memperlancar proses pembangunan ekonomi.
Yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional [1]. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Perbedaan antara keduanya adalah pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan, sedangkan pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur produksi dan alokasi input pada berbagai sektor perekonomian seperti dalam lembaga, pengetahuan, sosial dan teknik.
Selanjutnya pembangunan ekonomi diartikan sebagai suatu proses yang menyebabkan pendapatan perkapita penduduk meningkat dalam jangka panjang. Di sini terdapat tiga elemen penting yang berkaitan dengan pembangunan ekonomi.
  • Pembangunan sebagai suatu proses
Pembangunan sebagai suatu proses, artinya bahwapembangunan merupakan suatu tahap yang harus dijalani olehsetiap masyarakat atau bangsa. Sebagai contoh, manusia mulai lahir, tidak langsung menjadi dewasa, tetapi untuk menjadi dewasa harus melalui tahapan-tahapan pertumbuhan. Demikian pula, setiap bangsa harus menjalani tahap-tahap perkembangan untuk menuju kondisi yang adil, makmur, dan sejahtera.
  • Pembangunan sebagai suatu usaha untuk meningkatkan pendapatan perkapita
Sebagai suatu usaha, pembangunan merupakan tindakan aktif yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam rangka meningkatkan pendapatan perkapita. Dengan demikian, sangat dibutuhkan peran serta masyarakat, pemerintah, dan semua elemen yang terdapat dalam suatu negara untuk berpartisipasiaktif dalam proses pembangunan. Hal ini dilakukan karena kenaikan pendapatan perkapita mencerminkan perbaikan dalam kesejahteraan masyarakat.
  • Peningkatan pendapatan perkapita harus berlangsung dalam jangka panjang
Suatu perekonomian dapat dinyatakan dalam keadaan berkembang apabila pendapatan perkapita dalam jangka panjang cenderung meningkat. Hal ini tidak berarti bahwa pendapatan perkapita harus mengalami kenaikanterus menerus. Misalnya, suatu negara terjadi musibah bencana alam ataupunkekacauan politik, maka mengakibatkan perekonomian negara tersebut mengalami kemunduran. Namun, kondisi tersebut hanyalah bersifat sementara yang terpenting bagi negara tersebut kegiatan ekonominya secara rata-rata meningkat dari tahun ke tahun

STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
STRATEGI PEMBANGUNAN EKONOMI
 
Beberapa strategi yang akan dijelaskan disini , yaitu :
1. Strategi Usaha Minimum Kritis
Negara-negara berkembang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan (vicious circle of poverty) yang membuat mereka tetap berada pada tingkat keseimbangan per kapita yang rendah. Jalan keluar dari kebuntuan ini adalah dengan melakukan upaya minimum kritis (critical minimum effort) tetentu yang akan menaikkan pendapatan per kapita pada tingkat dimana pembangunan yang berkesinambungan (sustainable) akan terjadi. Leibensetin mengatakan bahwa dalam tahap transisi dari keadaan keterbelakangan ke keadaan yang lebih maju, dimana dapat diharapkan pertumbuhan jangka panjang yang mantap (steady economic growth) diperlukan suatu kondisi dimana suatu perekonomian harus mendapatkan rangsangan yang lebih besar di atas batas minimum kritis tertentu.
 
Menurut Leibenstein, setiap ekonomi tunduk pada hambatan dan rangsangan. Hambatan berdampak menurunkan pendapatan per kapita dari tingkat sebelumnya, sementara rangsangan cenderung akan meningkatkan pendapatan per kapita.
 
Pertumbuhan penduduk merupakan fungsi dari pendapatan per kapita
Pada tingkat keseimbangan susbsisten, laju pendapatan, kesuburan dan kematian “sesuai” dengan tingkat kelangsungan hidup penduduk, jika pendapatan perkapita naik di atas posisi keseimbangan tersebiut maka tingkat kematian akan turun, tetapi tanpa dibarengi penurunan tingkat kesuburan, akibatnya laju pertumbuhan penduduk naik. Jadi kenaikan pendapatan per kapita cenderung menaikkan pertumbuhan penduduk tetapi kecenderungan ini hanya sampai titik tertentu. Melampaui titik tersebut kenaikan pendapatan per kapita akan menurunkan tingkat kesuburun dan ketika pembangunan sudah mencapai tahap maju maka laju pertumbuhan penduduk itu menurun.
 

2. Strategi Pembangunan Seimbang
Strategi pembangunan seimbang bias diartikan sebagai pembangunan berbagai jenis industri secara berbarengan (simultaneous) sehingga industri tersebut saling menciptakan pasar bagi yang lain. Selain itu, strategi pembangunan seimbang ini dapat juga diartikan sebagai keseimbangan pembangunan berbagai sektor. misalnya antara sektor industri dan sektor pertanian, sektor luar negeri dan sektor domestik, antara sektor produktif dan sektor prasarana. Untuk itu diperlukan keseimbangan antara sisi permintaan dan sisi penawaran.
 
3. Strategi Pembangunan Tidak Seimbang
Dikemukakan oleh Hirschman dan Paul Streeten. Pembangunan tak seimbang adalah pola pembangunan yang lebih cocok untuk mempercepat proses pembangunan di negara berkembang. Pola pembangunan tak seimbang ini, menurut Hirchman, berdasarkan pertimbangan sebagai berikut:
a. Secara historis pembangunan ekonomi yang terjadi coraknya tidak seimbang
b. Untuk mempertinggi efisiensi penggunaan sumberdaya-sumberdaya yang tersedia
c. Pembangunan tak seimbang akan menimbulkan kemacetan (bottleneck) atau gangguan-gangguan dalam proses pembagunan tetapi akan menjadi pendorong bagi pembangunan selanjutnya.
 
 
Setelah Anda simak secara baik pengertian dari pembangunan ekonomi, kemudian akan diarahkan kepada siapa pembangunan ekonomi tersebut?. Dapat disimpulkan bahwa pembangunan ekonomi dilihat sebagai suatu proses multidimensional yang mencakup segala aspek dan kebijaksanaan baik ekonomi maupun non ekonomi yang jelas berbeda dengan pertumbuhan ekonomi. Karena pembangunan mencakup usaha-usaha untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik, maka harus difokuskan pada hal-hal berikut :
  1. Meningkatkan ketersedian barang dan jasa serta memperkuat distribusi barang-barang kebutuhan pokok, seperti sandang, pangan, dan papan.
  2. Meningkatkan taraf hidup, selain meningkatkan pendapatan dan menyediakan lapangan kerja, serta pendidikan yang lebih baik dan perhatian yang lebih besar terhadap nilai-nilai budaya dan kemanusiaan, yang secara keseluruhan akan memperbaiki kesejahteraan material dan menghasilkan rasa percaya diri sebagai individu maupun sebagai suatu bangsa.
  3. Memperluas jangkauan pemulihan ekonomi dan sosial bagi setiap individu.
Untuk mencapai tujuan atau sasaran pembangunan tersebut, strategi pembangunan ekonomi harus diarahkan pada hal-hal berikut  :
  1. Meningkatkan output nyata atau produktivitas yang tinggi.Output yang tinggi berarti persediaan dan pembagian bahan kebutuhan pokok, perumahan, pendidikan, dan kesehatan akan terjamin.
  2. Tingkat pengangguran tenaga kerja yang tinggi dan pengangguran yang rendah.
  3. Pengangguran dan pemberantasan kemiskinan dan ketimpangan.
  4. Perubahan sosial, sikap mental dan tingkah laku masyarakat dan lembaga pemerintah.

http://blog2.tp.ac.id/ririnrismawati/2013/01/02/sasaran-dan-strategi-pembangunan/

avatar Tidak diketahui

Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia

 
Perkembangan Sistem Ekonomi Indonesia
 
Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman politik dan ekonomi, sampai kondisi perekonomian Indonesia yang tidak juga membaik. Seperti masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah.
 
Sistem perekonomian Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu Pemerintahan pada masa orde lama, orde baru, dan reformasi.
 
1. Masa Orde Lama (1945-1966)
    Pada masa ini perekonomian berkembang kurang menggembirakan, sebagai dampak ketidakstabilan politik dan seringnya pergantian cabinet.
Pemerintahan pada masa orde lama dibagi menjadi tiga yaitu :
 
Masa pasca Kemerdekaan (1945-1950)
   Keadaan ekonomi Indonesia di awal kemerdekaan sangat buruk, yang disebabkan oleh : Inflasi yang sangat tinggi, Adanya blockade ekonomi oleh Belanda, Kas Negara kosong, dan Eksploitasi besar-besaran di masa penjajahan.
 
Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Permasalah ekonomi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih sama seperti sebelumnya.
 
Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
   Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah), yang diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.
 
2.Masa Orde Baru
   Pemerintah peralihan menetapkan langkah perioritas kebijakan ekonomi guna menghadapi pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada masa ini, yakni :  a. Memerangi inflasi, b. Mencukupkan stok cadangan bahan pangan terutama beras, c. Merehabilitasi prasarana perekonomian, d. Meningkatkan ekspor, e. Menyediakan/menciptakan lapangan kerja, f. Mengundang kembali investor asing.
 
3.Masa Reformasi (1998-sekarang)
   Pemerintahan reformasi diawali pada tahun 1998, saat ribuan mahasiswa berdemo menuntut presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya. Pada masa reformasi ini perekonomian Indonesia ditandai dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Perekonomian Indonesia sejak pemerintahan masa orde lama hingga masa reformasi masih mengalami beberapa gejolak, seperti :
  • Kemiskinan
  • Pengangguran tingkat tinggi
  • Maraknya para koruptor
  • Masih terjadi kesenjangan ekonomi antara penduduk yang miskin dan yang kaya
  • Nilai rupiah masih sekitar Rp 9.000-Rp 10.000
  • Masih memiliki hutang ke luar negeri
 
KESIMPULAN :
 
telah banyak sistem ekonomi yang telah digunakan oleh pemerintah terdahulu dan banyak juga kebijakan-kebijakan yang diambil untuk menanggulangi masalah-masalah ekonomi pada masa itu. Tidak sedikit juga kebijakan-kebijakan yang diterapkan tidak dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan tujuan awal. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor termasuk pengaruh pemerintah Belanda di awal kemerdekaan yang ingin menggoyahkan perekonomian di Indonesia. Namun banyak juga kebijakan-kebijakan yang dapat berjalan sesuai dengan tujuannya seperti pada masa Demokrasi Liberal yaitu kebijakan sanering (gunting Syafruddin). Kebijakan tersebut dapat menanggulangi masalah defisit anggaran sebesar Rp 5,1 miliar. Selain itu pemerintah juga dapat mengendalikan inflasi dan ekspor juga meningkat dengan kebijakan tersebut.
avatar Tidak diketahui

SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

 

 SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA

 

BAB I
PENDAHULUAN
 
Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara.
 
Begitu banyak pendapat yang memberikan pengertian sistem dan sistem ekonomi. Namun disini hanya akan disampaikan beberapa pengertian, seperti :
  • Winardi mengemukakan :
Sistem adalah kumpulan elemen-elemen antara mana terdapat hubungan-hubungan, elemen-elemen mana ditujukan kearah pencapaian sasaran-sasaran umum tertentu.
  • Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) memberikan definisi :
Sistem diartikan sebagai suatu totalitas terpadu yang terdiri atas unsur-unsur yang saling berhubungan, saling terkait, saling mempengaruhi dan saling tergantung menuju tujuan bersama tertentu.
 
Dari kedua pengertian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa sistem adalah suatu kesatuan (totalitas terpadu) yang terdiri dari sub-sub bagian di mana sub-sub bagian tersebut saling berhubungan, terkait, mempengaruhi dan saling tergantung. Jika ada satu sub bagian yang rusak, atau cacat, atau hilang, maka akan mempengaruhi bagian secara keseluruhan.
Contoh : tubuh manusia, jika salah satu bagian katakan jempol kaki terantuk batu, maka yang sakit bukan hanya jempol kaki saja, tetapi seluruh tubuh akan merasakan sakit, meriang, bahkan mulutpun akan mengaduh kesakitan.
Sedangkan pengertian sistem ekonomi juga banyak disampaikan oleh para pakar, namun disini hanya disampaikan beberapa pengertian dari sistem ekonomi.
Winardi mengatakan bahwa, sistem ekonomi ialah suatu organisasi yang terdiri atas sejumlah lembaga atau pranata (ekonomi, sosial-politik, ide-ide) yang saling mempengaruhi satu dengan lainnya yang ditujukan kearah pemecahan problem-problem atau masalah-masalah produksi, konsumsi yang merupakan problem dasar setiap perekonomian.
Theodore Morgan juga mengungkapkan, sistem ekonomi adalah bagian dari suatu konstelasi (kumpulan) lembaga-lembaga ekonomi, sosial, politik dan ide-ide.
Jadi, sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya
 
Setiap sistem ekonomi dipengaruhi oleh banyak hal, termasuk kekuatan-kekuatan seperti :
  1. Sumber-sumber sejarah, budaya, cita-cita bangsa, keinginan-keinginan dan sikap dari masyarakatnya
  2. Sumber daya alam yang melingkupinya, termasuk posisi demografis
  3. Filsafat yang dimiliki dan melekat pada kehidupan masyarakatnya
  4. Teori-teori yang dilakukan oleh masyarakat pada jaman dahulu hingga sekarang, mengenai cita-cita serta tujuan-tujuan atau sarasan-sasaran yang diinginkan.
  5. Sistem coba-coba (trial and error) yang dilakukan masyarakat atau penduduk pada jaman itu dalam rangka mencari sumber-sumber produksi atau alat-alat ekonomi
 
Sistem Ekonomi terdiri elemen-elemen, seperti :
  1. Lembaga-lembaga ekonomi
  2. Sumber daya ekonomi
  3. Faktor-faktor produksi
  4. Iklim atau lingkungan ekonomi
  5. Organisasi dan manajemen
 
Banyak faktor yang mempengaruhi sistem ekonomi suatu bangsa, diantaranya :
  1. Falsafah dan ideologi suatu masyarakat
  2. Akumulasi ilmu pengetahuan yang dimiliki
  3. Nilai-nilai moral dan adat kebiasaan
  4. Karakteristik demografi
  5. Nilai estetik, norma-norma serta kebudayaan
  6. Sistem hukum nasional
  7. Sistem politik
  8. Sub-sub sistem sosial termasuk pengalaman sejarah masa lalu serta eksperimen dalam mewujudkan tujuan ekonomi.
 
Perbedaan antar sistem ekonomi satu dengan sistem ekonomi yang lain, dapat dilihat dari beberapa ciri berikut :
  1. Kebebasan konsumen dalam memilih dan menentukan barang dan jasa yang dibutuhkan
  2. Kebebasan masyarakat dalam menentukan lapangan pekerjaan
  3. Pengaturan pemilihan alat-alat produksi
  4. Pemilihan usaha
  5. Pengaturan atas keuntungan usaha yang diperoleh
  6. Pembentukan harga barang konsumsi dan produksi
  7. Penentuan pertumbuhan ekonomi
  8. Pengendalian stabilitas ekonomi
  9. Pelaksanaan kesejahteraan warga masyarakatnya.
 
 
 
 
 
 
 
 
BAB II
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA
 
            Sistem ekonomi adalah suatu bentuk organisasi ekonomi yang mengatur cara-cara memecahkan berbagai masalah ekonomi yang dihadapi sehingga tercapai kesejahteraan dan kemakmuran. Sistem ekonomi yang dianut oleh sekelompok masyarakat tergantung pada paham atau ideologi yang dianut suatu negara. Ada negara yang menganut paham liberal (liberalisme), sosialis (sosialisme), komunis (komunisme), atau campuran dari paham liberal dan sosialis.
 
2.1 Berbagai Sistem Perekonomian
  1. Sistem Ekonomi Liberal
Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan yang sangat luas bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan berbagai aktivitas ekonomi yang disukai sesuai bakat dan kemampuan masing-masing. Sistem ekonomi liberal didasarkan atas ajaran Adam Smith (1729-1790), disebut juga dengan sistem ekonomi pasar karena sebagian besar aktivitas ekonomi dalam masyarakat yang menggunakan sistem ini dilaksanakan atau diatur oleh pasar. Peran pemerintah dalam sistem ekonomi pasar sangat kecil. Keterlibatan pemerintah hanya terjadi dalam hal-hal yang tidak diminati oleh pihak swasta. Misalnya, membuat jalan atau jembatan, dan memelihara keamanan dan ketertiban
Ciri-ciri sistem ekonomi liberal :
§  Hak-hak pribadi diakui secara luas
§  Sebagian besar modal dan kegiatan ekonomi dikuasi swasta
§  Campur tangan pemerintah sangat kecil
§  Kegiatan ekonomi ditentukan oleh mekanisme pasar
§  Persaingan bebas
 
Beberapa negara yang menganut sistem ini adalah Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Italia, Perancis, Swiss, dan Belgia.
 
  1. Sistem Ekonomi Komando
Sistem ini didasarkan atas ajaran Karl Max. Dalam sistem ekonomi ini hampir smeua kegiatan ekonomi diatur dan dilaksanakan oleh pemerintah/ sistem ekonomi komandi disebut juga sistem ekonomi sosialis atau sistem ekonomi komunis.
Ciri-ciri sistem ekonomi komando:
§  Negara sangat berkuasa dalam pemilikan bersama (kolektivitas) semua faktor produksi. Pemilikan bersama ini dimaksudkan untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama bukan berorientasi terhadap keuntungan pribadi
§  Produksi dilakukan sesuai dengan kebutuhan. Negara akan mengatur semua produksi barang-barang yang dibutuhkan oleh masyarakat, bukan hanya barang dan jasa yang bernilai ekonomi saja karena seluruh kegiatan ekonomi tidak diarahkan untuk menimbun kekayaan individu tetapi kesejahteraan bersama.
§  Perencanaan ekonomi. Negara melakukan perencanaan yang ketat untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam sistem ini mekanisme pasar tidak lagi berlaku karena negara yang menentukan semua harga.
 
Berdasarkan prinsip=prinsip tersebut, sisitem ini melindungi semua pihak, terutama kelompok marjinal yang tidak memiliki faktor produksi. Perlindungan tersebut dimaksudkan agar semua masyarakat mendapatkan kesejahteraan yang setara. Namun, secara umum sisitem ini dapat menghambat ekspresi dan mengurangi semangat orang untuk bekerja dan berprestasi, yang pada akhirnya makin menurunkan kreativitas dan produktivitas masyarakat. Negara dan perencanaan ekonomi yang sentralistik tidak dapat menjamin bahwa produksi dan distribusi barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat karena pada tingkatan tertentu negara tidak memiliki kemampuan produksi dan distribusi sebesar kebutuhan masyarakat.
Beberapa negara yang menganut sistem ini adalah Kuba, Cina, Vietnam, Polandia, Bulgaria, dan Rumania.
 
  1. Sistem Ekonomi Campuran
Dalam kenyataan kehidupan ekonomi sehari-hari, sesungguhnya tidak ada negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal atau komando sepenuhnya. Sistem ekonomi yang lebih banyak dipraktikan adalah bentuk sistem ekonomi campuran antara sistem ekonomi liberal dan komando. Sistem ini bertujuan untuk menghindari kelemahan yang ada pada sistem ekonomi liberal dan komando.
Ciri-ciri sistem ekonomi campuran :
§  Sebagian kegiatan ekonomi dilaksanakan oleh pihak swasta
§  Sebagian lagi, terutama bidang-bidang strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak dikuasai dan dikendalikan oleh pemerintah. Misalnya, transportasi, telekomunikasi, pertahanan dan keamanan, air dan listrik.
§  Pihak swasta bebas melakukan kegiatan ekonomi yang tidak bertentangan dengan kepenyingan umum.
§  Pemerintah mendorong inisiatif atau prakarsa swasta agar perekonomian secara kesuluruhan dapat berjalan lancar.
 
2.2 Sejarah Perkembangan Sistem Perekonomian Indonesia
            Sistem Perekonimian Indonesia sedikit banyak dipengaruhi oleh Sistem ekonomi Kolonial Belanda yang selama 350 tahun berkuasa atas ekonomi Indonesia. Pada awal kedatangannya di Indonesia, kolonial tidak datang sebagai penjajah fisik namun penjajah ekonomi. Dengan organisasi perdagangannya bernama VOC, mereka memonopoli pasar remah-rempah yang pada masa itu merupakan komoditi andalan nusantara. Mereka menggunakan kekerasan senjata untuk menguasai rempah-rempah.
            Ketika tahun 1799 VOC bangkrut dan bubar, pemerintah Belanda melaksanakan sisten tanam paksa untuk menutup defisit anggaran akibat oerang melawan berbagai perlawanan di Nusantara. Saat mulai berkembang sistem Liberalisme di Eropa, kebijakan tanam paksa menuai kritik, sehingga pemerintah Belanda mengubahnya menjadi Sistem Ekonomi Kapitalis-Liberal.
            Setelah Indonesia merdeka, para pemimpin bangsa berusaha merumuskan kembali Sistem Ekonomi Indonesia yang dianggap ideal dengan kondisi bangsa. Muhammad hatta mengemukakan sebuah knsep tenteang sistem Perekonomian Indonesia, yaitu Sistem Ekonomi Kerakyatan, semua aktivitas ekonomi harus disatukan dalam organisasi koperasi sebagai bangun usaha yang sesuai dengan asas kekeluargaan. Hanya dalam asas kekeluargaan dapat diwujudkanprinsip demokrasi ekonomi, yaitu produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua, sedangkan  pengelolaannya dipimpin dan diawasi oleh anggota masyarakat sendiri. Konsep Sistem Ekonomi Kerakyatan inilah yang dituangkan dalam UUD 1945 sebagai dasar sistem perekonomian nasional.
            Beberapa waktu setelah kemerdekaan, Indonesia mengalami masa-masa sulit hingga terjadi perpecahan pemimpin nasional yang ditandai dengan turunnya Muhammad Hatta dan digantikan oleh Soekarno yang memegang kekuasaan sangat besar, sehingga Sistem Ekonomi Etatisme berjalan di Indonesia.
            Setelah rejim Orde Lama ditumbangkan pada peristiwa berdarah 1966, rejim Orde Baru muncul dengan membawa sistem ekonomi yang baru yang ternyata tidak sepenuhnya sesuai dengan dasar sistem ekonomi yang termuat dalam UUD 1945.  Sistem ekonominya bersandar pada ‘trilogi pembangunan’, yaitu pertumbuhan ekonomi yang tinggi, stabilitas ekonomi, dan pemerataan. Meskipun pemerintah selalu mengklaim dirinya tidak menerapkan Sistem Ekonomi Kapitalis, tetapi pada praktiknya Indonesia telah melakukan berbagai liberalisasi ekonomi yang semakin memarjinalisasi peranan ekonomi rakyat.
            Berdasarkan pasal 33 dalam UUD 1945, tercantum dasar demokrasi ekonomi, dimana produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan bukan kemakmuran perorangan. Oleh sebab itu, perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Bentuk usaha yang sesuai dengan prinsip tersebut adalah koperasi. Konsep sistem ekonomi yang berdasarkan pasal tersebut menempatkan negara pada pelindung dan pembangunan perekonomian yang dikuasai dan mampu dikendalikan oleh rakyat.
 
2.3 Sistem Perekonomian Indonesia
            Dasar negara menyatakn bahwa sistem ekonomi yang dikonsepkan adalah Ekonomi Kerakyatan (ekonomi yang dikuasi oleh rakyat), tetapi kenyataannya aktivitas ekonomi yang berlangsung saat ini mencerminkan Sistem Ekonomi Kapitalis, sehingga saat ini yang terjadi adalah dualisme ekonomi.
            Dualisme ekonomi mengacu pada pemikiran J.H. Boeke yang menggambarkan adanya dua keadaan yang amat berbeda dalam suatu masyarakat, yang  hidup dan berdampingan. Keadaan pertama bersifat ‘superior’ sedangkan yang lainnya bersifat ‘inferior’. Dualisme ekonomi di Indonesia tidak hanya mewujud sebagai akibat perbedaan taraf pengembangan teknologi, melainkan tampak sebagai perbedaan konsep nilai (falsafah), ideologi, dan sos-bud, yang mempengaruhi bekerjanya sistem ekonomi.
            Di pedalaman desa dan sebagian masyarakat di kota masih menganut kolektivisme yang memunculkan sistem ekonomi baru yang tidak selalu sejalan dengan sistem ekonomi yang dominan. Ada sistem arisan, ‘sambatan’ (kerja bakti), ‘nyumbang’, dan pertukaran lokal, yang masih berkembang meskipun sistem-sistem produksi dan keuangan modern makin berkembang pesat. Perkembangan sektor ekonomi formal di pusat-pusat perkotaan tetap saja tidak mampu menampung banyaknya tenaga kerja, yang akhirnya berusaha di sektor informal.
Dalam sistem (pelaku) ekonomi superior (dominan) cenderung mensubordinasi sistem (pelau) ekonomi inferior karena kekuatan ilmu pengetahuan, teknologi, modal, dan SDM yang dikuasai pelaku ekonomi di sektor modern.
 
  • Sistem Ekonomi Kapitalis-Neo Liberal
Muncul sejak abad ke-17, seringkali ditandai dengan adanya globalisasi. Terminologi yang berkaitan dengan globalisasi ini, seperti negara tanpa batas, liberalisasi ekonomi, perdagangan bebas, integrasi ekonomi dunia yang diyakini akan membawa dunia pada kemajuan ekonomi, hilangnya kemiskinan, serta mengecilnya kesenjangan antarnegara.
Indonesia sesungguhnya turut terjerat dalam Sistem Ekonomi Kapitalis- Neo Liberal ini melalui kerangka peminjaman utang luar negeri untuk membiayai pembangunan, Indonesia terjebak dalam siklus pembayaran utang yang tiada habisnya. Di lain pihak, dengan dalih bergabung dengan organisasi perdagangan dunia (WTO) untuk mendatangkan keuntungan dari perdagangan dunia, Indonesia justru diebani dengan berbagai peraturan yang justru merugikan kepentingan nasional.
 
  • Sistem Ekonomi Pancasila
Sistem ekonomi yang terkait dengan ideologi, sistem nilai dan sosial-budaya yang khas Indonesia, berpijak pada kombinasi antara gagasan-gagasan normatif dan fakta-fakta empirik yang dirumuskan dalam Pancasila, Pembukaan UUD 1945 dan pasal-pasal ekonomi.
Ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang mengacu pada sila-sila Pancasila, yang terwujud dalam lima landasan ekonomi, yaitu ekonomi moralistik, kemanusiaan, nasionalisme ekonomi, demokrasi ekonomi, dan diarahkan untuk mencapai keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
 
  • Sistem Ekonomi Kerakyatan
Istilah ekonomi ini muncul akibat ketidakpuasan terhadap perekonimian nasional yang bias kepada unit-unit besar. Oleh karena itu ekonomi rakyat lebih merujuk pada ekonomi sebagian besar rakyatnya yang tergolong ekonomi lemah, bercirikan subsistem (tradisional) dengan modal dan tenaga kerja keluarga serta teknologi sederhana.
 
2.4 Pelaku Sistem Perekonomian Indonesia
  • Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
Badan usaha milik negara sebab modalnya adalah milik pemerintah yang berasal dari penerimaan negara yang disisihkan. Peran BUMN dalam pembangunan antara lain :
1.      Melayani kepentingan masyarakat
2.    Memacu pertumbuhan ekonomi
3.    Membuka lapangan kerja
4.    Menghasilkan devisa negara
5.    Mendorong aktivitas masyarakat di berbagai lapangan usaha
 
  • Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)
Didirikan oleh pemerintah daerah dengan modal kekayaan milik pemerintah daerah yang dipisahkan. Tujuan didirikannya BUMD adalah memacu pertumbuhan ekonomi dan sebagai sumber pendapatan daerah.
 
  • Badan Usaha Milik Swasta (BUMS)
Badan usaha yang modalnya merupakan milik swasta, baik perseorangan maupun milik bersama. Pihak pemilik memiliki kekuasaan penuh untuk mengatur dan mengelola usahanya karena modalnya merupakan milik sendiri. Biasanya didirikan untuk memperoleh laba sebesar-besarnya dengan menggunakan prinsip-prinsip ekonomi.
 
  • Koperasi
Badan usaha yang modalnya merupakan milik bersama yang dikelola secara bersama-sama untuk mencapai kesejahteraan anggota pada khususnya dab kesejahteraan rakyat pada umumnya.
 
 
 
 
 
 
 
BAB III
KESIMPULAN
 
            Sistem ekonomi adalah sebuah cara negara mengatur jenis produk yang dihasilkan, menghasilkan barang itu dan bagaimana barang tersebut didistribusikan kepada masyarakat. Penentuan sistem ekonomi tidak dapat dilepas dari ideologi yang diyakini oleh suatu negara. Seperti sistem ekonomi liberal, komando, dan campuran.
            Bangsa Indonesia mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan, kepentingan sosial, kulitas hidup, dan pembangunan yang berwawasan lingkungan yang berkelanjutan sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak-hak konsumen serta perlakuan adil bagi seluruh masyarakat. Sistem kerakyatan yang dibangun adalah sistem yang memungkinkan seluruh potensi masyarakat, baik sebagai konsumen, sebagai pengusaha, maupun tenaga kerja, tanpa membedakan suku, agama, dan jenis kelamin mendapat kesempatan yang sama untuk berpartisipasi aktif dalam meningkatkan taraf hidupnya dalam berbagai kegiatan ekonomi.  
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
DAFTAR PUSTAKA
 
avatar Tidak diketahui

tugas 2 Perekonomian Indonesia #

Minggu ke

Pokok Bahasan dan TIU

Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar

Cara Pengajaran

Media

Tugas

Referensi

 

1 & 2.

Sistem Perekonomian Indonesia

 

TIU :

Mahasiswa dapat memahami tentang pengertian sistem perekonomian yang ada, pokok-pokok pikiran tentang sistem ekonomi   di Indonesia, perkembangan sistem dan para pelaku ekonomi

  1. Arti Sistem

Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan Sistem

  1. Perkembangan Sistem Perekonomian

Mahasiswa dapat menjelaskan tentang :

  • Sistem Perekonomian Pasar (Liberalis / Kapitalis)
  • Sistem Perekonomian Perencanaan (Etatisme / 

        Sosialis)

  • Sistem Ekonomi Campuran
  • Perbedaan berbagai macam sistem ekonomi yang ada
  1. Sistem Perekonomian Indonesia
  • Mahasiswa dapat mengerti perkembangan sistem ekonomi sebelum orde baru
  • Mahasiswa dapat menjelaskan sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan Demokrasi Ekonomi
  • Mahasiswa dapat mengerti bahwa sistem perekonomian Indonesia sangat menentang adanya sistem : Free Fight Liberalism, Etatisme (Ekonomi Komando) dan Monopoli
  • Mahasiswa dapat mengerti perkembangan sistem ekonomi Indonesia setelah Orde Baru
  1. Para Pelaku Ekonomi
  • Mahasiswa dapat mengenal tiga pelaku ekonomi (agen-agen pemerintah dalam pembangunan ekonomi) yaitu : Sektor Pemerintah, Sektor Swasta dan Koperasi
  • Mahasiswa dapat menjelaskan tentang peranan BUMN dalam sistem perekonomian Indonesia
  • Mahasiswa dapat mengerti landasan Konstitusional BUMN, Latar belakang pendirian BUMN, tiga bentuk BUMN ( PERJAN, PERUM dan PERSERO), maksud dan tujuan dari kegiatan PERJAN, PERUM dan PERSERO
  • Mahasiswa dapat mengerti peranan Koperasi dalam perekonomian Indonesia

 

Kuliah

Mimbar

Papan Tulis, OHP

Latihan dan PR

Ref. 5 Hal

1.6 –1.7

1.10– 1.11

Ref.

1-    Hal 1 s/d 12

5-     Hal  1.1 s/d 1.10 

6-    Hal 1 s/d 16

3.

Perkembangan Strategi dan Perencanaan Pembangunan Ekonomi Indonesia

 

TIU :

Mahasiswa dapat mengerti, memahami dan menjelaskan tentang  strategi pembangunan, faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan, strategi pembangunan ekonomi Indonesia

  1. Strategi Pembangunan

Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai macam strategi pembangunan ekonomi yang meliputi :

  • Strategi Pertumbuhan
  • Strategi Pembangunan dengan pemerataan
  • Strategi Ketergantungan
  • Strategi yang berwawasan ruang
  • Strategi pendekatan kebutuhan pokok
  1. Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi pembangunan

Mahasiswa dapat mengerti faktor apa yang mempengaruhi pemilihan strategi pembangunan ekonomi dimana sangat dipengaruhi oleh pertanyaan ‘ Apa tujuan yang hendak dicapai ?’

  1. Strategi pembangunan ekonomi Indonesia

Mahasiswa dapat mengerti tentang strategi pembangunan yang kemudian dipertegas dengan ditetapkannya sasaran dan titik berat setiap Repelita.

  1. Perencanaan Pembangunan

Mahasiswa dapat mengerti :

  • Manfaat perencanaan pembangunan
  • Periode perencanaan pembangunan

 

Kuliah

Mimbar

Papan Tulis, OHP

 

Ref. 1

Hal 13 s/d 31

4.

Peta Perekonomian Indonesia

 

TIU :

Mahasiswa dapat menjelaskan keadaan geografis Indonesia, mata pencaharian, sumber daya manusia dan investasi

  1. Keadaan Geografis Indonesia
  • Mahasiswa dan mengerti dan menjelaskan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai pulau baik pulau yang besar maupun pulau-pulau yang kecil
  • Mahasiswa dapat menjelaskan bahwa Indonesia terletak di daratan tropika dengan curah hujan yang tinggi dan hanya dibedakan ke dalam 2 musim hujan setiap tahun
  • Mahasiswa dapat mengerti Indonesia mempunyai sumber pertambangan yang amat berharga seperti minyak, gas alam, batubara, timah, tembaga dan sumber tambang lainnya
  1. Mata Pencaharian
  • Mahasiswa dapat memahami bahwa Indonesia adalah negara agraris sehingga persentasi terbesar penduduk berada / tinggal di daerah pedesaan sedangkan persentasi kecil tinggal di daerah perkotaan
  • Mahasiswa dapat memahami bahwa sebagian besar penduduk Indonesia mata pencaharian pokoknya adalah bertani
  1. Sumber Daya Manusia

Mahasiswa dapat memahami tentang :

  • Laju pertumbuhan penduduk
  • Penyebaran penduduk
  • Angkatan kerja
  • Sistem pendidikan
  1. Investasi

Mahasiswa dapat mengerti betapa pentingnya investasi  dalam proses pembangunan di Indonesia dan upaya-upaya yang dapat ditempuh guna membantu memenuhi kebutuhan dana investasi pembangunan.

 

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

 

Ref.

1-    Hal 33 s/d 38

6-     Hal 34 

      s/d 50

5 & 6.

Struktur Produksi, Distribusi Pendapatan dan Kemiskinan

 

TIU :

Mahasiswa dapat mengerti, memahami dan menjelaskan tentang struktur produksi, pendapatan nasional dan cara perhitungannya, distribusi pendapatan nasional dan kemiskinan

  1. Struktur Produksi

Mahasiswa dapat menerangkan arti GDB sebagai indikator kemakmuran ekonomi dengan segala kekuatan dan kelemahannya dalam perkembangan perekonomian Indonesia selama ini

  1. Pendapatan Nasional
  • Mahasiswa dapat mengerti tentang pengertian dari pendapatan nasional
  • Mahasiswa dapat menjelaskan cara penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan produksi ( GDP)
  • Mahasiswa dapat menjelaskan cara penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pengeluaran (GNP)
  • Mahasiswa dapat menjelaskan  cara penghitungan pendapatan nasional dengan pendekatan pendapatan (NI)
  • Mahasiswa dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan pendapatan nasional yang siap dibelanjakan ( Y disposible)
  • Mahasiswa dapat menjelaskan apa yang dimaksud denagn Pendapatan Nasional Per Kapita
  1. Distribusi Pendapatan Nasional & Kemiskinan
  • Mahasiswa dapat menjelaskan distribusi pendapatan dan kemiskinan di Indonesia
  • Mahasiswa dapat menganalisis tentang distribusi pendapatan
  • Mahasiswa dapat menjelaskan apa yang dimaksud dengan kemiskinan yang dikemukakan oleh beberapa ahli
  • Mahasiswa dapat menjelaskan antara pertumbuhan dan pemerataan dalam konteks pembangunan ekonomi Indonesia selam ini

 

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

Latihan

Ref.5

Hal  3.22

Latihan 2

No. 1-4 &

Hal. 3.23

No. 1-5

 

PR

Ref. 5

Hal. 3.22

No. 5 – 10

Ref.

1-    Hal 40 s/d 47

4-     Hal 15 

      s/d 33

5-     Hal  

      3.1s/d 

      3.22

 

7.

Review

 

 

 

 

 

8.

UJIAN TENGAH SEMESTER

9.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

( APBN )

 

TIU :

Mahasiswa dapat mengerti, memahami dan menjelaskan perkembangan dana pembangunan Indonesia, proses penyusunan anggaran, perkiraan penerimaan negara, perkiraan pengeluaran dan dasar perhitungan perkiraan penerimaan negara

  1. Perkembangan Dana Pembangunan Indonesia
  2. Proses Penyusunan Anggaran
  3. Perkiraan Penerimaan Negara
  4. Perkiraan Pengeluaran
  5. Dasar Perhitungan Perkiraan Penerimaan Negara

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

 

Ref.

1-    Hal 49 s/d 59

6-    Hal 53 s/d 65

10.

Peran Sektor Luar Negeri Pada Perekonomian Indonesia

 

TIU :

Mahasiswa dapat memahami peranan perdagangan luar negeri bagi pembangunan ekonomi Indonesia dari Pelita ke Pelita

  1. Perdagangan Antar Negara
  • Mahasiswa dapat menjelaskan peranan perdagangan luar negeri bagi pembangunan ekonomi Indonesia
  • Mahasiswa dapat menjelaskan kebijaksanaan perdagangan luar negeri dari Pelita ke Pelita berikutnya
  1. Hambatan Perdagangan Antar Negara
  • Mahasiswa dapat menjelaskan berbagai hambatan yang dihadapi oleh Indonesia dalam melaksanakan perdagangan antar negara
  1. Neraca Pembayaran Luar Negeri Indonesia
  • Mahasiswa dapat menjelaskan perkembangan neraca pembayaran
  1. Peran Kurs Valuta Asing
  • Mahasiswa dapat menjelaskan peranan kurs valuta asing bagi perekonomian Indonesia

Kuliah Mimbar

Papan Tulis

Latihan

Ref. 5

Hal. 5.8

Tes Formatif No. 1 – 3

Hal. 5.12

No. 1 – 3

 

PR.

Ref. 5

Hal. 5.11

No. 1 – 4

Ref.

1-    hal 61  

      s/d 73

 

5-    hal. 

5.1  s/d 

5.11

11 & 12.

Kebijaksaan Pemerintah

 

TIU :

Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan kebijaksanaan selama periode 1966 – 1969, Pelita I s/d Pelita V, Kebijaksanaan moneter dan fiskal di sektor luar negeri

  1. Kebijaksanaan Selama
  2. Kebijaksanaan Moneter
  3. Kebijaksanaan Fiskal
  4. Kebijaksanaan Fiskal dan Moneter di Sektor Luar Negeri
  1. Periode 1966 – 1969
  2. Periode Pelita I
  3. Periode Pelita II
  4. Periode Pelita III
  5. Periode Pelita IV
  6. Periode Pelita V

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

 

Ref.

1-    Hal 75 s/d 89

6-    Hal 71 –  139

13.

Masalah Pokok Perekonomian Indonesia

 

TIU :

Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan pengangguran dan inflasi, penyebab serta hubungan antara pengangguran dan inflasi

  1. Pengangguran
  • Mahasiswa dapat menerangkan definisi dari pengangguran
  • Mahasiswa dapat menjelaskan ciri pengangguran di Indonesia
  1. Inflasi

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

Latihan

Ref. 5

Hal. 4.16

No. 3,  4

 

PR

Ref. 5

Hal. 4.17

No. 2,3,4,5

Ref.

1-    Hal 91 

S/d 100

5-    Hal  

      4.10

 

14.

Investasi dan

Penanaman Modal

 

Tiu :

Mahasiswa dapat mengerti dan menjelaskan apa yang dimaksud dengan investasi, baik investasi dalam negeri maupun investasi asing

  1. Investasi
  • Mahasiswa dapat menjelaskan arti peranan modal dalam meningkatkan PNB (Pendapatan Nasional Bruto)
  1. Penanaman Modal Dalam Negeri
  • Mahasiswa dapat menjelaskan arti peranan  modal dalam negeri, terutama tentang fungsi dan kedudukannya, perkembangan dab prospeknya di masa depan
  1. Penanaman Modal Asing
  • Mahasiswa dapat menganalisis peranan modal asing dan isu-isu yang ada

Kuliah Mimbar

Papan Tulis, OHP

Latuhan

Ref. 5

Hal 6.14-15 No.1 – 5

PR

Ref. 5

Latihan 1

Hal 6.13

No. 1-6

Ref.

1-    Hal 102 s/d 107

5-     Materi 

       Pokok 

       6 hal  

       6.1 

       s/d 

       6.12

15.

Review

 

 

 

 

 

16.

UJIAN AKHIR SEMESTER

                           

 

 

Daftar Referensi

 

1.               Aries Budi S., 1996, Buku Paket Perekonomian Indonesia, Universitas Gunadarma, Jakarta

  1. Boediono, 1982, Ekonomi Makro, BPFE, Yogyakarta
  2.             Suroso P.C., 1993, Perekonomian Indonesia, Buku Panduan Mahasiswa, APTIK dan Gramedia, Jakarta
  3.             Suseno Triyanto Widodo Hg., 1991, Indikator Ekonomi, Dasar Perhitungan Perekonomian Indonesia, Kanisius, Yogyakarta
  4. Wan Usman, 1988, Ekonomi Indonesia, Karunia, Universitas Terbuka, Jakarta
  5. Zulkarnain Djamin, 1993, Perekonomian Indonesia, LPFE, Universitas Indonesia, Jakarta

 

 

avatar Tidak diketahui

Masa Anak-Anak Awal (Perkembangan Psikososial)

 

A. Tugas Perkembangan masa kanak-kanak awal dari segi perkembangan Psikososial
 Secara kronologis (menurut urutan waktu), masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa perkembangan dari usia 1 atau 2 tahun hingga 5 atau 6 tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan dan keluarganya. Oleh karena itu , fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah.
  Masa kanak-kanak sering disebut masa estetika, masa indera, dan masa menentang orang tua. Disebut estetika karena pada masa ini merupakan saat terjadinya perasaan keindahan. Disebut masa indera, karena pada masa ini indera berkembang pesat dan merupakan kelanjutan dari perkembangan selanjutnya. Berkat kepesatan perkembangan itulah, dia senang mengadakan eksplorasi. Kemudian disebut dengan masa menentang. Masa itu disebut juga Masa Raja Kecil atau Masa Trotz Alter dengan sikap egosentris karena merasa dirinya berada di pusat lingkungan, yang ditampilkan anak dengan sikap senang menentang atau menolak sesuatu yang datang dari orang di sekitarnya. Perkembangan seperti itu antara lain disebabkan oleh kesadaran anak, bahwa dirinya mempunyai kemauan dan kehendak sendiri, yang dapat berbeda dengan orang lain. Kesadaran itu merupakan awal dari usaha untuk mewujudkan diri (self realization) sebagai satu diri (individu), dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak sama dengan orang lain.
 Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan, yang kadang-kadang dapat membantu dalam mengatasi kekurangan-kekurangannya dalam kenyataan. Kegiatan yang
bermacam-macam itu akan memberikan ketrampilan dan pengalaman-pengalaman terhadap si anak.
 Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi :
1. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu , ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
2. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
3. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
4. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk , juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
5. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana tentang kenyataan sosial dan alam, serta mempersiapkan diri untuk membaca.
 Dengan demikian, belajar berbicara, membedakan jenis kelamin, mengadakan hubungan emosional, belajar konsep (pengertian) dapat dikatakan sebagai tugas perkembangan masa anak-anak awal yang berkaitan dengan segi perkembangan psikososialnya yang selanjutnya berguna bagi terciptanya hubungan sosial menuju tahap-tahap perkembangan selanjutnya.

B. Ciri-ciri masa kanak-kanak awal
 Adapun ciri-ciri masa kanak-kanak awal adalah :
a. Usia yang mengandung masalah atau usia sulit
b. Usia mainan
c. Usia prasekolah
d. Usia belajar berkelompok
e. Usia menjelajah dan bertanya
f. Usia meniru dan kreatif
 Dengan demikian, ciri-ciri masa kanak-kanak awal tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Adapun kekurangan dari salah satu ciri-ciri tersebut merupakan suatu kondisi yang harus diperhatikan sunguh-sungguh oleh orang tua ataupun masyarakat.

C. Perkembangan yang terjadi pada periode ini dari segi perkembangan Psikososial
 Adapun perkembangan yang terjadi pada periode ini adalah :
1. Perkembangan fisik dan motorik
2. Perkembangan intelektual (pengertian)
3. Perkembangan berbicara (bahasa)
4. Perkembangan emosi
 Emosi yang meninggi pada awal masa kanak-kanak ditandai oleh ledakan amarah yang kuat, ketakutan yang hebat dan iri hati yang tidak masuk akal. Penyebab emosi ini adalah akibat lamanya bermain, tidak mau tidur siang, dan makan terlalu sedikit.
 Di antara beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain ; kecerdasan, anak yang cerdas lebih aktif dalam menjelajahi lingkungannya dan lebih banyak bertanya daripada anak yang kecerdasannya lebih rendah. Perbedaan seks, dalam emosi terutama karena tekanan sosial untuk mengungkapkan emosi sesuai dengan kelompoknya. Besarnya keluarga juga sangat mempengaruhi sering dan kuatnya rasa cemburu dan iri hati. Lingkungan sosial rumah memainkan peranan yang penting dalam menimbulkan sering dan kuatnya rasa marah anak-anak, misalnya bila ada tamu di rumah. Jenis disiplin dan metode latihan anak juga mempengaruhi frekuensi dan intensitas ledakan amarah anak. Semakin orang tua otoriter, semakin besar kemungkinan anak bereaksi dengan amarah.
 Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak adalah :
a. Amarah
b. Takut
c. Cemburu
d. Ingin tahu
e. Iri hati
f. Gembira
g. Sedih
h. Kasih sayang

5. Perkembangan sosial
 Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh iklim sosio-psikologis keluarganya. Jika di lingkungan keluarga tercipta suasana yang harmonis, saling memperhatikan, saling membantu (bekerja sama) dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga atau anggota keluarga, dan konsisten dalam melaksanakan aturan, maka anak akan memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam hubungan dengan orang lain.
 Pola perilaku sosial pada anak antara lain ; meniru, persaingan, kerja sama, simpati, empati (mengerti perasaan dan emosi orang lain dan membayangkan dirinya pada kondisi orang lain tersebut), dukungan sosial, membagi / berbagi, perilaku akrab.
 Sedangkan perilaku tidak sosial antara lain ; negativisme, agresif, perilaku berkuasa, mementingkan diri sendiri, merusak, pertentangan seks (sering kali laki-laki berperilaku agresif melawan anak perempuan), prasangka.

6. Perkembangan bermain
 Permainan tidak bisa dipisahkan dari dunia anak. Dan merupakan bagian penting dalam perkembangan tahun-tahun pertama masa ini. Bentuk-bentuk permainan yang biasa dilakukan anak pada periode ini adalah :
a. Memasuki tahun kedua, anak suka bermain sendirian
b. Akhir tahun ketiga, anak mulai bermain dengan anak lain
c. Pada tahun keempat, anak-anak cenderung bermain pada kelompok khusus dalam permainan imajinatif dan bangunan
d. Pada usia kelima, anak menyukai permainan yang memungkinkan untuk saling mengungguli

7. Perkembangan kepribadian
 Lingkungan keluarga merupakan dunia sosial awal bagi anak-anak, maka bagaimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagaimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep-diri, yaitu inti pola kepribadian. Dan dalam perkembangan selanjutnya, sikap dan cara teman-teman sebaya memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep diri.

8. Perkembangan moral
 Dalam tahap ini, anak secara otomatis mengikuti peraturan tanpa berfikir ataupun menilai. Anak sebaiknya cenderung dilatih untuk berdisiplin, karena ini merupakan cara mengajarkan berperilaku moral sesuai yang diterima kelompoknya.

9. Perkembangan kesadaran beragama
 Pengenalan agama sudah dapat dilakukan sejak dini. Pengetahuan anak tentang agama berkembang sejalan dengan pengalamannya dalam mendengarkan ucapan-ucapan orang tuanya, melihat sikap dan perilaku orang tuanya dalam beribadah, selanjutnya mereka meniru dari apa yang telah dilihat maupun didengarnya.
 Jadi perkembangan-perkembangan tersebut menjadi salah satu bagian yang erat hubungannya dengan perkembangan psikososial anak.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
 Dari pembahasan Masa Anak-Anak Awal dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Tugas perkembangan masa kanak-kanak awal dari segi perkembangan Psikososial adalah :
a. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu , ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
b. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
c. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
d. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk , juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
e. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana tentang kenyataan sosial dan alam, serta mempersiapkan diri untuk membaca.

 

2. Ciri-ciri Masa Anak-Anak Awal adalah :
a. Usia yang mengandung masalah atau usia sulit
b. Usia mainan
c. Usia prasekolah
d. Usia belajar berkelompok
e. Usia menjelajah dan bertanya
f. Usia meniru dan kreatif

3. Perkembangan yang terjadi pada periode ini dari segi perkembangan Psikososial adalah :
a. Perkembangan fisik dan motorik
b. Perkembangan intelektual (pengertian)
c. Perkembangan berbicara (bahasa)
d. Perkembangan emosi
e. Perkembangan sosial
f. Perkembangan bermain
g. Perkembangan kepribadian
h. Perkembangan moral
i. Perkembangan kesadaran beragama

B. Saran
 Hendaknya bagi orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya pada masa ini adalah tetap, tak ada goncangan. Karena kegoncangan akan menyebabkan kebingungan dan keraguan pada anak. Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan. Dan anak pada masa ini cenderung untuk mencari mana yang boleh dan mana yang tidak. Tugas orang tua adalah membimbing anak sehingga ia akan sampai pada penghargaan terhadap nilai-nilai. Sikap dan pandangan orang tua mengenai penampilan, kemampuan, dan prestasinya sangat mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.
 Dan hendaknya orang tua harus mengutamakan menjalin hubungan yang baik dan benar dengan anak, dan menciptakan suasana yang harmonis, saling memperhatikan, saling membantu (bekerja sama) dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga atau anggota keluarga, dan konsisten dalam melaksanakan aturan, supaya anak memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam hubungan dengan orang lain.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Nawawi, Hadari, Pendidikan Dalam Islam. Surabaya : Al Ikhlas ,1993.
Rahmah, Elfi Yuliani, Psikologi Perkembangan. Ponorogo : STAIN Ponorogo Press, 2005.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam . Jakarta : Kalam Mulia, 2004.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 1995.

avatar Tidak diketahui

Masa Anak-Anak Awal (Perkembangan Psikososial)

 

A. Tugas Perkembangan masa kanak-kanak awal dari segi perkembangan Psikososial
Secara kronologis (menurut urutan waktu), masa kanak-kanak (early childhood) adalah masa perkembangan dari usia 1 atau 2 tahun hingga 5 atau 6 tahun. Perkembangan biologis pada masa-masa ini berjalan pesat, tetapi secara sosiologis ia masih sangat terikat oleh lingkungan dan keluarganya. Oleh karena itu , fungsionalisasi lingkungan keluarga pada fase ini penting sekali untuk mempersiapkan anak terjun ke dalam lingkungan yang lebih luas terutama lingkungan sekolah.
Masa kanak-kanak sering disebut masa estetika, masa indera, dan masa menentang orang tua. Disebut estetika karena pada masa ini merupakan saat terjadinya perasaan keindahan. Disebut masa indera, karena pada masa ini indera berkembang pesat dan merupakan kelanjutan dari perkembangan selanjutnya. Berkat kepesatan perkembangan itulah, dia senang mengadakan eksplorasi. Kemudian disebut dengan masa menentang. Masa itu disebut juga Masa Raja Kecil atau Masa Trotz Alter dengan sikap egosentris karena merasa dirinya berada di pusat lingkungan, yang ditampilkan anak dengan sikap senang menentang atau menolak sesuatu yang datang dari orang di sekitarnya. Perkembangan seperti itu antara lain disebabkan oleh kesadaran anak, bahwa dirinya mempunyai kemauan dan kehendak sendiri, yang dapat berbeda dengan orang lain. Kesadaran itu merupakan awal dari usaha untuk mewujudkan diri (self realization) sebagai satu diri (individu), dengan menunjukkan bahwa dirinya tidak sama dengan orang lain.
Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan, yang kadang-kadang dapat membantu dalam mengatasi kekurangan-kekurangannya dalam kenyataan. Kegiatan yang
bermacam-macam itu akan memberikan ketrampilan dan pengalaman-pengalaman terhadap si anak.
Tugas-tugas perkembangan pada fase ini meliputi :
1. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu , ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
2. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
3. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
4. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk , juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
5. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana tentang kenyataan sosial dan alam, serta mempersiapkan diri untuk membaca.
Dengan demikian, belajar berbicara, membedakan jenis kelamin, mengadakan hubungan emosional, belajar konsep (pengertian) dapat dikatakan sebagai tugas perkembangan masa anak-anak awal yang berkaitan dengan segi perkembangan psikososialnya yang selanjutnya berguna bagi terciptanya hubungan sosial menuju tahap-tahap perkembangan selanjutnya.

B. Ciri-ciri masa kanak-kanak awal
Adapun ciri-ciri masa kanak-kanak awal adalah :
a. Usia yang mengandung masalah atau usia sulit
b. Usia mainan
c. Usia prasekolah
d. Usia belajar berkelompok
e. Usia menjelajah dan bertanya
f. Usia meniru dan kreatif
Dengan demikian, ciri-ciri masa kanak-kanak awal tidak bisa dipisahkan antara yang satu dengan yang lain. Adapun kekurangan dari salah satu ciri-ciri tersebut merupakan suatu kondisi yang harus diperhatikan sunguh-sungguh oleh orang tua ataupun masyarakat.

C. Perkembangan yang terjadi pada periode ini dari segi perkembangan Psikososial
Adapun perkembangan yang terjadi pada periode ini adalah :
1. Perkembangan fisik dan motorik
2. Perkembangan intelektual (pengertian)
3. Perkembangan berbicara (bahasa)
4. Perkembangan emosi
Emosi yang meninggi pada awal masa kanak-kanak ditandai oleh ledakan amarah yang kuat, ketakutan yang hebat dan iri hati yang tidak masuk akal. Penyebab emosi ini adalah akibat lamanya bermain, tidak mau tidur siang, dan makan terlalu sedikit.
Di antara beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain ; kecerdasan, anak yang cerdas lebih aktif dalam menjelajahi lingkungannya dan lebih banyak bertanya daripada anak yang kecerdasannya lebih rendah. Perbedaan seks, dalam emosi terutama karena tekanan sosial untuk mengungkapkan emosi sesuai dengan kelompoknya. Besarnya keluarga juga sangat mempengaruhi sering dan kuatnya rasa cemburu dan iri hati. Lingkungan sosial rumah memainkan peranan yang penting dalam menimbulkan sering dan kuatnya rasa marah anak-anak, misalnya bila ada tamu di rumah. Jenis disiplin dan metode latihan anak juga mempengaruhi frekuensi dan intensitas ledakan amarah anak. Semakin orang tua otoriter, semakin besar kemungkinan anak bereaksi dengan amarah.
Emosi yang umum pada awal masa kanak-kanak adalah :
a. Amarah
b. Takut
c. Cemburu
d. Ingin tahu
e. Iri hati
f. Gembira
g. Sedih
h. Kasih sayang

5. Perkembangan sosial
Perkembangan sosial anak sangat dipengaruhi oleh iklim sosio-psikologis keluarganya. Jika di lingkungan keluarga tercipta suasana yang harmonis, saling memperhatikan, saling membantu (bekerja sama) dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga atau anggota keluarga, dan konsisten dalam melaksanakan aturan, maka anak akan memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam hubungan dengan orang lain.
Pola perilaku sosial pada anak antara lain ; meniru, persaingan, kerja sama, simpati, empati (mengerti perasaan dan emosi orang lain dan membayangkan dirinya pada kondisi orang lain tersebut), dukungan sosial, membagi / berbagi, perilaku akrab.
Sedangkan perilaku tidak sosial antara lain ; negativisme, agresif, perilaku berkuasa, mementingkan diri sendiri, merusak, pertentangan seks (sering kali laki-laki berperilaku agresif melawan anak perempuan), prasangka.

6. Perkembangan bermain
Permainan tidak bisa dipisahkan dari dunia anak. Dan merupakan bagian penting dalam perkembangan tahun-tahun pertama masa ini. Bentuk-bentuk permainan yang biasa dilakukan anak pada periode ini adalah :
a. Memasuki tahun kedua, anak suka bermain sendirian
b. Akhir tahun ketiga, anak mulai bermain dengan anak lain
c. Pada tahun keempat, anak-anak cenderung bermain pada kelompok khusus dalam permainan imajinatif dan bangunan
d. Pada usia kelima, anak menyukai permainan yang memungkinkan untuk saling mengungguli

7. Perkembangan kepribadian
Lingkungan keluarga merupakan dunia sosial awal bagi anak-anak, maka bagaimana perasaan mereka kepada anak-anak dan bagaimana perlakuan mereka merupakan faktor penting dalam pembentukan konsep-diri, yaitu inti pola kepribadian. Dan dalam perkembangan selanjutnya, sikap dan cara teman-teman sebaya memperlakukannya mulai membawa pengaruh dalam konsep diri.

8. Perkembangan moral
Dalam tahap ini, anak secara otomatis mengikuti peraturan tanpa berfikir ataupun menilai. Anak sebaiknya cenderung dilatih untuk berdisiplin, karena ini merupakan cara mengajarkan berperilaku moral sesuai yang diterima kelompoknya.

9. Perkembangan kesadaran beragama
Pengenalan agama sudah dapat dilakukan sejak dini. Pengetahuan anak tentang agama berkembang sejalan dengan pengalamannya dalam mendengarkan ucapan-ucapan orang tuanya, melihat sikap dan perilaku orang tuanya dalam beribadah, selanjutnya mereka meniru dari apa yang telah dilihat maupun didengarnya.
Jadi perkembangan-perkembangan tersebut menjadi salah satu bagian yang erat hubungannya dengan perkembangan psikososial anak.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan Masa Anak-Anak Awal dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1. Tugas perkembangan masa kanak-kanak awal dari segi perkembangan Psikososial adalah :
a. Belajar berbicara, misalnya mulai dengan menyebut kata ibu , ayah, dan nama-nama benda sederhana yang ada di sekelilingnya.
b. Belajar membedakan jenis kelamin antara laki-laki dan perempuan, dan bersopan santun seksual.
c. Belajar mengadakan hubungan emosional selain dengan ibunya, dengan ayah, saudara kandung, dan orang-orang di sekelilingnya.
d. Belajar membedakan antara hal-hal yang baik dengan yang buruk , juga antara hal-hal yang benar dan salah, serta mengembangkan atau membentuk kata hati (hati nurani).
e. Membentuk konsep-konsep (pengertian) sederhana tentang kenyataan sosial dan alam, serta mempersiapkan diri untuk membaca.

 
2. Ciri-ciri Masa Anak-Anak Awal adalah :
a. Usia yang mengandung masalah atau usia sulit
b. Usia mainan
c. Usia prasekolah
d. Usia belajar berkelompok
e. Usia menjelajah dan bertanya
f. Usia meniru dan kreatif

3. Perkembangan yang terjadi pada periode ini dari segi perkembangan Psikososial adalah :
a. Perkembangan fisik dan motorik
b. Perkembangan intelektual (pengertian)
c. Perkembangan berbicara (bahasa)
d. Perkembangan emosi
e. Perkembangan sosial
f. Perkembangan bermain
g. Perkembangan kepribadian
h. Perkembangan moral
i. Perkembangan kesadaran beragama

B. Saran
Hendaknya bagi orang tua dalam memperlakukan anak-anaknya pada masa ini adalah tetap, tak ada goncangan. Karena kegoncangan akan menyebabkan kebingungan dan keraguan pada anak. Anak-anak pada masa ini bersifat meniru, banyak bermain dengan lelakon (sandiwara) atau khayalan. Dan anak pada masa ini cenderung untuk mencari mana yang boleh dan mana yang tidak. Tugas orang tua adalah membimbing anak sehingga ia akan sampai pada penghargaan terhadap nilai-nilai. Sikap dan pandangan orang tua mengenai penampilan, kemampuan, dan prestasinya sangat mempengaruhi cara anak memandang dirinya sendiri.
Dan hendaknya orang tua harus mengutamakan menjalin hubungan yang baik dan benar dengan anak, dan menciptakan suasana yang harmonis, saling memperhatikan, saling membantu (bekerja sama) dalam menyelesaikan tugas-tugas keluarga atau anggota keluarga, dan konsisten dalam melaksanakan aturan, supaya anak memiliki kemampuan atau penyesuaian sosial dalam hubungan dengan orang lain.

 

 

 
DAFTAR PUSTAKA

Nawawi, Hadari, Pendidikan Dalam Islam. Surabaya : Al Ikhlas ,1993.
Rahmah, Elfi Yuliani, Psikologi Perkembangan. Ponorogo : STAIN Ponorogo Press, 2005.
Ramayulis, Ilmu Pendidikan Islam . Jakarta : Kalam Mulia, 2004.
Syah, Muhibbin, Psikologi Pendidikan Dengan Pendekatan Baru. Bandung : PT Remaja Rosda Karya, 1995.

avatar Tidak diketahui

Kepongpong yang ingin menjadi kupu-kupu

 

Aku berasal dari suatu daerah, yang ingin mengejar ilmu ke luar daerah.. aku pernah merasakan kegagal dalam bersekolah, aku tak menginginkan hal itu terulang kembali pada diriku, hidupku sangatlah perih, makanyya banyak sarana-sarana belajar yang tak mampu aku beli…
Kadang hal itu yang bekin aku lemah,, takut ketinggalan dalam belajar,,
Tapi inilah aku,, yang akan terus menggapai cita-citaku,, aku ingin menjadi seorang pengusaha, oleh karena itu saya kembali melanjutkan kuliah untuk menambah ilmuku, belajar dari pengalaman aku akan memastikan kegagalan itu tak akan terulang kembali, walaupun dengan serba kurang aku akan terus berjuang,, aku aku yakin aku pasti bias.
Banyak juga yang bilang percuma,,, tapi aku takan menanggapinya,,, itu akan ku jadikan sebagai motibasi untuk mencapai kesuksesan.
Ada pepatah mengatakan.. “barang siapa yang berusaha pasti akan berhasil”
Sebuah pena juga kalau tidak bias membuat uraian kata dengan kelincahannya,, tak mungkin dia bias membuat cerita, karya tulis yang bias terkenal,,
Begitu juga manusia kalau tidak usaha, hal yang kita inginkan tak mungkin tercapai.
Orang kecil juga punya harapan tinggi, dia ingin sepertti kiepongpong yang menjadi kupu-kupu,
”Andai kegagalan seperti hujan, dan keberhasilan seperti mentari, kita membutuhkan keduanya agar menghasilkan pelangi”…

avatar Tidak diketahui

tugas 6 no 2. Franchise Lokal

2. Franchise Lokal

Definisi Franchise Lokal

Franchise lokal Waralaba dalam negeri, juga menjadi salah satu pilihan investasi untuk orang-orang yang ingin cepat menjadi pengusaha tetapi tidak memiliki pengetahuan cukup piranti awal dan kelanjutan usaha ini yang disediakan oleh pemilik waralaba.

Contoh dari Franchise Lokal

Ayam Bakar Wong Solo
Papa Ronz Pizza
Es Teler 77
Lemonde
Shop & Drive
LP3I
Primagama
Londre
Indomart
Alfamart

Keuntungan & Kelemahan Frinchising

Keuntungan

a. Adanya program-program pelatihan dari Fanchisor (yang punya perusahaan)sehingga kurangnya skill

dapat di tanggulangi.

b. Secara psikologis pihak Franchisee akan berusaha untuk dapat memajukan bisnisnya itu di samping

mendapat bantuan dan bimbingan yang terus menerus dari pihak franchisor karena merasa telah

memiliki perusaan yang besar.
c. Populer seketika.
d. Karena sudah populer maka tentu saja perusahaan baru tersebut tidak butuh dana besar untuk promo

atau dana untuk kegagalan yang biasa dialami oleh perusaan yang baru berdiri.
e. Seringkali pihak franchisee menerima juga bantuan-bantuan berikut ini

Penyeleksian tempat
Persiapan rencana perbaikan model gedung sehingga sesuai dengan rencana tata kota atau ketentuan lainnya yang berlaku
Perolehan dana untuk sebahagian biaya akuisisi dari bisnis yang difranchisekan,
Pelatihan staff,
Pembelian peralatan,
Seleksi dan pembelian suku cadang,
Bantuan pembukaan bisnis dan menjalankannya dengan lancar.

2. Kelemahan

Sistem Franchise tidak memberikan kebebasan penuh kepada Franchise kararena franchise terikat perjanjian yang harus mengikuti sistem dan metode yang telah dibuat oleh franchisor
sistem Franchise bukan jaminan akan keberhasilan, menggunakan merek terkenal belum tentu akan sukses bila tidak diimbangi dengan kecermatan dan kehati-hatian franchise dalam memilihi usaha dan mempunyai komitmen dan harus bekerja keras serta tekun.
Franchise harus bisa bekerja sama dan berkomunikasi dengan baik dalam hubungannya dengan franchisor.
Tidak semua janji Franchisor diterima oleh Franchise.
Masih adanya ketidakamanan dalam suatu franchise, karena franchisor dapat memutuskan atau tidak memperbaharui perjanjian.

Manfaat Franchise

Manfaat bagi franchisor:

pengembangan usaha dengan biaya yang relatif murah
potensi passive income yang cukup besar
efek bola salju dalam hal brand awareness dan brand equity usaha anda
terhindar dari undang-undang anti monopoli.

Manfaat bagi franchisee:

memperkecil resiko kegagalan usaha
menghemat waktu, tenaga dan dana untuk proses trial & error
member kemudahan dalam operasional usaha
penggunaan nama merek yang sudah lebih dikenal masyarakat.

sumber : http://hostforplus.blogspot.com/2011/05/manfaat-franchise-waralaba.html

Kiat-kiat untuk Mempertahankan Bisnis Waralaba

Pastikan Anda memiliki cukup uang untuk investasi. Tak hanya uang investasi, Anda juga memerlukan dana cukup sebagai cadangan jika Anda harus mengalami rugi. Dana tersebut juga termasuk dana cadangan hidup Anda sendiri selama 12 bulan ke depan.
Taati dan patuhi seluruh sistem waralaba dari pewaralaba. Pewaralaba adalah orang yang mengerti dan berpengalaman di bisnisnya. Mereka lebih paham dan telah jatuh bangun hingga mencapai kesuksesannya sekarang.
Jangan abaikan keluarga dan teman-teman Anda. Walau Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu untuk menjalankan bisnis tersebut, tapi tetap sisihkan waktu untuk keluarga dan teman-teman Anda.
Perlakukan pelanggan dengan layanan terbaik. Jangan lupa senyum dalam melayani mereka, dan beri tahu mereka bahwa Anda senang berbisnis dengan mereka.
Libatkan diri dalam komunitas lokal setempat. Ikuti dan sponsori kegiatan-kegiatan lokal di sekitar gerai Anda, seperti kegiatan sosial, perayaan, acara sekolah, dll.
Selalu berkomunikasi dengan pewaralaba dan terwaralaba lain. Jagalah hubungan baik dengan mereka, dan jika ada masalah jangan disimpan sendiri saja. Sebaliknya, seorang pewaralaba juga selayaknya bersikap terbuka terhadap perkembangan gerai Anda. Ada baiknya jika Anda banyak bertanya dan menyampaikan keluhan atau kesenangan yang diperoleh dari menjalankan waralaba. Pewaralaba akan dengan senang hati menerima masukan dan membantu menyelesaikan masalah Anda.
Perhatikan detail gerai Anda. Masalah pembukuan harus cermat dan teliti, tidak boleh ada selisih uang walau hanya beberapa ratus rupiah. Tegaskan hal ini pada karyawan Anda. Uang sekecil apapun harus tercatat dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan. Tekan biaya pengeluaran, dan maksimalkan pendapatan Anda.

sumber : http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/180-waralaba/16806-kunci-sukses-menjalankan-waralaba.html

avatar Tidak diketahui

tugas 6

Tugas 6
Apa Itu “Franchising” dalam Dunia Bisnis??
Franchising. Sebuah model bisnis yang sangat populer dalam 10 tahun terakhir ini.
Apakah metode bisnis ini cocok untuk kondisi Anda sekarang? Mari kita lihat…
Franchising Sempat Mendapat Banyak Kecaman Pada Masa Awal-awal dimulainya. Model Bisnis Ini Dianggap Tidak Etis, Tidak Bermoral, Potong Jalur, Cari Aman, Cari Mudah, Dan lain sebagainya.
Namun, seiring dengan perkembangan zaman, tingkat kompetisi bisnis yang tinggi, dan kesuksesan McDonalds, Sturbucks, dll., metode bisnis ini menjadi salah satu alternatif yang menjanjikan bagi kebanyakan orang. Mengapa?
Karena Model Bisnis Ini Memberikan Kesempatan Kepada Orang-orang Yang Ingin Berbisnis, Tapi Tidak Memiliki Pengalaman Dan Ketrampilan.
Franchising menyediakan sistem untuk Anda, pelatihan untuk Anda dan karyawan Anda, serta produk yang sudah terbukti diterima pasar.
Hmm.. sounds good, huh?
Tapi, Apakah Anda Tahu, Berapa Besar Modal Finansial Yang Harus Anda Siapkan Untuk Memulai Bisnis Franchising Yang Menjanjikan?
Sepanjang pengalaman dan pengetahuan kami, untuk membeli franchise dari perusahaan yang sedang-sedang saja (produk minuman), Anda memerlukan biaya Rp 300 juta untuk memulai, dan Anda harus membayar setidaknya Rp 50 juta per bulan sebagai franchising fee, ya.., setiap bulannya!
Oke, mari kita lihat data 10 franchising terbaik dunia dan nilai investasinya, yang saya kutip dari majalah Enterpreneur;
1. Subway; Sandwitch & Salad; Start-up Cost = US $74,9 ribu – US $222,8 ribu, Royalti = 8%.
2. Dunkin’ Donuts; Donat, Roti, Start-up Cost = US $179 ribu – US $1,6 juta, Royalti = 5,9%.
3. Jackson Hewitt Tax Services; Pelayanan Jasa Penghitungan Pajak Individual, Start-up Cost = US $48,6 ribu – US $91,8 ribu, Royalti = 15%.
4. 7-eleven, Inc.; Convenience Store, Start-up Cost = bervariasi, Royalti = bervariasi.
5. The UPS Store; Jasa Pengiriman, Start-up Cost = US $154 ribu – US $267 ribu, Royalti = 5%.
6. Domino Pizza; Pizza, Start-up Cost = US $141,4 ribu – US $415,1 ribu, Royalti = 5,5%.
7. Jiffy Lube; Pelumas, Start-up Cost = US $214 ribu – US $273 ribu, Royalti = 5%.
8. Sonic Drive In; Drive-in Restourant, Start-up Cost = US $861 juta, Royalti = 1%-5%.
9. McDonald’s; Restoran Cepat Saji, Start-up Cost = US $506 ribu – US $1,6 juta, Royalti = 12,5%.
10. Papa John’s; Pizza, Start-up Cost = US $250 ribu, Royalti = 4%.
Anda lihat angka-angka start-up cost diatas? Anda lihat berapa persen royalti yang harus Anda bayar kepada pemilik franchise?
Tidak heran kalau pada akhirnya orang yang membeli franchise adalah kebanyakan orang yang sudah kaya juga. Sehingga yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan selalu menjadi konsumen orang-orang kaya.
Tapi, lupakan itu semua, bukan tanggung jawab Anda untuk membuat semua orang menjadi kaya. Jika Anda memiliki uang yang berlebihan, saya menyarankan Anda untuk mempertimbangkan memulai bisnis ini. Pilih produk yang sudah populer dan diterima pasar.
Memang ada franchise yang murah, tapi tentu saja income yang akan Anda dapatkanpun akan terbatas dan jangan terlalu berharap banyak dari support yang akan Anda dapatkan.
Untuk Anda yang memiliki dana terbatas, jangan berkecil hati, mungkin membeli franchise bukan hal yang cukup bijaksana jika kita ingat kembali kepada konsep “leveraging” yang sempurna.
Jika Anda membeli franchise, konsep dan prinsip leverage yang sempurna, tidak dapat Anda lakukan. Kenapa?
Karena Anda tidak dapat menjual hak franchise yang sudah Anda beli, kepada pihak lain. Sehingga pendapatan Anda tetap terbatas dari usaha Anda sendiri.
Trus gimana, dong? Bisnis apa yang dapat dimulai dengan modal kecil, resiko kecil, pendapatan tak terbatas, terjamin, ada prinsip leverage-nya, dan dapat di-wariskan???
Well…, Anda tahu nomer telpon saya, Anda tahu alamat e-mail saya, dan Anda tahu apa yang harus Anda lakukan jika Anda benar-benar menginginkannya!
Yang penting adalah, seberapa besar Anda menginginkan kehidupan yang jauh lebih membahagiakan dan bernilai tinggi? Karena apapun bisnis yang Anda pilih, jika Anda tidak memiliki mind-set yang benar dan tidak memiliki keinginan yang kuat untuk berhasil, maka semua akan menjadi percuma saja!
Dengan segala keterbatasan yang ada, bisnis franchising telah membuktikan diri sebagai sebuah bisnis yang menjanjikan dan patut menjadi pertimbangan. Jika Anda memiliki bisnis yang dapat di-franchise-kan, saran saya adalah segera lakukan itu!
Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan pendapatan residual dan mendapatkan leverage yang sempurna! (ya, untuk Anda sebagai pemilik franchise, bukan untuk orang yang membeli franchise Anda! Hehehehe….!).

avatar Tidak diketahui

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BISNIS

2. Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
Ada beberapa faktor yang mendorong semua negara di dunia melakukan perdagangan luar negeri. Faktor-faktor pendorong tersebut terdiri atas hal-hal berikut ini.
a. Perbedaan Sumber Daya Alam yang Dimiliki

Barang kebutuhan yang dapat dihasilkan oleh suatu negara tergantung pada sumber daya alam yang dimiliki. Perbedaan sumber daya ini juga tergantung pada kondisi wilayah di negara tersebut. Misalnya di Indonesia wilayah daratannya luas dan subur, sehingga sangat cocok untuk pertanian, yang sebagian besar hasil produksinya berupa kelapa sawit, karet, kopi, dan sebagainya. Sedangkan negara Singapura wilayah daratannya relatif sempit, sehingga kegiatan pertanian atau perkebunan cukup sedikit. Singapura dikenal sebagai negara industri yang menghasilkan beraneka ragam barang, salah satunya adalah alat-alat elektronik. Kebutuhan hasil-hasil pertanian dipenuh dengan cara mengimpor dari negara lain.
b . Teknologi eknologi
Setiap negara memiliki teknologi yang berbeda, sehingga barang yang dihasilkannya juga berbeda. Perbedaan-perbedaan inilah yang mendorong kegiatan pertukaran barang antarnegara. Perbedaan teknologi tersebut memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih modern dan mengimpor mesin-mesin atau alat-alat yang lebih modern untuk mewujudkan teknik dan cara produksi yang lebih baik.
c . Penghematan Biaya Produksi
Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah besar sehingga biaya produksi menjadi rendah. Misalnya Indonesia banyak menghasilkan barang-barang seperti padi, minyak kelapa sawit, kayu lapis, dan sebagainya. Namun, yang paling menguntungkan Indonesia bila memproduksi tekstil dan kayu lapis untuk diekspor ke berbagai negara, karena dapat menghemat biaya produksi.
d . Perbedaan Selera
Setiap negara dalam memproduksi barang-barang, kemungkinan mempunyai kesamaan. Meskipun demikian setiap negara mempunyai
selera yang berbeda-beda. Hal inilah yang mendorong kegiatan perdagangan antarnegara. Misalnya Jepang dan Korea Selatan samasama
menghasilkan barang-barang elektronik dan ikan tuna dalam jumlah yang hampir sama, tetapi orang Jepang lebih suka ikan tuna dan orang Korea Selatan lebih suka produk elektronik. Pada kondisi tersebut, negara Jepang lebih baik mengekspor barang-barang elektronik, sedangkan Korea Selatan lebih baik untuk mengekspor ikan tuna. Dengan demikian, kepuasan dari setiap negara dapat terpenuhi.
3. Manfaat Perdagangan Internasional
Perdagangan internasional merupakan kegiatan yang cukup penting di setiap negara. Tidak ada satu negara di dunia ini yang tidak melakukan perdagangan internasional. Mereka yang melakukan perdagangan internasional, sudah tentu merasakan manfaatnya. Berikut ini beberapa manfaat dari perdagangan internasional.
a. Meningkatkan Hubungan Persahabatan Antarnegara
Adanya perdagangan antarnegara, dapat mewujudkan hubungan di antara negara-negara yang mengadakan perdagangan. Hubungan ini apabila terjalin dengan baik dapat meningkatkan hubungan persahabatan di antara negara-negara tersebut. Mereka dapat semakin akrab dan saling membantu bila mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan.
b . Kebutuhan Setiap Negara dapat Tercukupi
Dengan adanya perdagangan internasional, suatu negara yang masih kekurangan dalam memproduksi suatu barang dapat dipenuhi
dengan mengimpor barang dari negara yang mempunyai kelebihan hasil produksi. Sebaliknya negara yang mempunyai kelebihan hasil
produksi barang dapat mengekspor barang tersebut ke negara yang kekurangan. Dengan demikian kebutuhan setiap negara dapat tercukupi.
c . Mendorong Kegiatan Produksi Barang secara Maksimal
Salah satu tujuan suatu negara melakukan perdagangan internasional yaitu untuk memperluas pasar di luar negeri. Semakin luasnya pasar di luar negeri dapat mendorong peningkatan produksi barang di dalam negeri. Dengan demikian akan mendorong para pengusaha untuk menghasilkan barang produksi secara besar-besaran.
d . Mendorong Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Adanya perdagangan antarnegara memungkinkan suatu negara untuk mempelajari teknik produksi yang lebih efisien. Perdagangan luar negeri memungkinkan negara tersebut mengimpor mesin-mesin atau alat-alat modern untuk melaksanakan teknik produksi dan cara produksi yang lebih baik. Dengan demikian, adanya teknologi yang lebih modern dapat meningkatkan produktivitas dan dapat mempercepat pertambahan produksi.
e . Setiap Negara dapat Mengadakan Spesialisasi Produksi
Perdagangan internasional dapat mendorong setiap negara untuk mengadakan spesialisasi produksi dengan memanfaatkan sumber daya
alam, tenaga kerja, modal, dan keahlian secara maksimal. Dengan demikian suatu negara akan memiliki produk-produk unggulan sehingga dapat bersaing dengan produk-produk dari luar negeri.
f . Memperluas Lapangan Kerja

Semakin luasnya pasar di luar negeri, maka barang atau jasa yang dihasilkan juga semakin bertambah. Dengan meningkatnya hasil produksi, maka perusahaan akan semakin banyak membutuhkan tenaga kerja. Hal ini dapat membuka kesempatan kerja baru. Semakin luasnya kesempatan kerja maka pengangguran dapat dikurangi.
4. Hambatan P Perdagangan erdagangan Internasional
Setiap negara selalu menginginkan perdagangan yang dilakukan antarnegara dapat berjalan dengan lancar. Namun, terkadang kegiatan perdagangan antarnegara juga mengalami beberapa hambatan. Hambatan-hambatan inilah yang dapat merugikan negara-negara yang
melakukan perdagangan internasional. Berikut ini beberapa hambatan yang sering muncul dalam perdagangan internasional.
a. Perbedaan Mata Uang Antarnegara
Pada umumnya mata uang setiap negara berbeda-beda. Perbedaan inilah yang dapat menghambat perdagangan antarnegara. Negara yang melakukan kegiatan ekspor, biasanya meminta kepada negara pengimpor untuk membayar dengan menggunakan mata uang negara
pengekspor. Pembayarannya tentunya akan berkaitan dengan nilai uang itu sendiri. Padahal nilai uang setiap negara berbeda-beda. Apabila nilai mata uang negara pengekspor lebih tinggi daripada nilai mata uang negara pengimpor, maka dapat menambah pengeluaran
bagi negara pengimpor. Dengan demikian, agar kedua negara diuntungkan dan lebih mudah proses perdagangannya perlu adanya penetapan mata uang sebagai standar internasional.
b . Kualitas Sumber Daya yang Rendah
Rendahnya kualitas tenaga kerja dapat menghambat perdagangan internasional. Mengapa? Karena jika sumber daya manusia rendah,
maka kualitas dari hasil produksi akan rendah pula. Suatu negara yang memiliki kualitas barang rendah, akan sulit bersaing dengan barang-barang yang dihasilkan oleh negara lain yang kualitasnya lebih baik. Hal ini tentunya menjadi penghambat bagi negara yang bersangkutan untuk melakukan perdagangan internasional.
c . Pembayaran Antarnegara Sulit dan Risikonya Besar
Pada saat melakukan kegiatan perdagangan internasional, negara pengimpor akan mengalami kesulitan dalam hal pembayaran. Apabila
membayarnya dilakukan secara langsung akan mengalami kesulitan. Selain itu, juga mempunyai risiko yang besar. Oleh karena itu negara pengekspor tidak mau menerima pembayaran dengan tunai, akan tetapi melalui kliring internasional atau telegraphic transfer atau
menggunakan L/C.
d . Adanya Kebijaksanaan Impor dari Suatu Negara
Setiap negara tentunya akan selalu melindungi barang-barang hasil produksinya sendiri. Mereka tidak ingin barang-barang produksinya tersaingi oleh barang-barang dari luar negeri. Oleh karena itu, setiap negara akan memberlakukan kebijakan untuk melindungi barang-barang dalam negeri. Salah satunya dengan menetapkan tarif impor. Apabila tarif impor tinggi maka barang impor tersebut akan menjadi lebih mahal daripada barang-barang dalam negeri sehingga mengakibatkan masyarakat menjadi kurang tertarik untuk membeli barang impor. Hal itu akan menjadi penghambat bagi negara lain untuk melakukan perdagangan.
e . Terjadinya Perang
Terjadinya perang dapat menyebabkan hubungan antarnegara terputus. Selain itu, kondisi perekonomian negara tersebut juga akan mengalami kelesuan. Sehingga hal ini dapatmenyebabkan perdagangan antarnegara akan terhambat.
f . Adanya Organisasi-Organisasi Ekonomi Regional
Biasanya dalam satu wilayah regional terdapat organisasiorganisasi ekonomi. Tujuan organisasi-organisasi tersebut untuk memajukan perekonomian negara-negara anggotanya. Kebijakan serta peraturan yang dikeluarkannya pun hanya untuk kepentingan negaranegara
anggota. Sebuah organisasi ekonomi regional akan mengeluarkan peraturan ekspor dan impor yang khusus untuk negara anggotanya. Akibatnya apabila ada negara di luar anggota organisasi tersebut melakukan perdagangan dengan negara anggota akan mengalami kesulitan

avatar Tidak diketahui

2 NEGARA MELAKUKAN BISNIS

2. Tahapan – tahapan dalam memasuki bisnis internasional
Perusahaan yang memasuki bisnis internasional pada umumnya terlibat atau melibatkan diri secara bertahap dari tahap yang paling sederhana yang tidak mengandung resiko sampai dengan tahap yang paling kompleks dan mengandung risiko bisnis yang sangat tinggi. Dalam memasuki bisnis internasional ada beberapa yaitu:
1. Ekspor Insidentil
Dalam rangka untuk masuk ke dalam dunia bisnis Internasional suatu perusahaan pada umumnya dimulai dari suatu keterlibatan yang paling awal yaitu dengan melakukan ekspor insidentil. Dalam tahap awal ini pada umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negeri kita kemudian ada yang membeli barang-barang kemudian kita harus mengirimkannya ke negeri asing itu.
2. Ekspor Aktif (Purchasing)
Tahap terdahulu dan dapat berkembang terus kemudian adanya hubungan bisnis yang rutin dan kontinyu, bahkan transaksi yang semakin aktif. Keaktifan hubungan transaksi bisnis tersebut ditandai dengan semakin berkembangnya jumlah dan jenis komoditi perdagangan Internasional. Pada tahap aktif ini perusahaan negeri sendiri mulai aktif melaksanakan manajemen atas transaksi itu.
3. Penjualan Lisensi
Tahap berikutnya adalah tahap penjualan Iisensi. Dalam tahap ini Negara pendatang menjual lisensi atau merek dari produknya kepada negara penerima. Dalam tahap yang dijual adalah hanya merek atau lisensinya saja, sehingga negara penerima dapat melakukan manajemen yang cukup luas terhadap pemasaran maupun proses produksinya termasuk bahan baku serta peralatannya. Untuk keperluan pemakaian lisensi tersebut maka perusahaan dan negara penerima harus membayar fee atas lisensi itu kepada perusahaan asing tersebut.
4. Franchising
Tahap berikutnya merupakan tahap yang lebih aktif lagi yaitu perusahaan di suatu negara menjual tidak hanya lisensi atau merek dagangnya saja akan tetapi lengkap dengan segala atributnya termasuk peralatan, proses produksi, resep-resep campuran proses produksinya, pengendalian mutunya, pengawasan mutu bahan baku maupun barang jadinya, serta bentuk pelayanannya. Cara ini sering dikenal sebagai bentuk “Franchising”.
Dalam hal bentuk Franchise ini maka perusahaan yang menerima disebut sebagai Franchisee dan perusahaan pemberi disebut sebagai Franchisor. Pada umumnya berhasil bagi jenis usaha tertentu misalnya bidang kuliner (makanan). Contohnya KFC (Kentucky Fried Chiken), Mc Donalds, California Fried Chiken (CFC), Hoka Bento, Hanamasa, dan sebagainya.
Contoh Franchise dari Indonesia adaIah Es Teler 77, Ayam Goreng NY. Suharti, dan sebagainya. Kebaikan yang antara lain :
a. Manajemen sistem yang sudah teruji.
b. Memiliki nama yang sudah terkenal.
c. Performance record yang sudah mapan untuk alat penilaian.
Sebaliknya bentuk ini juga memiliki kejelekan yaitu :
a. Biaya tinggi untuk menrlapatkan Franchise
b. Keputusan bisnis akan dibatasi oleh Francilisor
c. Sangat dipengaruhi oleh kegagalan dari Franchise lain. Apabila terdapat kegagalan akan timbul anggapan bahwa bentuk franchise yang lain juga tidak baik.
5. Pemasaran di Luar Negeri (Active Marketing)
Tahap berikutnya adalah bentuk Pemasaran di Luar negeri. Bentuk ini akan memerlukan intensitas manajemen serta keterlibatan yang lebih tinggi karena perusahaan pendatang (Host Country) harus aktif dan mandiri untuk melakukan manajemen pemasaran bagi produknya itu di negeri asing (Home Country). Pengusaha pendatang yang merupakan orang asing harus mampu untuk mengetahui perilaku (segmentasi) di negeri penerima itu sehingga dapat dilakukan program-program pemasaran yang efektif.
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri
Tahap yang terakhir adalah tahap yang paling intensif dalam melibatkan diri pada bisnis internasional yaitu tahap “Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri”. Tahap ini juga disebut sebagai “Total International Business”. Bentuk inilah yang menimbulkan MNC (Multy National Corporation) yaitu Perusahaan Multi Nasional. Dalam tahap ini perusahaan asing datang dan mendirikan perusahaan di negeri asing dengan segala modalnya, kemudian memproduksi di negeri itu, lalu menjuaI hasil produksinya itu di negeri itu juga. Bentuk ini memiliki unsur positif bagi negara yang sedang berkembang karena dalam bentuk ini negara penerima tidak perlu menyediakan modal yang sangat banyak untuk mendirikan pabrik tersebut.

avatar Tidak diketahui

perbadaan perdagangan dan pemasaran internasional

Perdagangan Internasional (International Trade)
Dalam perdagangan internasional yang merupakan transaksi antar Negara itu biasanya dilakukan dengan cara tradisional yaitu dengan cara ekspor dan impor. Dengan adanya transaksi ekspor dan impor tersebut maka timbul neraca perdagangan antar negara (balance of tread).
Suatu Negara dapat memiliki surplus seraca perdagangan atau devisit neraca perdagangannya. Neraca perdagangan yang surplus menunjukan keadaan dimana Negara tersebut memiliki nilai ekspor yang lebih besar dibandingkan dengan nilai impor yang dilakukan dari negara partner dagangnya. Dengan neraca perdagangan yang mengalami surplus ini maka apabila keadaan yang lain konstan maka aliran kas masuk ke Negara itu akan lebih besar dengan aliran kas keluarnya ke Negara partner dagangnya tersebut. Besar kecilnya aliran uang kas masuk dan keluar antar negara disebut neraca pembayaran (balance of paymnets). Jika neraca pembayaran mengalami surplus, dikatakan bahwa negara mengalami pertambahan devisa. Sebaliknya apabila negara itu mengalami devisit neraca perdagangannya maka berarti nilai impornya melebihi nilai ekspor yang dapat dilakukannya dengan negara lain. Jadi, negara tersebut mengalami devisit neraca pembayaran dan menghadapi pengurangan devisa Negara.
Pemasaran International (International Marketing)
Pemasaran internasional yang merupakan keadaan suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain, perusahaan lain ataupun masyarakat umum di luar negeri. Transaksi bisnis internasional ini pada umumnya merupakan upaya untuk memasarkan hasil produksi di luar negeri.
Dalam hal ini maka pengusaha akan terbebas dari hambatan perdagangan dan tarif bea masuk karena tidak ada transaksi ekspor impor. Dengan melaksanakan kegiatan produksi dan pemasaran di negeri asing maka tidak terjadi kegiatan ekspor impor. Produk yang dipasarkan dapat berupa barang dan/ atau jasa. Transaksi ini dapat ditempuh dengan cara:
– Licencing
– Franchising
– Management Contracting
– Marketing in Home Country by Host Country
– Joint Venturing
– Multinational Coporation (MNC)
Semua bentuk transaksi internasional memerlukan transaksi pembayaran yang sering disebut fee. Negara (Home Country) harus membayar, sedangkan pengirim (Host Country) memperoleh fee tersebut. Pengertian perdagangan internasional dengan perusahaan internasional sering dianggap sama, padahal berbeda. Perbedaan utama terletak pada perlakuannya dimana perdagangan internasinol dilakukan oleh negara sedangkan pemasaran internasional adalah kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan yang menentukan kegiatan bisnis yang lebih aktif, lebih progresif dibandingkan perdagangan internasional.

avatar Tidak diketahui

tugas 4

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada saya sehingga saya berhasil menyelesaikan Tugas ini yang alhamdulillah tepat pada waktunya yang berjudul “TUGAS 4”

Makalah ini berisikan tentang informasi FAKTOR YANG MEMEPENGARUHI IKLIM BISNIS DI INDONESIA atau yang lebih khususnya membahas fakto – faktornya.

saya menyadari bahwa artikel ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu saya harapkan demi kesempurnaan artikel ini.

Artikel ini didasari dari tugas dari dosen saya. saya akan menyebutkan dan menjelaskan faktor faktor apa saya yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia, pernyataan yang saya berikan ini berdasarkan dari beberapa website yang saya kunjungi dan saya ingin menyimpulkan dari informasi yang saya kumpulkan dari hasil browsing saya di internet.
Sebelumnya saya ingin menjelaskan apa itu bisnis dan apa itu iklim bisnis, bisnis adalah segala kegiatan produsen untuk memproduksi dan memasarkan barang/jasa kepada konsumen untuk memperoleh laba (profit) (Straub & Attner, 1994). Sedangkan iklim bisnis –dimodifikasi dari definisi “iklim investasi” Stern (2002)– adalah semua kebijakan, kelembagaan, dan lingkungan, baik yang sedang berlangsung maupun yang diharapkan terjadi di masa depan, yang dapat mempengaruhi kegiatan bisnis (Kuncoro, 2006).

Dari hasil browsing saya di internet mengenai yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia, ada beberapa faktor yang yang dapat disimak dengan mudah.

Faktor – faktor yang mempengaruhi iklim bisnis di Indoneseia yaitu:

Instabilitas makro ekonomi,
Kualitas infrastruktur terutama: transportasi, listrik, dan telekomunikasi,
Praktek-praktek monopoli,
Tarif dan administrasi pajak,
Ketidakpastian kebijakan ekonomi,
System hukum dan penyelesaian konflik,
Peraturan ketenagakerjaan baik dari pemerintah pusat maupun pemda,
Ketrampilan dan pendidikan tenaga kerja,
Biaya dan akses pembiayaan (cost of finance and financial access),
Surat ijin baik dari pemerintah pusat maupun pemda,
Peraturan perdagangan dan bea-cukai baik nasional maupun regional,
Korupsi baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun pemda,
Tingkat kriminalitas, pencurian dan kerusuhan,
Urusan pertanahan, dan
Perizinan usaha.

Dari beberapa faktor yang mempengaruhi iklim di Indonesia di atas di bawa ini merupakan contoh contoh yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia dan penjelasannya seperti :

Faktor eksternal : adalah risiko fluktuasi harga minyak dunia, biaya operasi yang terus meningkat, dampak otonomi daerah,kompetisi dengan negara- negara lain,infrastruktur yang minim serta isu lindungan- lingkungan.
Faktor internal : adalah risiko perusahaan yang utama adalah kesulitan menggalang dana dan kemitraan untuk kegiatan eksplorasi karena risiko geologi yang dianggap semakin tinggi. Selain faktor-faktor domestik, di masa depan hadir faktor regional yang akan mempengaruhi lingkunngan
contoh faktor : ”Darurat tempe” adalah miniatur dari krisis pangan. Tentunya kita tidak berharap akan terjadi ”darurat minyak”atau ”darurat gas”yang bisa menyeret bangsa ini ke dalam krisis energi yang berdampak lebih luas dan lebih dalam.

Dari penjelasan dan contoh di atas, bahwa banyak faktor faktor yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia, dan dari kesimpulannya dapat ditemukan startegi agark iklim di Indonesia sehat dan kondusif, yaitu :
1. Negara wajib menjamin keamanan dan stabilitas masyarakat.
Keamanan dan stabilitas merupakan salah satu faktor penentu pertumbuhan ekonomi. Tanpanya, tidak akan ada investasi atau aktivitas ekonomi lainnya yang signifikan (Jalaluddin, 1991).

2. Negara wajib memberantas kerusakan moral (moral corruption) birokrat dan pengusaha.
Pengalaman pembangunan Dunia Ketiga menunjukkan, kerusakan moral birokrat dan juga pengusaha berkontribusi besar terhadap buruknya iklim bisnis (Jalaluddin, 1991).

3. Negara wajib mengawasi segala kegiatan bisnis
Pengawasan mutlak adanya agar seluruh elemen sistem terhindar dari penyimpangan syariah. Pengawasan ini dilakukan oleh negara sebagai amar ma’ruf nahi mungkar (QS 3:110)

4. Negara wajib menerapkan kebijakan fiskal dan moneter yang mendukung bisnis.
Dalam kebijakan fiskal, negara misalnya tidak dibenarkan menarik pajak kecuali memenuhi 4 (empat) syarat, yaitu : (1) dipungut untuk menjalankan kewajiban bersama negara dan kaum muslimin; (2) hanya diambil dari orang kaya; (3) diambil sesuai kadar kebutuhan (temporal); (4) diambil hanya dari muslim (An-Nabhani, 1990).

5. Negara wajib menerapkan kebijakan ketenagakerjaan yang Islami
Negara tidak boleh menerapkan kebijakan ketenagakerjaan yang bertentangan dengan Islam. Penetapan upah buruh, misalnya, wajib berdasarkan kadar manfaat (jasa) yang diberikan oleh buruh, bukan berdasarkan daya beli upah untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup minimum buruh, seperti dalam kapitalisme.

6.Negara wajib menerapkan sistem administrasi birokrasi yang sederhana, cepat, dan profesional
Negara dibolehkan melakukan pencatatan administratif atas lembaga bisnis dan berbagai kegiatannya. Kaidah fikih menyatakan : al- ashlu fi al-af’aal al-idariyah al-ibahah (hukum asal aktivitas administrasi/manajerial adalah boleh).

7. Negara melarang segala bentuk kegiatan bisnis yang diharamkan
Negara melarang dan menindak segala bentuk bisnis yang haram, baik bisnis barang haram seperti daging babi, darah, bangkai, patung, dan khamr; maupun bisnis jasa haram seperti riba, judi, prostitusi, dan sebagainya.

8. Negara melarang segala bentuk kegiatan bisnis yang berbahaya (dharar)
Negara akan melarang bisnis yang walaupun asalnya mubah namun menimbulkan bahaya. Misalnya menangkap ikan dengan dinamit, atau mengoperasikan pabrik yang menimbulkan polusi udara, suara, atau bau.

9. Negara melarang segala bentuk kegiatan bisnis yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial-ekonomi masyarakat
Negara akan melarang hal-hal yang meski asalnya mubah namun membuat harta beredar di kalangan orang-orang kaya saja (QS 59:7). Misalnya membangun mal di dekat pasar tradisional yang dapat mematikan pasar tradisional itu.

Demikianlah hasil dari makalah yang telah saya buat dalam rangka menginformasikan faktor yang mempengaruhi iklim bisnis di Indonesia. Semoga dengan terbentuknya artikel ini, saya dapat memberikan pengetahuan yang luas kepada semua orang yang membacanya.
Semoga apa yang tertulis di dalam artikel ini selalu abadi dan memberikan berkah yang tiada hentinya dalam kehidupan kita bersama.
Terima kasih atas segala terbentuknya artikel ini. Semoga dapat bermanfaat bagi pembacanya.amin…

Sumber :

Kuncoro, Mudrajad, “Reformasi Iklim Investasi”, Kompas, Sabtu 4 Pebruari 2006
Yusanto, M. Ismail & Widjajakusuma, M. Karebet, Menggagas Bisnis Islami, Jakarta : Gema Insani Press, 2002
http://www.seputar-indonesia.com
http://chubss-thepooh.blogspot.com/2010/10/faktor-faktor-yang-mempengaruhi-iklim.html
http://sharlitasara.blogspot.com/2010/10/tugas-1.htmlGambar

avatar Tidak diketahui

Pengaruh bisnis pada kehidupan kita (masyarakat)

memberikan potensi dukungan pada bisnis Apakah kesadaran masyarakat akan pentingnya keberadaan bisnis cukup memadai Dapatkah kondisi yang andai kata kurang baik, masih memungkinkan dapat dilakukan perubahan? Pertanyaan-pertanyaan di atas akan membantu

tentang kelayakan dukungan terhadap pembangunan bisnis termasuk potensi pengembangannya di tahun- tahun berikutnya. Selain itu aspek sosial juga mesti menyentuh beberapa hal terkait dengan kemungkinan dampaknya kepada masyarakat sekitar di kemudian hari. Untuk membantu mengkaji dampak proyek maka pertanyaan-pertanyaaan berkut akan membentu menemukan mengidentifikasikan dampak maupun manfaat bisnis dari

aspek sosial: Bagaimanakan dampak negatif baik langsung maupun tidak langsung dari kegiatan bisnis terhadap pola kedupan masyarakat sekitar

Apakah bisnis akan menimbulkan efek negaif terhadap pola komunikasi dan stuktur budaya yang dianggap mapan selama ini

Adakah kontribusi bisnis terhadap kesadaran pendidikan dan kesehatan Pola-pola hidup (gaya

hidup) yang bagaimana yang akan berubah akibat dibangunnya bisnis di sekitar tempat tinggal mereka, dan lain-lainn

`Bagaimana dampak bisnis terhadap kesehatan baik phisik amupun psikologi masyarkat sekitar. Pendek kata, kajian faktor social pada Studi kelayakan bisnis lebih menitik beratkan pada tata nilai (Value) dan sikap ( attitutde ) masyarakat yang membawa pengaruh terhadap gaya hidup

( life style ) dan mempengaruhi permintaan akan suatu produk jasa yang akan dihasilkan oleh bisnis yang bersangkutan termasuk kelangsungan hidup bisnis itu sendiri. Sebagai contoh kongkrit misalnya Keberhasilan Progran Keluarga Berencana di tahun 80 an selain berpengaruh terhadap demografi juga pada perilaku konsumsi, pendidikan formal, jenjang pendidikan. Perubahan pandangan terhadap waktu kerja, maupun wanita karir. Kuantitas maupun kualitas serta tuntutan terhadap produk/jasa ikut berpengaruh karena faktor ini.

Demikian halnya misalnya keberhasilan dalam masyarakat, teknologi informasi memungkinkan masyarakat di berbagai dunia mengadopsi budaya antar bangsa, pengaruh lintas budaya tersebut akan mempengaruhi aktivitaas dan produk yang dikonsumsi, ini terkait dengan adaptasi maupupun terjadinya adopsi budaya yang menyebabkan berubahkan daya

hidup, yang pada gilirannya berpengaruh terhadap pola kunsumsi masyarakat.Oleh karena itu setiap Rencana bisnis perlu dikaji bagaimana dampak dari perubahan-perubahan itu termasuk

manfaatnya terhadap kehidupan sebuah komunitas di masyarakat, ukuran kelayakan bisnis pada aspek ini lebih ditekankan kepada hal-hal yang menyentuh kepentingan masyarakat banyak baik dalam dimensi jangka pendek maupun jangka panjang. Sebuah bisnis haruslah juga didirikan

tidak memberikan dampak negative terhadap kehidupan masyarakat, akan tetapi sebaliknya justru harus dapat berkontribusi terhadap meningkatkan martabat kehidupan masyarakat,misalnya meningkatnya mutu kesehatan, mutu pendidikan bahkan mutu

ekonomi mereka (meningkatknya daya beli) Setiap kegiatan yang dijalankan, termasuk pendirian bisnis baru akan selalu disertai dengan dampak-dampaknya, baik dampak positif dan negatif bagi pelaku dan juga berbagai kalangan disekitarnya. Suatu proyek akan dinyatakan layak dari aspek social ekonomi, jika dari perhitungannya dampak positif keberadaan proyek jauh lebih besar dari pada dampak negatif yang timbul dari berdirinya proyek tersebut.

 

dari google

avatar Tidak diketahui

Bisnis Dalam ilmu ekonomi

 

 

`           bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan system sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja. Secara etimologi, bisnis berarti

keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya

— penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sector pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

 

 

Dari google

avatar Tidak diketahui

Tugas Pengantar Bisnis

Nama              : Tanbar Maulana

Kelas               : 1EB03

Jurusan          : Akuntansi

 

Mengapa mimilih jurusan Akuntansi Gunadarma?

 Karena S1 Akuntansi terakreditasi dengan Peringkat A. Berdasarkan Keputusan Badan Akademik Nasional Perguruan Tinggi. Otomatis semua orang juga ingin belajar di sekolah terbaik.  Oleh karena itu saya masuk ke Gunadarma Dalam jurusan Akuntaansi. Disini saya akan tau apa berita tentang Akuntansi Gunadarma itu benar apa tidaknya, karena saya baru murid baru jadi saya belum tahu yang sebenarnya.

Kalau benar Akutansi Gunadarma terbaik mudah-mudahan saya bisa belajar juga dengan baik, dan ikut menjungjung tinggi nama baik Gunadarma amin…….

Baru itu yang saya ketahui dengan Gunadarma, mudah-mudahan saranna dan prasarannanya baik pula,

Mudah-mudahan setelah lulus dari Gunadarma saya bisa langsung kerja. Aminn…..

Hidup gunadarma,,

 

Ada apa sih dengan akuntansi Gunadarma?

Ada apa ya?

Saya juga belum begitu hapal karena saya baru masuk di Gunadarma. Yang aku tahu Akuntansi Gunadarma. Gunadarma juga Universitas swasta yang sangat baik, Fakultas Ekonomi yang berdiri sejak tanggal 13 januari 1990 berdasarkan Kepres no.1/SK/YPG/1990 yang pada saat itu masih bersetatus Sekolah Ilmu Ekonomi (STIE) sekarang telah menjadi Universitas Gunadarma melalui SK Dirjen Dikti No. 92/SEP/DIKTI/1996. Fakultas Ekonomi memiliki dua program studi yakni S1 Menejemen dan S1 Akuntansi. terakreditasi dengan Peringkat A.

Berdasarkan Keputusan Badan Akademik Nasional Perguruan Tinggi.

Dengan yang mendirikan Gunadarma dari sejarah Gunadarma (Prof. Dr. Ir. Dali S. Naga.,MM.)

dan Prof.Dr.E.S. Margianti,SE.,MM  sebagai Rektor Universitas Gunadarma

Aku salut kepada beliau yang telah merinti Gunadarma Dengan baik.

Mudah-mudah setelah lulus dari Gunadarma saya bisa bekerja, selain itu juga Universitas Gunadarma banyak bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan, itu untuk memudahkan para lulusan Gunadarma untuk mencari kerja.

avatar Tidak diketahui

Halo dunia!

Selamat datang di WordPress.com! Ini adalah postingan pertama Anda. Klik Sunting untuk memodifikasi atau menghapusnya, atau tulis postingan baru. Kalau mau, gunakan postingan ini untuk menyampaikan kepada para pembaca mengapa Anda membuat blog ini dan apa rencana Anda selanjutnya.

Selamat ngeblog!